<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lantik Pejabat Baru, Erick Thohir Minta Tak Ada Lagi BUMN Salah Langkah</title><description>Erick Thohir melantik empat pejabat pimpinan Tinggi Madya atau setingkat Eselon I dan Pratama atau setingkat Eselon II.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah"/><item><title>Lantik Pejabat Baru, Erick Thohir Minta Tak Ada Lagi BUMN Salah Langkah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah-d7XqMrhU8j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351601/lantik-pejabat-baru-erick-thohir-minta-tak-ada-lagi-bumn-salah-langkah-d7XqMrhU8j.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melantik empat pejabat pimpinan Tinggi Madya atau setingkat Eselon I dan Pratama atau setingkat Eselon II. Erick juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Staf Khusus I Menteri BUMN.
Pelantikan dilaksanakan Rabu (27/1/2021), dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, dan Wakil BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, jajaran pejabat Eselon I dan II Kementerian BUMN serta sejumlah direksi perseroan plat merah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspadai Korupsi di BUMN, Erick Thohir Gandeng BPKP
Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2020 tanggal. Dalam Permen tersebut, Erick melantik Rabin Indrajad Hattari sebagai Staf Ahli Bidang Industri, serta Dwi Ary Purnomo sebagai Asdep Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Kementerian BUMN.
Dalam sambutannya, Menteri Erick menyampaikan, dengan pengangkatan Staf Ahli Bidang Industri, diharapkan insan BUMN maupun Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware dengan isu-isu terkait BUMN sektor industri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Utang Tiga BUMN Bengkak, Pengamat Nilai Wajar demi Pembangunan
&amp;ldquo;Saya berharap dengan pengangkatan Staf Ahli Bidang Industri, insan BUMN dan Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware terhadap isu-isu terkait BUMN kususnya di sektor industri, sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini. Selain itu, dengan dilantiknya Asisten Deputi Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang baru, diharapkan tidak ada lagi BUMN yang salah melangkah karena gagal menilai dan memitigasi risiko yang dimiliki perusahaan,&amp;rdquo; ujar Erick.
Menteri BUMN dalam kesempatan itu juga mengangkat Ardan Adiperdana sebagai Staf Khusus I Menteri BUMN. Menurut Erick, penambahan satu orang Staf Khusus dapat membantunya dalam pengembangan pengaturan perusahaan sehingga akan mendorong kinerja BUMN melalui peningkatan fleksibilitas dan akuntabilitas BUMN.&amp;ldquo;Saya ucapkan selamat kepada para pejabat yang telah diangkat dan  dilantik. Hendaknya Saudara dapat menjaga komitmen untuk terus  meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya beban dan tanggung  jawab Saudara sebagai aparatur negara,&amp;rdquo; kata dia.
Mantan Bos Inter Milan itu juga mengingatkan para petinggi  Kementerian BUMN terhadap tantangan yang dihadapi dalam mengelola BUMN  di tengah pandemi Covid-19. Situasi pandemi, lanjut dia, telah berdampak  secara signifikan terhadap kinerja BUMN di tahun 2020, termasuk dalam  hal Alur kas (cash flow), siklus bisnis, proyek-proyek dan beban hutang  hingga dividen BUMN.
Dengan situasi demikian, BUMN dituntut memiliki daya tahan  (resilience) yang tinggi sehingga kinerja tetap terjaga dan sekaligus  dapat mempertahankan perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Untuk itu, saya meminta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama  yang baru dilantik untuk dapat segera merapatkan barisan, bekerja sama  dalam membuat kebijakan di tengah kenormalan baru dan mengakselerasi  implementasi di lapangan agar BUMN dapat bertahan dan memberikan  pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kita sebagai aparat pemerintah harus  konsentrasi dan bertanggung jawab agar seluruh sumber daya dan kemampuan  BUMN menjadi salah satu motor terdepan dalam menyelesaikan permasalahan  bangsa,&amp;rdquo; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melantik empat pejabat pimpinan Tinggi Madya atau setingkat Eselon I dan Pratama atau setingkat Eselon II. Erick juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Staf Khusus I Menteri BUMN.
Pelantikan dilaksanakan Rabu (27/1/2021), dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, dan Wakil BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, jajaran pejabat Eselon I dan II Kementerian BUMN serta sejumlah direksi perseroan plat merah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspadai Korupsi di BUMN, Erick Thohir Gandeng BPKP
Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2020 tanggal. Dalam Permen tersebut, Erick melantik Rabin Indrajad Hattari sebagai Staf Ahli Bidang Industri, serta Dwi Ary Purnomo sebagai Asdep Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Kementerian BUMN.
Dalam sambutannya, Menteri Erick menyampaikan, dengan pengangkatan Staf Ahli Bidang Industri, diharapkan insan BUMN maupun Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware dengan isu-isu terkait BUMN sektor industri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Utang Tiga BUMN Bengkak, Pengamat Nilai Wajar demi Pembangunan
&amp;ldquo;Saya berharap dengan pengangkatan Staf Ahli Bidang Industri, insan BUMN dan Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware terhadap isu-isu terkait BUMN kususnya di sektor industri, sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini. Selain itu, dengan dilantiknya Asisten Deputi Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang baru, diharapkan tidak ada lagi BUMN yang salah melangkah karena gagal menilai dan memitigasi risiko yang dimiliki perusahaan,&amp;rdquo; ujar Erick.
Menteri BUMN dalam kesempatan itu juga mengangkat Ardan Adiperdana sebagai Staf Khusus I Menteri BUMN. Menurut Erick, penambahan satu orang Staf Khusus dapat membantunya dalam pengembangan pengaturan perusahaan sehingga akan mendorong kinerja BUMN melalui peningkatan fleksibilitas dan akuntabilitas BUMN.&amp;ldquo;Saya ucapkan selamat kepada para pejabat yang telah diangkat dan  dilantik. Hendaknya Saudara dapat menjaga komitmen untuk terus  meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya beban dan tanggung  jawab Saudara sebagai aparatur negara,&amp;rdquo; kata dia.
Mantan Bos Inter Milan itu juga mengingatkan para petinggi  Kementerian BUMN terhadap tantangan yang dihadapi dalam mengelola BUMN  di tengah pandemi Covid-19. Situasi pandemi, lanjut dia, telah berdampak  secara signifikan terhadap kinerja BUMN di tahun 2020, termasuk dalam  hal Alur kas (cash flow), siklus bisnis, proyek-proyek dan beban hutang  hingga dividen BUMN.
Dengan situasi demikian, BUMN dituntut memiliki daya tahan  (resilience) yang tinggi sehingga kinerja tetap terjaga dan sekaligus  dapat mempertahankan perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Untuk itu, saya meminta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama  yang baru dilantik untuk dapat segera merapatkan barisan, bekerja sama  dalam membuat kebijakan di tengah kenormalan baru dan mengakselerasi  implementasi di lapangan agar BUMN dapat bertahan dan memberikan  pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kita sebagai aparat pemerintah harus  konsentrasi dan bertanggung jawab agar seluruh sumber daya dan kemampuan  BUMN menjadi salah satu motor terdepan dalam menyelesaikan permasalahan  bangsa,&amp;rdquo; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
