<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Teten Cari Celah agar UMKM Masuk Pasar Jepang</title><description>Teten Masduki menilai perlu terobosan agar ekspor produk UMKM meningkat di tengah pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang"/><item><title>Menteri Teten Cari Celah agar UMKM Masuk Pasar Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang-izuNJAiI5t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349217/menteri-teten-cari-celah-agar-umkm-masuk-pasar-jepang-izuNJAiI5t.jpg</image><title>Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai perlu terobosan agar ekspor produk UMKM meningkat di tengah pandemi. Hal itu dipaparkan Teten pada acara Webinar Nasional bertajuk Penguatan Sektor UMKM dalam Mengakselerasi Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Jumat (22/1/2021).
Dalam acara yang diselenggerakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang itu, Teten juga menegaskan bahwa Jepang merupakan mitra penting dalam perdagangan internasional. Hubungan diplomatik sudah terjalin sejak penghujung era 1950-an. Indonesia selalu mengalami surplus dalam perdagangan dengan Jepang.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kabar Gembira, BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair Lagi Tahun Ini
 
Jepang adalah negara kedua mitra dagang terbesar Indonedia setelah China dengan pangsa pasar ekspor dari Indonesia sekitar 10%.
Menurut Teten, sesuai data Atase Perdagangan Indonesia dinTokyo tahun 2020, potensi ekspor produk Indonesia ke Jepang selama ini berupa produk pangan olahan, hortikultura/pertanian, spare part otomotif, furnitur, dan energi terbarukan.
&amp;ldquo;Peluang inilah ingin kita ambil agar dimanfaatkan para pelaku UMKM di tanah air,&amp;rdquo; ujar Teten.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia optimistis, forum webinar yang diselenggarakan KBRI dan PPI Jepang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM di Indonesia untuk belajar hingga meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat segera masuk ke pasar Jepang maupun negara lainnya.
&amp;ldquo;Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor formal, mendorong pengelolaan UMKM berkoperasi/berkelompok dalam skala ekonomis, hingga mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan. Termasuk dengan meningkatkan UMKM ke ekosistem digital,&amp;rdquo; ujar Teten.Program-program strategis tersebut merupakan prioritas KemenKopUKM  untuk mendukung UMKM naik kelas dan go global. Dengan program tersebut  diharapkan UMKM lebih mudah masuk ke dalam rantai pasok global dan pasar  ekspor.
Teten juga mengajak PPI Jepang sebagai salah satu mitra strategis  Pemerintah Indonesia untuk bahu-membahu memberdayakan dan mempromosikan  produk-produk UMKM Indonesia.
&quot;Saya ingin setelah Saudara-saudari menyelesaikan studi di Jepang,  segeralah kembali ke tanah air, ambil bagian mendekatkan 64 juta pelaku  UMKM dan 97% tenaga kerja dengan berbagai inovasi dan teknologi unggul,&quot;  ucapnya.
Pada kesempatan itu, Teten juga menekankan bahwa pemulihan ekonomi  nasional akibat pandemi Covid-19 harus dimulai dengan memulihkan UMKM  dan koperasi di dalam negeri. Sebab, 99% pelaku usaha di Indonesia  adalah UMKM dan menyerap 97% tenaga kerja.
Oleh karena itu, pada 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam  rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi.  Stimulus yang diberikan berupa Subsidi Bunga KUR dan Non KUR, KUR Super  Mikro, insentif pajak, tambahan modal kerja koperasi melalui LPDB-KUMKM,  dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Dari hasil Survei Dampak Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  terhadap UMKM yang dirilis Lembaga Demografi - LPEM FEB UI menunjukan,  program-program UMKM tersebut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku  UMKM.
&quot;Mayoritas responden menggunakan dana program bantuan pemerintah  untuk pembelian bahan baku (34%) dan pembelian barang modal (33%),&quot;  pungkas Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai perlu terobosan agar ekspor produk UMKM meningkat di tengah pandemi. Hal itu dipaparkan Teten pada acara Webinar Nasional bertajuk Penguatan Sektor UMKM dalam Mengakselerasi Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Jumat (22/1/2021).
Dalam acara yang diselenggerakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang itu, Teten juga menegaskan bahwa Jepang merupakan mitra penting dalam perdagangan internasional. Hubungan diplomatik sudah terjalin sejak penghujung era 1950-an. Indonesia selalu mengalami surplus dalam perdagangan dengan Jepang.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kabar Gembira, BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair Lagi Tahun Ini
 
Jepang adalah negara kedua mitra dagang terbesar Indonedia setelah China dengan pangsa pasar ekspor dari Indonesia sekitar 10%.
Menurut Teten, sesuai data Atase Perdagangan Indonesia dinTokyo tahun 2020, potensi ekspor produk Indonesia ke Jepang selama ini berupa produk pangan olahan, hortikultura/pertanian, spare part otomotif, furnitur, dan energi terbarukan.
&amp;ldquo;Peluang inilah ingin kita ambil agar dimanfaatkan para pelaku UMKM di tanah air,&amp;rdquo; ujar Teten.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia optimistis, forum webinar yang diselenggarakan KBRI dan PPI Jepang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM di Indonesia untuk belajar hingga meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat segera masuk ke pasar Jepang maupun negara lainnya.
&amp;ldquo;Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor formal, mendorong pengelolaan UMKM berkoperasi/berkelompok dalam skala ekonomis, hingga mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan. Termasuk dengan meningkatkan UMKM ke ekosistem digital,&amp;rdquo; ujar Teten.Program-program strategis tersebut merupakan prioritas KemenKopUKM  untuk mendukung UMKM naik kelas dan go global. Dengan program tersebut  diharapkan UMKM lebih mudah masuk ke dalam rantai pasok global dan pasar  ekspor.
Teten juga mengajak PPI Jepang sebagai salah satu mitra strategis  Pemerintah Indonesia untuk bahu-membahu memberdayakan dan mempromosikan  produk-produk UMKM Indonesia.
&quot;Saya ingin setelah Saudara-saudari menyelesaikan studi di Jepang,  segeralah kembali ke tanah air, ambil bagian mendekatkan 64 juta pelaku  UMKM dan 97% tenaga kerja dengan berbagai inovasi dan teknologi unggul,&quot;  ucapnya.
Pada kesempatan itu, Teten juga menekankan bahwa pemulihan ekonomi  nasional akibat pandemi Covid-19 harus dimulai dengan memulihkan UMKM  dan koperasi di dalam negeri. Sebab, 99% pelaku usaha di Indonesia  adalah UMKM dan menyerap 97% tenaga kerja.
Oleh karena itu, pada 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam  rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi.  Stimulus yang diberikan berupa Subsidi Bunga KUR dan Non KUR, KUR Super  Mikro, insentif pajak, tambahan modal kerja koperasi melalui LPDB-KUMKM,  dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Dari hasil Survei Dampak Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  terhadap UMKM yang dirilis Lembaga Demografi - LPEM FEB UI menunjukan,  program-program UMKM tersebut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku  UMKM.
&quot;Mayoritas responden menggunakan dana program bantuan pemerintah  untuk pembelian bahan baku (34%) dan pembelian barang modal (33%),&quot;  pungkas Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
