<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Ratusan Triliunan Rupiah, Ini Pesan Wapres saat Kelola Wakaf</title><description>Wapres Maruf Amin mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia potensi wakaf Indonesia Rp180 triliun per tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf"/><item><title>Potensi Ratusan Triliunan Rupiah, Ini Pesan Wapres saat Kelola Wakaf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf</guid><pubDate>Senin 25 Januari 2021 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf-0MkqhAIrjm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/25/320/2350363/potensi-ratusan-triliunan-rupiah-ini-pesan-wapres-saat-kelola-wakaf-0MkqhAIrjm.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) bahwa potensi wakaf Indonesia Rp180 triliun per tahun. Namun, potensi wakaf yang besar ini belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
&amp;ldquo;Selain itu, pemanfaatan wakaf masih lebih banyak digunakan untuk bidang sosial peribadatan, yaitu untuk penyediaan Masjid, Madrasah dan Makam (3M),&amp;rdquo; katanya di Istana Negara, Senin (25/1/2021).
Menurutnya gerakan nasional wakaf uang yang akan presiden menandai dimulainya transformasi pelaksanaan wakaf. Seperti diketahui pagi tadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan gerakan nasional wakaf uang.
Wapres mengatakan dengan transformasi ini diperlukan pengelola wakaf yang profesional. Dalam hal ini berkompeten dan berkualitas.
&amp;ldquo;Transformasi pengelolaan wakaf uang memerlukan nazir, atau penerima dan pengelola wakaf yang kompeten dan berkualitas,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia ingin agar para pengelola wakaf distandarisasi dan memiliki komite investasi. Dengan begitu dapat memastikan investasi mana yang aman untuk uang wakaf.
Baca Juga: Wapres Sayangkan Potensi Wakaf Rp180 Triliun per Tahun Belum Dimanfaatkan&amp;ldquo;Para nazir harus distandarisasi dengan uji kompetensi sebagai nazir  wakaf uang. Para nazir harus memiliki komite investasi yang dapat  memutuskan investasi yang aman dan menguntungkan dalam pengelolaan wakaf  uang, sekaligus para nazir juga harus amanah dalam menjaga kepercayaan  dari para wakif,&amp;rdquo; paparnya.
Dia juga meminta BWI untuk terus melakukan pengawasan dan  pembinaan terhadap para nazir. Dia ingin agar BWI lebih memposisikan  diri sebagai regulator pelaksanaan wakaf di Indonesia.
&amp;ldquo;Pengelolaan wakaf uang juga memerlukan dukungan kerjasama dengan  para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam  portofolio investasi investasi yang aman. Mendatangkan keuntungan atau  imbal hasil yang optimal, serta memberikan dampak peningkatan pada  pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Wapres Sebut Kemiskinan dan Ketimpangan Segera Terlihat akibat Pandemi Covid-19</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) bahwa potensi wakaf Indonesia Rp180 triliun per tahun. Namun, potensi wakaf yang besar ini belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
&amp;ldquo;Selain itu, pemanfaatan wakaf masih lebih banyak digunakan untuk bidang sosial peribadatan, yaitu untuk penyediaan Masjid, Madrasah dan Makam (3M),&amp;rdquo; katanya di Istana Negara, Senin (25/1/2021).
Menurutnya gerakan nasional wakaf uang yang akan presiden menandai dimulainya transformasi pelaksanaan wakaf. Seperti diketahui pagi tadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan gerakan nasional wakaf uang.
Wapres mengatakan dengan transformasi ini diperlukan pengelola wakaf yang profesional. Dalam hal ini berkompeten dan berkualitas.
&amp;ldquo;Transformasi pengelolaan wakaf uang memerlukan nazir, atau penerima dan pengelola wakaf yang kompeten dan berkualitas,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia ingin agar para pengelola wakaf distandarisasi dan memiliki komite investasi. Dengan begitu dapat memastikan investasi mana yang aman untuk uang wakaf.
Baca Juga: Wapres Sayangkan Potensi Wakaf Rp180 Triliun per Tahun Belum Dimanfaatkan&amp;ldquo;Para nazir harus distandarisasi dengan uji kompetensi sebagai nazir  wakaf uang. Para nazir harus memiliki komite investasi yang dapat  memutuskan investasi yang aman dan menguntungkan dalam pengelolaan wakaf  uang, sekaligus para nazir juga harus amanah dalam menjaga kepercayaan  dari para wakif,&amp;rdquo; paparnya.
Dia juga meminta BWI untuk terus melakukan pengawasan dan  pembinaan terhadap para nazir. Dia ingin agar BWI lebih memposisikan  diri sebagai regulator pelaksanaan wakaf di Indonesia.
&amp;ldquo;Pengelolaan wakaf uang juga memerlukan dukungan kerjasama dengan  para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam  portofolio investasi investasi yang aman. Mendatangkan keuntungan atau  imbal hasil yang optimal, serta memberikan dampak peningkatan pada  pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Wapres Sebut Kemiskinan dan Ketimpangan Segera Terlihat akibat Pandemi Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
