<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: SWF Indonesia Beda dengan Malaysia, Itu yang Ada Kasus</title><description>Erick Thohir memastikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign  Wealth Fund (SWF) Indonesia tidak sama dengan milik Malaysia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus"/><item><title>Erick Thohir: SWF Indonesia Beda dengan Malaysia, Itu yang Ada Kasus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus-9HL4Mhn3ze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349197/erick-thohir-swf-indonesia-beda-dengan-malaysia-itu-yang-ada-kasus-9HL4Mhn3ze.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia tidak sama dengan milik Malaysia. Menurutnya SWF Indonesia akan difokuskan pada pengelolaan aset negara.
&amp;ldquo;Kita harapkan SWF Indonesia sangat berbeda dengan SWF tetangga, yang di mana kemarin ada kasus-kasus sedikit seperti 1MDB atau yang lainnya (Malaysia). SWF yang kita bentuk adalah SWF yang fokus kepada aset yang ada di nasional,&amp;rdquo; ujar Erick dalam webinar, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Pelototi Manajemen Risiko BUMN yang di Luar Negeri 
 
Mantan Bos Inter Milan itu mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi dalam negeri akan mempercepat proses investasi. Harapannya investasi di Indonesia akan berdampak positif bagi masyarakat luas. &amp;ldquo;Ini lah kita harapkan bagaimana kita bisa menciptakan investasi yang bersahabat,&amp;rdquo; ungkapnya.
Meski begitu, untuk memperoleh dana segar LPI tidak diarahkan untuk menanggung utang negara, namun melalui skema kerja sama dengan pihak lain. &amp;ldquo;Kami ingin mempercepat daripada investasi yang ada di Indonesia, tetapi tidak dengan utang, tetapi kita mencari tambahan modal dengan berpartner,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xNS80LzEyNzQwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengumuman anggota dewan LPI akan disampaikan Presiden Joko Widodo  (Jokowi). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan  Isa Rachmatarwata mengatakan, pemerintah sedang dalam proses uji  kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
&amp;ldquo;Nanti akan diumumkan Presiden langsung. Pada saat Presiden sampaikan  ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) untuk dikonsultasikan. Paling lambat  minggu depan ada proses konsultasi ke DPR mengenai nama anggota dewan  pengawas dari kelompok profesional,&amp;rdquo; kata Isa.
Dia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta  Kerja, dewan pengawas SWF terdiri atas lima orang. &amp;ldquo;Tiga yang akan  dipilih dalam pendaftaran. Karena yang duanya adalah menteri keuangan  yang merangkap sebagai ketua dan Menteri BUMN anggota&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun, alasan dibentuknya SWF, salah satunya adalah tingginya  kebutuhan pembiayaan pembangunan ke depan. Kemudian rasio utang  pemerintah terhadap PDB juga terus meningkat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia tidak sama dengan milik Malaysia. Menurutnya SWF Indonesia akan difokuskan pada pengelolaan aset negara.
&amp;ldquo;Kita harapkan SWF Indonesia sangat berbeda dengan SWF tetangga, yang di mana kemarin ada kasus-kasus sedikit seperti 1MDB atau yang lainnya (Malaysia). SWF yang kita bentuk adalah SWF yang fokus kepada aset yang ada di nasional,&amp;rdquo; ujar Erick dalam webinar, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Pelototi Manajemen Risiko BUMN yang di Luar Negeri 
 
Mantan Bos Inter Milan itu mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi dalam negeri akan mempercepat proses investasi. Harapannya investasi di Indonesia akan berdampak positif bagi masyarakat luas. &amp;ldquo;Ini lah kita harapkan bagaimana kita bisa menciptakan investasi yang bersahabat,&amp;rdquo; ungkapnya.
Meski begitu, untuk memperoleh dana segar LPI tidak diarahkan untuk menanggung utang negara, namun melalui skema kerja sama dengan pihak lain. &amp;ldquo;Kami ingin mempercepat daripada investasi yang ada di Indonesia, tetapi tidak dengan utang, tetapi kita mencari tambahan modal dengan berpartner,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xNS80LzEyNzQwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengumuman anggota dewan LPI akan disampaikan Presiden Joko Widodo  (Jokowi). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan  Isa Rachmatarwata mengatakan, pemerintah sedang dalam proses uji  kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
&amp;ldquo;Nanti akan diumumkan Presiden langsung. Pada saat Presiden sampaikan  ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) untuk dikonsultasikan. Paling lambat  minggu depan ada proses konsultasi ke DPR mengenai nama anggota dewan  pengawas dari kelompok profesional,&amp;rdquo; kata Isa.
Dia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta  Kerja, dewan pengawas SWF terdiri atas lima orang. &amp;ldquo;Tiga yang akan  dipilih dalam pendaftaran. Karena yang duanya adalah menteri keuangan  yang merangkap sebagai ketua dan Menteri BUMN anggota&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun, alasan dibentuknya SWF, salah satunya adalah tingginya  kebutuhan pembiayaan pembangunan ke depan. Kemudian rasio utang  pemerintah terhadap PDB juga terus meningkat.</content:encoded></item></channel></rss>
