<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Anjlok, Sri Mulyani: Ini Kemerosotan yang Dalam</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara tahun 2020 anjlok hingga 16,7%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam"/><item><title>Pendapatan Negara Anjlok, Sri Mulyani: Ini Kemerosotan yang Dalam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam-o9lnFqKQM6.png" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351732/pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam-o9lnFqKQM6.png</image><title>Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara tahun 2020 anjlok hingga 16,7%.  Rinciannya realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2020 sebesar Rp1.633,6 triliun atau 96,1% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp1.699,9 triliun atau terkontraksi 16,7%  (yoy) dibandingkan 2019 sebesar Rp1.960,6 triliun.

&quot;Pendapatan negara ini tentu kemerosotan lebih dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu (27/1/2021).

Kata dia, pendapatan negara turun karena penerimaan pajak terkontraksi hingga 19,7%  (yoy) yaitu Rp1.070 triliun atau 89,3%  dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp1.198,8 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 13 Klaster Tambak Udang, Menteri Trenggono: Tambah Pendapatan Negara&amp;nbsp;
Pertumbuhan minus pada penerimaan pajak terjadi karena seluruh realisasi komponennya mengalami kontraksi yakni PPh migas Rp33,2 triliun atau 104,1% dari target Rp31,9 triliun dan turun hingga 43,9% dibanding periode sama tahun lalu Rp59,2 triliun.

Sementara, untuk penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi Rp212,8 triliun atau 103,5%  dari target Rp205,7 triliun namun masih terkontraksi 0,3%  (yoy) dibanding periode sama 2019 yakni Rp213,5 triliun.

Pertumbuhan negatif pada penerimaan kepabeanan dan cukai terjadi karena pajak perdagangan internasional tumbuh minus 11,1% yaitu Rp36,5 triliun dibanding Rp41,1 triliun pada 2019 namun telah mencakup 108,9 persen dari target Rp33,5 triliun

&quot;Ini dikarenakan penurunan kegiatan perekonomian dan harga komoditas di tahun 2020,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara tahun 2020 anjlok hingga 16,7%.  Rinciannya realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2020 sebesar Rp1.633,6 triliun atau 96,1% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp1.699,9 triliun atau terkontraksi 16,7%  (yoy) dibandingkan 2019 sebesar Rp1.960,6 triliun.

&quot;Pendapatan negara ini tentu kemerosotan lebih dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu (27/1/2021).

Kata dia, pendapatan negara turun karena penerimaan pajak terkontraksi hingga 19,7%  (yoy) yaitu Rp1.070 triliun atau 89,3%  dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp1.198,8 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 13 Klaster Tambak Udang, Menteri Trenggono: Tambah Pendapatan Negara&amp;nbsp;
Pertumbuhan minus pada penerimaan pajak terjadi karena seluruh realisasi komponennya mengalami kontraksi yakni PPh migas Rp33,2 triliun atau 104,1% dari target Rp31,9 triliun dan turun hingga 43,9% dibanding periode sama tahun lalu Rp59,2 triliun.

Sementara, untuk penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi Rp212,8 triliun atau 103,5%  dari target Rp205,7 triliun namun masih terkontraksi 0,3%  (yoy) dibanding periode sama 2019 yakni Rp213,5 triliun.

Pertumbuhan negatif pada penerimaan kepabeanan dan cukai terjadi karena pajak perdagangan internasional tumbuh minus 11,1% yaitu Rp36,5 triliun dibanding Rp41,1 triliun pada 2019 namun telah mencakup 108,9 persen dari target Rp33,5 triliun

&quot;Ini dikarenakan penurunan kegiatan perekonomian dan harga komoditas di tahun 2020,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
