<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3,5 Juta Pekerja Dirumahkan, 53% Usia Produktif Butuh Kerjaan</title><description>53% tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Persentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan"/><item><title>3,5 Juta Pekerja Dirumahkan, 53% Usia Produktif Butuh Kerjaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan-7ah6ewy8C1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349251/3-5-juta-pekerja-dirumahkan-53-usia-produktif-butuh-kerjaan-7ah6ewy8C1.jpg</image><title>PHK (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - 53% tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Persentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun.
&quot;Masih banyak (masyarakat) memerlukan pekerjaan. Dari survei hari ini yang baru saja keluar, berdasarkan data-data 53% adalah usia kurang lebih 18-30 yang sangat produktif,&amp;rdquo; ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Webinar, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga: 24 Juta Pekerja Kehilangan Jam Kerja, Rp360 Triliun Gagal Masuk Kantong
 
Di lain sisi, selama pandemi Covid-19 berlangsung pemerintah juga mencatat adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia. Jumlah itu, terdiri dari 3,5 juta karyawan sejumlah perusahaan yang dirumahkan. &quot;Banyak yang kehilangan lapangan kerja. Sekarang yang dirumahkan terus bertambah ada 3,5 juta,&quot; kata dia.
Meningkatnya tingkat pengangguran di Tanah Air pun menjadi konsentrasi pemerintah. Mantan Bos Inter Milan Itu menyebut, rumusan program-program baru pemerintah pun diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemerintah, kata dia, akan menghindari persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Karena hal itu memperlambat program pengentasan pengangguran itu sendiri.
&quot;Seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan,&quot; ujarnya.Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut,  tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah  mencapai 29,12 juta.
Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera diselesaikan dengan  cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu,  angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.
&amp;ldquo;Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita  lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 itu adalah orang  yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu  ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah,&amp;rdquo; ujarnya</description><content:encoded>JAKARTA - 53% tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Persentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun.
&quot;Masih banyak (masyarakat) memerlukan pekerjaan. Dari survei hari ini yang baru saja keluar, berdasarkan data-data 53% adalah usia kurang lebih 18-30 yang sangat produktif,&amp;rdquo; ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Webinar, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga: 24 Juta Pekerja Kehilangan Jam Kerja, Rp360 Triliun Gagal Masuk Kantong
 
Di lain sisi, selama pandemi Covid-19 berlangsung pemerintah juga mencatat adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia. Jumlah itu, terdiri dari 3,5 juta karyawan sejumlah perusahaan yang dirumahkan. &quot;Banyak yang kehilangan lapangan kerja. Sekarang yang dirumahkan terus bertambah ada 3,5 juta,&quot; kata dia.
Meningkatnya tingkat pengangguran di Tanah Air pun menjadi konsentrasi pemerintah. Mantan Bos Inter Milan Itu menyebut, rumusan program-program baru pemerintah pun diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemerintah, kata dia, akan menghindari persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Karena hal itu memperlambat program pengentasan pengangguran itu sendiri.
&quot;Seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan,&quot; ujarnya.Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut,  tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah  mencapai 29,12 juta.
Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera diselesaikan dengan  cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu,  angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.
&amp;ldquo;Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita  lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 itu adalah orang  yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu  ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah,&amp;rdquo; ujarnya</content:encoded></item></channel></rss>
