<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Investasi 2020 Capai Rp826,3 Rriliun, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?</title><description>BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp826,3 triliun atau tumbuh 2,1% year on year</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri"/><item><title>Realisasi Investasi 2020 Capai Rp826,3 Rriliun, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 25 Januari 2021 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri-fwtM3jkb8W.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi Investasi RI 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/25/320/2350303/realisasi-investasi-2020-capai-rp826-3-rriliun-apa-efeknya-ke-ekonomi-ri-fwtM3jkb8W.jpeg</image><title>Realisasi Investasi RI 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp826,3 triliun atau tumbuh 2,1% year on year (yoy).
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan,  kenaikan investasi masih ditopang oleh investasi dalam negeri. Artinya belum bisa selamatkan dari ekonomi yang negatif pada akhir tahun 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Investasi Capai Rp214 Triliun, Investor Asing Semakin Banyak
&quot;Ini bisa ditelusuri dari proyek infrastruktur pemerintah yang tetap berjalan meski ada pandemi. Sementara investasi asing tercatat mengalami kontraksi,&quot; kata  Bhima, Senin (25/1/2021)
Jadi belum bisa dikatakan realisasi investasi positif jika investasinya masih bersumber dari proyek pemerintah. Pada kuartal I-2021 bisa membuat realisasi kembali menurun karena adanya pembatasan sosial di Jawa dan  Bali  dan pelarangan wna masuk ke Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Emas Jadi Pilihan Investasi yang Paling Populer, Ini Alasannya
&quot;Padahal banyak mesin-mesin pabrik yang menunggu teknisi TKA datang tapi terhambat pembatasan sosial,&quot; tandasnya.
Saat ini, realisasi khusus pada kuartal IV-2020 adalah Rp 214,7 triliun, naik 2,7% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan naik 3,1% dari kuartal yang sama tahun 2019.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp103,6 triliun (48,3%) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp111,1 triliun (51,7%).
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi PMDN pada kuartal IV-2020 meningkat sebesar 0,7%. Sedangkan, investasi PMA pada naik tersebut naik 5,5%.
&quot;Yang menarik, PMA lebih tinggi dari PMDN, baik secara kuartal atau year on year (yoy),&quot; katanya.
Dia menjelaskan, tingginya PMA dibandingkan dengan PMDN pada kuartal IV didorong atas adanya vaksin. Selain itu, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan dampak positif bagi investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp826,3 triliun atau tumbuh 2,1% year on year (yoy).
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan,  kenaikan investasi masih ditopang oleh investasi dalam negeri. Artinya belum bisa selamatkan dari ekonomi yang negatif pada akhir tahun 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Investasi Capai Rp214 Triliun, Investor Asing Semakin Banyak
&quot;Ini bisa ditelusuri dari proyek infrastruktur pemerintah yang tetap berjalan meski ada pandemi. Sementara investasi asing tercatat mengalami kontraksi,&quot; kata  Bhima, Senin (25/1/2021)
Jadi belum bisa dikatakan realisasi investasi positif jika investasinya masih bersumber dari proyek pemerintah. Pada kuartal I-2021 bisa membuat realisasi kembali menurun karena adanya pembatasan sosial di Jawa dan  Bali  dan pelarangan wna masuk ke Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Emas Jadi Pilihan Investasi yang Paling Populer, Ini Alasannya
&quot;Padahal banyak mesin-mesin pabrik yang menunggu teknisi TKA datang tapi terhambat pembatasan sosial,&quot; tandasnya.
Saat ini, realisasi khusus pada kuartal IV-2020 adalah Rp 214,7 triliun, naik 2,7% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan naik 3,1% dari kuartal yang sama tahun 2019.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp103,6 triliun (48,3%) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp111,1 triliun (51,7%).
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi PMDN pada kuartal IV-2020 meningkat sebesar 0,7%. Sedangkan, investasi PMA pada naik tersebut naik 5,5%.
&quot;Yang menarik, PMA lebih tinggi dari PMDN, baik secara kuartal atau year on year (yoy),&quot; katanya.
Dia menjelaskan, tingginya PMA dibandingkan dengan PMDN pada kuartal IV didorong atas adanya vaksin. Selain itu, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan dampak positif bagi investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
