<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Beberkan Perbedaan IDX-IC dengan JASICA</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan IDX Industrial Classification atau IDX-IC sejak hari senin lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica"/><item><title>BEI Beberkan Perbedaan IDX-IC dengan JASICA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica-4TVRzi9xSw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/278/2351802/bei-beberkan-perbedaan-idx-ic-dengan-jasica-4TVRzi9xSw.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan IDX Industrial Classification atau IDX-IC sejak hari senin lalu.  Dengan klasifikasi industri, artinya menggantikan yang lama yakni Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) yang sudah digunakan sejak tahun 1996.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, implementasi IDX-IC ini dikembangkan untuk menjawab perkembangan perekonomian Indonesia. Karena makin berkembang, maka semakin banyak juga jenis industri dari perusahaan yang tercatat di bursa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Uang Panas untuk Trading Saham, Apa Itu?
&amp;ldquo;Implementasi IDX IC merupakan klasifikasi perusahaan baru untuk perusahaan tercatat yang dikembangkan untuk menjawab perkembangan perekonomian Indonesia yang sekarang banyak sekali tumbuh industri-industri baru,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara market review IDX-Channel, Rabu (27/1/2021).

Menurut Denny, ada beberapa perbedaan antara IDX-IC dan JASICA. Misalnya adalah dari sisi prinsip yang sudah sangat berbeda karena IDX-IC menggunakan prinsip eksposur pasar dan JASICA menggunakan aktivitas ekonomi atau kegiatan yang dilakukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 10 Indeks Sektoral Penopang IHSG Bakal Berubah, Ini Gantinya
&amp;ldquo;Kalau untuk perbedaannya dari prinsipnya dahulu prinsipnya sangat berbeda. Kalau JASICA mengacu prinsip kegiatan yang dilakukan. Misalkan yang pertambangan itu kegiatan menambang. Kalau IDX-IC itu kita menggunakan eksposur pasar,&amp;rdquo; jelasnya.Perbedaan yang kedua adalah terletak pada struktur klasifikasi di  mana JASICA hanya ada dua tingkat yakni sektor dan subsektor. Sedangkan  IDX-IC ada empat tingkatan yang terdiri dari 12 sektor, 35 sub-sektor,  69 industri, 130 sub industri.

&amp;ldquo;Kedua detailnya klasifikasi ada dalam IDX-IC. Kalau sebelumnya  JASICA itu hanya dua klasifikasi yaitu sektor dan subsektor. Sedangkan  IDX-IC kita ada empat tingkat nah ini klasifikasinya sangat detail,&amp;rdquo;  jelasnya.

Selain itu, jumlah indeksnya juga ikut mengalami perubahan. Untuk  JASICA ada sekitar 10 indeks yang terdiri dari Pertambangan, Barang  konsumsi, Perkebunan, Industri dasar dan kimia, Aneka industri,  Properti, real estate, dan konstruksi, Infrastruktur, utilitas, dan  transportasi, Keuangan, Perdagangan, jasa, dan investasi, dan yang  terakhir Manufaktur

Sedangkan di IDX-IC ada beberapa perubahan dengan memunculkan  beberapa sektor baru dengan memiliki 11 indeks dan 1 produk investasi.  Adapun rinciannya adalah Energi, Barang baku, Perindustrian, Barang  konsumen primer, Barang konsumen non-primer, Kesehatan, Keuangan,  Properti dan real estate, Teknologi, Infrastruktur, Transportasi dan  logistik, dan yang terakhir  Produk investasi tercatat.

&amp;ldquo;Seperti kita tahun perusahaan perusahaan it sekarang sudah banyak  sekali. Kita tambahkan sektor baru yaitu sektor teknologi kita harapkan  lebih banyak lagi perusahaan yang listing di bursa,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan IDX Industrial Classification atau IDX-IC sejak hari senin lalu.  Dengan klasifikasi industri, artinya menggantikan yang lama yakni Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) yang sudah digunakan sejak tahun 1996.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, implementasi IDX-IC ini dikembangkan untuk menjawab perkembangan perekonomian Indonesia. Karena makin berkembang, maka semakin banyak juga jenis industri dari perusahaan yang tercatat di bursa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Uang Panas untuk Trading Saham, Apa Itu?
&amp;ldquo;Implementasi IDX IC merupakan klasifikasi perusahaan baru untuk perusahaan tercatat yang dikembangkan untuk menjawab perkembangan perekonomian Indonesia yang sekarang banyak sekali tumbuh industri-industri baru,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara market review IDX-Channel, Rabu (27/1/2021).

Menurut Denny, ada beberapa perbedaan antara IDX-IC dan JASICA. Misalnya adalah dari sisi prinsip yang sudah sangat berbeda karena IDX-IC menggunakan prinsip eksposur pasar dan JASICA menggunakan aktivitas ekonomi atau kegiatan yang dilakukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 10 Indeks Sektoral Penopang IHSG Bakal Berubah, Ini Gantinya
&amp;ldquo;Kalau untuk perbedaannya dari prinsipnya dahulu prinsipnya sangat berbeda. Kalau JASICA mengacu prinsip kegiatan yang dilakukan. Misalkan yang pertambangan itu kegiatan menambang. Kalau IDX-IC itu kita menggunakan eksposur pasar,&amp;rdquo; jelasnya.Perbedaan yang kedua adalah terletak pada struktur klasifikasi di  mana JASICA hanya ada dua tingkat yakni sektor dan subsektor. Sedangkan  IDX-IC ada empat tingkatan yang terdiri dari 12 sektor, 35 sub-sektor,  69 industri, 130 sub industri.

&amp;ldquo;Kedua detailnya klasifikasi ada dalam IDX-IC. Kalau sebelumnya  JASICA itu hanya dua klasifikasi yaitu sektor dan subsektor. Sedangkan  IDX-IC kita ada empat tingkat nah ini klasifikasinya sangat detail,&amp;rdquo;  jelasnya.

Selain itu, jumlah indeksnya juga ikut mengalami perubahan. Untuk  JASICA ada sekitar 10 indeks yang terdiri dari Pertambangan, Barang  konsumsi, Perkebunan, Industri dasar dan kimia, Aneka industri,  Properti, real estate, dan konstruksi, Infrastruktur, utilitas, dan  transportasi, Keuangan, Perdagangan, jasa, dan investasi, dan yang  terakhir Manufaktur

Sedangkan di IDX-IC ada beberapa perubahan dengan memunculkan  beberapa sektor baru dengan memiliki 11 indeks dan 1 produk investasi.  Adapun rinciannya adalah Energi, Barang baku, Perindustrian, Barang  konsumen primer, Barang konsumen non-primer, Kesehatan, Keuangan,  Properti dan real estate, Teknologi, Infrastruktur, Transportasi dan  logistik, dan yang terakhir  Produk investasi tercatat.

&amp;ldquo;Seperti kita tahun perusahaan perusahaan it sekarang sudah banyak  sekali. Kita tambahkan sektor baru yaitu sektor teknologi kita harapkan  lebih banyak lagi perusahaan yang listing di bursa,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
