<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantauan BI: Harga Daging Naik Picu Inflasi Januari</title><description>Pada minggu III Januari 2021, perkembangan harga pada bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,37% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari"/><item><title>Pantauan BI: Harga Daging Naik Picu Inflasi Januari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari-fhrocl6Zl7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349221/pantauan-bi-harga-daging-naik-picu-inflasi-januari-fhrocl6Zl7.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Januari 2021, perkembangan harga pada bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,37% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,37% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,67% (yoy).
Baca Juga: Bos BI Pede Inflasi 2021 Masih Rendah
 
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,10% (mtm), tempe dan tahu masing-masing sebesar 0,03% (mtm), cabai merah dan tarif angkutan antarkota masing-masing sebesar 0,02% (mtm), daging ayam ras, ikan kembung, kacang panjang, bayam, kangkung, ikan tongkol, daging sapi, emas perhiasan, nasi dengan lauk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,05% (mtm) dan bawang merah sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMi82Ny8xMjQwMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksi Inflasi pada tahun 2021  diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 3,0% plus minus 1%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Ke depan, Bank Indonesia tetap  berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan  dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim  Pengendali Inflasi (TPI dan TPID).
&quot;Ini guna mengendalikan inflasi IHK sesuai kisaran targetnya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Januari 2021, perkembangan harga pada bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,37% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,37% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,67% (yoy).
Baca Juga: Bos BI Pede Inflasi 2021 Masih Rendah
 
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,10% (mtm), tempe dan tahu masing-masing sebesar 0,03% (mtm), cabai merah dan tarif angkutan antarkota masing-masing sebesar 0,02% (mtm), daging ayam ras, ikan kembung, kacang panjang, bayam, kangkung, ikan tongkol, daging sapi, emas perhiasan, nasi dengan lauk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,05% (mtm) dan bawang merah sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMi82Ny8xMjQwMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksi Inflasi pada tahun 2021  diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 3,0% plus minus 1%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Ke depan, Bank Indonesia tetap  berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan  dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim  Pengendali Inflasi (TPI dan TPID).
&quot;Ini guna mengendalikan inflasi IHK sesuai kisaran targetnya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
