<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Surplus, Ibarat Lari Maraton tapi Terkilir Kakinya</title><description>Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa surplus neraca perdagangan di 2020 bukanlah sesuatu yang baik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya"/><item><title>Neraca Dagang Surplus, Ibarat Lari Maraton tapi Terkilir Kakinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya-HgMrg11pVW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang 2020 Surplus. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351701/neraca-dagang-surplus-ibarat-lari-maraton-tapi-terkilir-kakinya-HgMrg11pVW.jpg</image><title>Neraca Dagang 2020 Surplus. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa surplus neraca perdagangan di 2020 bukanlah sesuatu yang baik. Bahkan  surplus ini menunjukkan  ekonomi Indonesia sedang melemah.
&quot;Ini bukan surplus sehat. Ibaratnya ekonomi kita ini kalau lagi lari maraton tapi sedang terkilir kakinya,&quot; ujar Lutfi dalam Webinar, Rabu (27/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Mendag Segera Perbaiki Tata Kelola Barang Impor
Dia menjelaskan, pada jumlah impor Indonesia menurun. Padahal impor itu merupakan produk bahan baku dan bahan penolong industri.
&quot;Ini kalau didiemin tidak baik, Jadi kalau domestik consumption kita turun, impor kita turun.&quot; jelasnya
Menurutnya,  rendahnya angka konsumsi karena banyak yang memilih untuk menaruh uang di bank ketimbang berbelanja, sehingga kegiatan ekonomi dan perdagangan tidak berjalan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan 2020 Surplus USD21,7 Miliar, Mendag: Sangat Mengkhawatirkan
&quot;Jadi sekarang bagaimana caranya? Kalau saya ingin bicara sama Ibu Sri Mulyani adalah untuk memberi insentif untuk memberikan kepercayaan kepada pasar agar orang mengkonsumsi dulu,&quot;  terangnya.
Dia menambahkan, jika konsumsi masyarakat sudah pulih maka akan ada pemasukan ke industri. sehingga sektor perdagangan Indonesia kembali bergerak.
&quot;Begitu mengonsumsi, kredit jalan lagi, beli mobil, beli sepeda motor, dan saya menjamin inflow daripada barang-barang bahan baku dan bahan penolong ini akan baik tata laksananya,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi82Ny8xMjQ2MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lutfi mencatat, sektor perdagangan Indonesia masih pada zona merah atau mengkhawatirkan. Hal itu dilihat dari surplus perdanganan Indonesia 2020 senilai USD21,7 miliar.
&quot;Hari ini (2020) surplus USD21,7 miliar, itu menurut saya sangat mengahawatirkan. Kenapa? Karena kalau kita lihat di situ ekspornya turun 2,6% meski non migas turun hanya 0,5%. Tetapi impornya turun lebih jahu menjadi 17,3%,&quot; ujarnya



Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Surplus USD21,7 Miliar, Kadin: Stabilitas di Tengah Resesi
Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2005-2009 itu menyebut, nilai&amp;nbsp;surplus perdagangan&amp;nbsp;tersebut pertama kali paling tinggi sejak 2012 lalu. Meski begitu, secara agregat masih terjadi pelemahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa surplus neraca perdagangan di 2020 bukanlah sesuatu yang baik. Bahkan  surplus ini menunjukkan  ekonomi Indonesia sedang melemah.
&quot;Ini bukan surplus sehat. Ibaratnya ekonomi kita ini kalau lagi lari maraton tapi sedang terkilir kakinya,&quot; ujar Lutfi dalam Webinar, Rabu (27/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Mendag Segera Perbaiki Tata Kelola Barang Impor
Dia menjelaskan, pada jumlah impor Indonesia menurun. Padahal impor itu merupakan produk bahan baku dan bahan penolong industri.
&quot;Ini kalau didiemin tidak baik, Jadi kalau domestik consumption kita turun, impor kita turun.&quot; jelasnya
Menurutnya,  rendahnya angka konsumsi karena banyak yang memilih untuk menaruh uang di bank ketimbang berbelanja, sehingga kegiatan ekonomi dan perdagangan tidak berjalan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan 2020 Surplus USD21,7 Miliar, Mendag: Sangat Mengkhawatirkan
&quot;Jadi sekarang bagaimana caranya? Kalau saya ingin bicara sama Ibu Sri Mulyani adalah untuk memberi insentif untuk memberikan kepercayaan kepada pasar agar orang mengkonsumsi dulu,&quot;  terangnya.
Dia menambahkan, jika konsumsi masyarakat sudah pulih maka akan ada pemasukan ke industri. sehingga sektor perdagangan Indonesia kembali bergerak.
&quot;Begitu mengonsumsi, kredit jalan lagi, beli mobil, beli sepeda motor, dan saya menjamin inflow daripada barang-barang bahan baku dan bahan penolong ini akan baik tata laksananya,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi82Ny8xMjQ2MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lutfi mencatat, sektor perdagangan Indonesia masih pada zona merah atau mengkhawatirkan. Hal itu dilihat dari surplus perdanganan Indonesia 2020 senilai USD21,7 miliar.
&quot;Hari ini (2020) surplus USD21,7 miliar, itu menurut saya sangat mengahawatirkan. Kenapa? Karena kalau kita lihat di situ ekspornya turun 2,6% meski non migas turun hanya 0,5%. Tetapi impornya turun lebih jahu menjadi 17,3%,&quot; ujarnya



Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Surplus USD21,7 Miliar, Kadin: Stabilitas di Tengah Resesi
Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2005-2009 itu menyebut, nilai&amp;nbsp;surplus perdagangan&amp;nbsp;tersebut pertama kali paling tinggi sejak 2012 lalu. Meski begitu, secara agregat masih terjadi pelemahan.</content:encoded></item></channel></rss>
