<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran KPR Turun di Akhir 2020 Efek Corona</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Desember 2020 sedikit melambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona"/><item><title>Penyaluran KPR Turun di Akhir 2020 Efek Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona-1ZHmzqYHY6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit Properti Turun pada Desember 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/470/2348914/penyaluran-kpr-turun-di-akhir-2020-efek-corona-1ZHmzqYHY6.jpg</image><title>Kredit Properti Turun pada Desember 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Desember 2020 sedikit melambat. Tercatat kredit November 2020 sebesar 3,7% turun menjadi 3,6% pada Desember.
Perlambatan itu utamanya dipicu  pada kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA).
Baca Juga:&amp;nbsp;Siap-Siap, BI Bakal Razia Suku Bunga Bank yang Masih Tinggi
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) melambat dari 3,6% pada November 2020 menjadi 3,4% di Desember 2020.
&quot;Perlambatan ini didorong oleh KPR tipe 22 sampai 70 di Jawa Barat dan Jawa Timur,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Minta Bankir Hati-Hati dalam Restrukturisasi Kredit
Sementara itu, kredit  real estate tercatat melambat dari 4,3% pada November 2020 menjadi 2,1% di Desember 2020. Perlambatan ini disebabkan gedung perkantoran di DKI Jakarta dan Banten. Disisi lain kredit kontruksi meningkat dari 3,6% menjadi 4,5%.


Sementara itu, kredit kepada UMKM mencatat penurunan yang lebih dalam dari minus 2,0% (yoy) terutama pada skala usaha mikor. Di sisi lain kredit usaha kecil dan menengah menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 3,5% dan 0,5%.
&quot;Berdasarkan jenis pengunaannya yaitu penurunan krediy UMKM terutama disebabkan oleh jenis penggunaan investasi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Desember 2020 sedikit melambat. Tercatat kredit November 2020 sebesar 3,7% turun menjadi 3,6% pada Desember.
Perlambatan itu utamanya dipicu  pada kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA).
Baca Juga:&amp;nbsp;Siap-Siap, BI Bakal Razia Suku Bunga Bank yang Masih Tinggi
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) melambat dari 3,6% pada November 2020 menjadi 3,4% di Desember 2020.
&quot;Perlambatan ini didorong oleh KPR tipe 22 sampai 70 di Jawa Barat dan Jawa Timur,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Minta Bankir Hati-Hati dalam Restrukturisasi Kredit
Sementara itu, kredit  real estate tercatat melambat dari 4,3% pada November 2020 menjadi 2,1% di Desember 2020. Perlambatan ini disebabkan gedung perkantoran di DKI Jakarta dan Banten. Disisi lain kredit kontruksi meningkat dari 3,6% menjadi 4,5%.


Sementara itu, kredit kepada UMKM mencatat penurunan yang lebih dalam dari minus 2,0% (yoy) terutama pada skala usaha mikor. Di sisi lain kredit usaha kecil dan menengah menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 3,5% dan 0,5%.
&quot;Berdasarkan jenis pengunaannya yaitu penurunan krediy UMKM terutama disebabkan oleh jenis penggunaan investasi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
