<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Saham Big Hit di Tengah Euforia BTS</title><description>Big Hit Entertainment (BHE), perusahaan manajemen superstar boygroup K-pop BTS, justru mengalami booming pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts"/><item><title>Menakar Saham Big Hit di Tengah Euforia BTS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts</guid><pubDate>Minggu 24 Januari 2021 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts-y7M5yMwLJY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTS (Foto: Big Hit Entertainment)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/24/278/2350003/menakar-saham-big-hit-di-tengah-euforia-bts-y7M5yMwLJY.jpg</image><title>BTS (Foto: Big Hit Entertainment)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 telah berimbas secara multidimensi, tanpa terkecuali bagi industri musik. Namun, Big Hit Entertainment (BHE), perusahaan manajemen superstar boygroup K-pop BTS, justru mengalami booming pada tahun 2020.
Dilansir dari Variety, Minggu (24/1/2021), BTS mulai menembus pasar musik Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu. Mereka berhasil mendapatkan peringkat No. 1 di Billboard Hot 100, keuntungan besar-besaran dari YouTube, nominasi Grammy, dan penjualan album dengan waktu yang cepat.
Baca Juga: Segini Kekayaan Anggota BTS, Siapa yang Paling Kaya?
 
Meledaknya single hits BTS yang berjudul &quot;Dynamite,&quot; bertepatan dengan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) BHE. Walhasil sentimen ini menjadi dewi forutuna pada pertengahan Oktober 2020 bagi saham BHE.
Kala itu, harga saham ditawarkan di atas proyeksi, senilai KRW135.000 atau sekitar USD122, yang juga setara dengan Rp1,7 juta (kurs Rp 14,021.11 per USD) per unit.
Baca Juga:Tampilan Perdana Big Hit Entertainment Guncang Lantai Bursa
 
Investor ritel asal Korea mengalami permohonan 600 kali lipat dari porsi yang dialokasikan kepada mereka.
Pada perdagangan awal, saham BHE pun melonjak tinggi di harga KRW258,000. Hal ini didorong oleh euforia dan aksi penggemar BTS yang rela membeli saham dengan harga berapa pun juga.
Namun, di hari berikutnya harga saham justru jatuh ke KRW199.000. Sekitar 23% lebih rendah dari puncak perdagangan hari pertama. Pada akhir Oktober, saham kembali terpersok ke KRW144.000.Meski begitu, pendiri BHE Bang Si-hyuk, yang secara pribadi memiliki  36% saham di perusahaan tersebut, masih merupakan seorang  multi-miliuner. Bahkan anggota BTS telah melihat alokasi saham pribadi  mereka masing-masing meningkat nilainya menjadi KRW13,2 miliar, atau  setara USD12 juta atau sekitar Rp168 miliar (kurs Rp14,021.11 per USD).
Namun, banyak pakar mempertanyakan apakah saham BHE patut dinilai  lebih tinggi dari tiga agensi bakat terkemuka Korea lainnya, seperti JYP  Entertainment, YG Entertainment dan SM Entertainment. Jika  dibandingkan, ketiga perusahaan tersebut memiliki portofolio artis yang  lebih besar. Sekadar diketahui, lebih dari 90% pendapatan tahun 2019 BHE  berasal dari BTS.
Kendati demikian BHE terus berupaya untuk melakukan diversifikasi,  melalui kesuksesan artis-artis lainnya seperti Together X Tomorrow, dan  akuisisi Pledis Entertainment pada pertengahan tahun. Meskipun  perusahaan tersebut kemungkinan tidak akan melepaskan ketergantungannya  pada BTS.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi Covid-19 telah berimbas secara multidimensi, tanpa terkecuali bagi industri musik. Namun, Big Hit Entertainment (BHE), perusahaan manajemen superstar boygroup K-pop BTS, justru mengalami booming pada tahun 2020.
Dilansir dari Variety, Minggu (24/1/2021), BTS mulai menembus pasar musik Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu. Mereka berhasil mendapatkan peringkat No. 1 di Billboard Hot 100, keuntungan besar-besaran dari YouTube, nominasi Grammy, dan penjualan album dengan waktu yang cepat.
Baca Juga: Segini Kekayaan Anggota BTS, Siapa yang Paling Kaya?
 
Meledaknya single hits BTS yang berjudul &quot;Dynamite,&quot; bertepatan dengan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) BHE. Walhasil sentimen ini menjadi dewi forutuna pada pertengahan Oktober 2020 bagi saham BHE.
Kala itu, harga saham ditawarkan di atas proyeksi, senilai KRW135.000 atau sekitar USD122, yang juga setara dengan Rp1,7 juta (kurs Rp 14,021.11 per USD) per unit.
Baca Juga:Tampilan Perdana Big Hit Entertainment Guncang Lantai Bursa
 
Investor ritel asal Korea mengalami permohonan 600 kali lipat dari porsi yang dialokasikan kepada mereka.
Pada perdagangan awal, saham BHE pun melonjak tinggi di harga KRW258,000. Hal ini didorong oleh euforia dan aksi penggemar BTS yang rela membeli saham dengan harga berapa pun juga.
Namun, di hari berikutnya harga saham justru jatuh ke KRW199.000. Sekitar 23% lebih rendah dari puncak perdagangan hari pertama. Pada akhir Oktober, saham kembali terpersok ke KRW144.000.Meski begitu, pendiri BHE Bang Si-hyuk, yang secara pribadi memiliki  36% saham di perusahaan tersebut, masih merupakan seorang  multi-miliuner. Bahkan anggota BTS telah melihat alokasi saham pribadi  mereka masing-masing meningkat nilainya menjadi KRW13,2 miliar, atau  setara USD12 juta atau sekitar Rp168 miliar (kurs Rp14,021.11 per USD).
Namun, banyak pakar mempertanyakan apakah saham BHE patut dinilai  lebih tinggi dari tiga agensi bakat terkemuka Korea lainnya, seperti JYP  Entertainment, YG Entertainment dan SM Entertainment. Jika  dibandingkan, ketiga perusahaan tersebut memiliki portofolio artis yang  lebih besar. Sekadar diketahui, lebih dari 90% pendapatan tahun 2019 BHE  berasal dari BTS.
Kendati demikian BHE terus berupaya untuk melakukan diversifikasi,  melalui kesuksesan artis-artis lainnya seperti Together X Tomorrow, dan  akuisisi Pledis Entertainment pada pertengahan tahun. Meskipun  perusahaan tersebut kemungkinan tidak akan melepaskan ketergantungannya  pada BTS.</content:encoded></item></channel></rss>
