<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Remajakan 180.000 Hektare Sawit, Menko Airlangga Kucurkan Rp5,56 Triliun</title><description>Berkomitmen untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah komoditas strategis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun"/><item><title>Remajakan 180.000 Hektare Sawit, Menko Airlangga Kucurkan Rp5,56 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun-dqQYvB3T9B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebun Sawit (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/320/2349440/remajakan-180-000-hektare-sawit-menko-airlangga-kucurkan-rp5-56-triliun-dqQYvB3T9B.jpg</image><title>Kebun Sawit (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tetap berkomitmen untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah komoditas strategis nasional di masa pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan yang utama adalah pemenuhan target peremajaan sawit rakyat pada tahun 2021 seluas 180.000 hektare dengan alokasi dana sebesar Rp5,567 triliun.

&quot;Untuk mencapai target tersebut, BPDPKS bersama seluruh pemangku kepentingan industri sawit akan menyusun mekanisme peremajaan sawit rakyat yang lebih efektif dan efisien,&quot; ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kampanye Anti Kelapa Sawit, Indonesia Buktikan di Sidang WTO&amp;nbsp;
Di samping itu, Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk mendukung program biodiesel (B30) pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL.

&quot;Komitmen pemerintah ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga CPO dan menjaga surplus neraca perdagangan non migas yang sekitar 12% berasal dari ekspor produk sawit dan turunannya,&quot; katanya

Dengan demikian target 23% bauran energi berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) diharapkan dapat tercapai.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tetap berkomitmen untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah komoditas strategis nasional di masa pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan yang utama adalah pemenuhan target peremajaan sawit rakyat pada tahun 2021 seluas 180.000 hektare dengan alokasi dana sebesar Rp5,567 triliun.

&quot;Untuk mencapai target tersebut, BPDPKS bersama seluruh pemangku kepentingan industri sawit akan menyusun mekanisme peremajaan sawit rakyat yang lebih efektif dan efisien,&quot; ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kampanye Anti Kelapa Sawit, Indonesia Buktikan di Sidang WTO&amp;nbsp;
Di samping itu, Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk mendukung program biodiesel (B30) pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL.

&quot;Komitmen pemerintah ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga CPO dan menjaga surplus neraca perdagangan non migas yang sekitar 12% berasal dari ekspor produk sawit dan turunannya,&quot; katanya

Dengan demikian target 23% bauran energi berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) diharapkan dapat tercapai.</content:encoded></item></channel></rss>
