<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kisah Bule Belanda Banting Setir Jualan Mi Ayam Rp7.000 demi Menyambung Hidup</title><description>Warung mi ayam cukup mudah ditemukan hampir di setiap pinggir jalan kota Yogyakarta</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup"/><item><title>   Kisah Bule Belanda Banting Setir Jualan Mi Ayam Rp7.000 demi Menyambung Hidup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/23/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup-ZjNUXGtKMx.png" expression="full" type="image/jpeg">Bule Jualan Mi Ayam (Foto: KRJogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/455/2349181/kisah-bule-belanda-banting-setir-jualan-mi-ayam-rp7-000-demi-menyambung-hidup-ZjNUXGtKMx.png</image><title>Bule Jualan Mi Ayam (Foto: KRJogja)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Warung mi ayam cukup mudah ditemukan hampir di setiap pinggir jalan kota Yogyakarta. Namun, baru baru ini sebuah warung mi ayam mendadak viral dan dibicarakan banyak warganet. Hal ini karena penjualnya merupakan seorang turis atau bule.

Dia adalah Charlotte Peeters, warga negara Belanda. Perempuan yang biasa disapa &amp;lsquo;Mbak Charlie&amp;rsquo; ini sudah tinggal di Yogyakarta selama 11 tahun.

Mbak Charlie menceritakan pertama kali berjualan mi ayam pada 17 Agustus 2020 lalu. Saat itu, usaha pariwisata yang dikelola bersama suaminya Arya Andika Widyadana, mulai sepi karena pandemi Covid-19.

Sejak itu, dia dan suami mulai beralih ke bisnis kuliner. Sebuah ruang di kompleks Moses Gatotkaca yang sebelumnya digunakan sebagai garasi dan tempat menginap karyawan, disulap menjadi tempat jualan mi ayam.

&amp;ldquo;Kami terpaksa harus rumahkan karyawan karena pandemi, jadi kami ubah ruang ini jadi tempat jualan mi ayam. Kami berinama Mi Ayam Bakso Telolet,&amp;rdquo; ungkap Charlie, dikutip Jumat (22/1/2021).

Baca Selengkapnya: Viral Bule Jualan Mi Ayam Rp7.000 demi Bertahan Hidup, Ini Kisahnya


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Warung mi ayam cukup mudah ditemukan hampir di setiap pinggir jalan kota Yogyakarta. Namun, baru baru ini sebuah warung mi ayam mendadak viral dan dibicarakan banyak warganet. Hal ini karena penjualnya merupakan seorang turis atau bule.

Dia adalah Charlotte Peeters, warga negara Belanda. Perempuan yang biasa disapa &amp;lsquo;Mbak Charlie&amp;rsquo; ini sudah tinggal di Yogyakarta selama 11 tahun.

Mbak Charlie menceritakan pertama kali berjualan mi ayam pada 17 Agustus 2020 lalu. Saat itu, usaha pariwisata yang dikelola bersama suaminya Arya Andika Widyadana, mulai sepi karena pandemi Covid-19.

Sejak itu, dia dan suami mulai beralih ke bisnis kuliner. Sebuah ruang di kompleks Moses Gatotkaca yang sebelumnya digunakan sebagai garasi dan tempat menginap karyawan, disulap menjadi tempat jualan mi ayam.

&amp;ldquo;Kami terpaksa harus rumahkan karyawan karena pandemi, jadi kami ubah ruang ini jadi tempat jualan mi ayam. Kami berinama Mi Ayam Bakso Telolet,&amp;rdquo; ungkap Charlie, dikutip Jumat (22/1/2021).

Baca Selengkapnya: Viral Bule Jualan Mi Ayam Rp7.000 demi Bertahan Hidup, Ini Kisahnya


</content:encoded></item></channel></rss>
