<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Bisa Cuan saat Imlek, Pengrajin Kue Keranjang Berhenti Produksi Selama Pandemi</title><description>Sejumlah pengrajin kue keranjang di Kota Solo terpaksa menghentikan produksi akibat pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi"/><item><title>Tak Bisa Cuan saat Imlek, Pengrajin Kue Keranjang Berhenti Produksi Selama Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi</guid><pubDate>Selasa 26 Januari 2021 18:39 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi-odfm0ia0WB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/26/455/2351233/tak-bisa-cuan-saat-imlek-pengrajin-kue-keranjang-berhenti-produksi-selama-pandemi-odfm0ia0WB.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pengrajin kue keranjang di Kota Solo terpaksa menghentikan produksi akibat pandemi covid-19. Kue keranjang adalah salah satu panganan khas saat Hari Raya Imlek
&quot;Tahun ini 'nggak' buat dulu karena ada pandemi,&quot; kata salah satu pengrajin Kalista Putri Meidi dilansir dari Antara, Selasa (26/1/2021).
Pemilik toko Dua Naga Mas ini memilih tidak melakukan produksi karena banyak tenaga produksi berasal dari luar daerah sehingga dikhawatirkan berdampak pada penyebaran virus yang makin luas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Buka Usaha
&quot;Biasanya pegawai saya sampai 20 orang, tetapi memang kebanyakan dari luar kota. Kalau untuk produksinya biasanya jelang Imlek begini sampai 4 ton,&quot; katanya.
Dia mengatakan sebetulnya permintaan masih cukup banyak. Bahkan, hingga saat ini ia banyak menerima telepon dari pelanggan luar kota yang biasanya memesan di tempatnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMi8wNi81LzExODUxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Biasanya kan pesan dulu, baru kami antar ke sana. Ini banyak yang tanya, banyak yang telepon. Tetapi ya pertimbangannya itu tadi,&quot; katanya.
Sementara itu, pengrajin lain Ratna Sari Tania mengatakan saat ini mengurangi volume produksi kue keranjang. Jika di tahun-tahun sebelumnya jelang perayaan Imlek, ia bisa memasak adonan kue keranjang hingga sepuluh kali masakan per hari, untuk saat ini hanya sekitar lima masakan/hari.
&quot;Untuk satu masakan itu bisa 1 kuintal. Jadi tahun ini berkurang sekali,&quot; katanya.
Meski demikian, ia tidak ingin mengurangi kualitas dari kue keranjang  yang diproduksinya mengingat ia memiliki banyak konsumen yang selama  ini berlangganan di tempat usahanya.
&quot;Sedikit maupun banyak pesanan tetap kami produksi. Untuk satu kali  masakan waktu produksinya bisa sampai 12 jam agar gula pasir berubah  warna dan jadi karamel. Kami tidak mau pakai pewarna,&quot; katanya.
Bahkan, dikatakannya, dengan cara produksi tersebut kue keranjang miliknya bisa bertahan hingga enam bulan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pengrajin kue keranjang di Kota Solo terpaksa menghentikan produksi akibat pandemi covid-19. Kue keranjang adalah salah satu panganan khas saat Hari Raya Imlek
&quot;Tahun ini 'nggak' buat dulu karena ada pandemi,&quot; kata salah satu pengrajin Kalista Putri Meidi dilansir dari Antara, Selasa (26/1/2021).
Pemilik toko Dua Naga Mas ini memilih tidak melakukan produksi karena banyak tenaga produksi berasal dari luar daerah sehingga dikhawatirkan berdampak pada penyebaran virus yang makin luas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Buka Usaha
&quot;Biasanya pegawai saya sampai 20 orang, tetapi memang kebanyakan dari luar kota. Kalau untuk produksinya biasanya jelang Imlek begini sampai 4 ton,&quot; katanya.
Dia mengatakan sebetulnya permintaan masih cukup banyak. Bahkan, hingga saat ini ia banyak menerima telepon dari pelanggan luar kota yang biasanya memesan di tempatnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMi8wNi81LzExODUxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Biasanya kan pesan dulu, baru kami antar ke sana. Ini banyak yang tanya, banyak yang telepon. Tetapi ya pertimbangannya itu tadi,&quot; katanya.
Sementara itu, pengrajin lain Ratna Sari Tania mengatakan saat ini mengurangi volume produksi kue keranjang. Jika di tahun-tahun sebelumnya jelang perayaan Imlek, ia bisa memasak adonan kue keranjang hingga sepuluh kali masakan per hari, untuk saat ini hanya sekitar lima masakan/hari.
&quot;Untuk satu masakan itu bisa 1 kuintal. Jadi tahun ini berkurang sekali,&quot; katanya.
Meski demikian, ia tidak ingin mengurangi kualitas dari kue keranjang  yang diproduksinya mengingat ia memiliki banyak konsumen yang selama  ini berlangganan di tempat usahanya.
&quot;Sedikit maupun banyak pesanan tetap kami produksi. Untuk satu kali  masakan waktu produksinya bisa sampai 12 jam agar gula pasir berubah  warna dan jadi karamel. Kami tidak mau pakai pewarna,&quot; katanya.
Bahkan, dikatakannya, dengan cara produksi tersebut kue keranjang miliknya bisa bertahan hingga enam bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
