<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Cetak Uang Rp300 Triliun, Ini Kata BI</title><description>Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan melakukan pencetakan uang sebanyak Rp300 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi"/><item><title>Disebut Cetak Uang Rp300 Triliun, Ini Kata BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi-4b7L5ZADBD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351870/disebut-cetak-uang-rp300-triliun-ini-kata-bi-4b7L5ZADBD.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan melakukan pencetakan uang sebanyak Rp300 triliun. Terutama dalam membantu darurat keuangan.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan BI dikatakan akan melakukan pencetakan uang dalam rangka  membantu darurat keuangan yang dialami negara saat ini tidak benar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos BI Ungkap Kinerja Ekonomi Indonesia 2020
&quot;Kabarnya BI mencetak  uang kartal Rp100-300 triliun karena kondisi keuangan negara yang kritis saat ini. Ini saya tegaskan ya kalau berita ini hoax karena tidak didukung oleh data, fakta dan informasi yang benar serta tidak didukung  logika yang rasional. Di WA yang beredar tersebut juga tidak ada sumber informasi yang kredibel,&quot; kata Erwin di Jakarta, Rabu (27/1/2021).
Tugas BI dalam mencetak uang dilakukan di bawah amanat UU dengan berbagai pertimbangan seperti kebutuhan likuiditas perekonomian, mengganti uang lusuh .
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Domestik Pulih Bertahap
&quot;Jadi tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan karena akan membahayakan perekonomian,&quot; bebernya.Di tengah upaya bersama mendukung pemulihan ekonomi nasional saat  ini, Erwin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kepercayaan,  optimisme, saling sinergi dan tidak mudah menerima serta menyebarkan  informasi-informasi yang tidak tepat, bernada menghasut, dan memancing  keresahan.
&quot; Kita bersama-sama menjaga kepercayaan, optimisme, saling sinergi  dan tidak mudah menerima serta menyebarkan informasi-informasi yang  tidak tepat, bernada menghasut, dan memancing keresahan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan melakukan pencetakan uang sebanyak Rp300 triliun. Terutama dalam membantu darurat keuangan.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan BI dikatakan akan melakukan pencetakan uang dalam rangka  membantu darurat keuangan yang dialami negara saat ini tidak benar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos BI Ungkap Kinerja Ekonomi Indonesia 2020
&quot;Kabarnya BI mencetak  uang kartal Rp100-300 triliun karena kondisi keuangan negara yang kritis saat ini. Ini saya tegaskan ya kalau berita ini hoax karena tidak didukung oleh data, fakta dan informasi yang benar serta tidak didukung  logika yang rasional. Di WA yang beredar tersebut juga tidak ada sumber informasi yang kredibel,&quot; kata Erwin di Jakarta, Rabu (27/1/2021).
Tugas BI dalam mencetak uang dilakukan di bawah amanat UU dengan berbagai pertimbangan seperti kebutuhan likuiditas perekonomian, mengganti uang lusuh .
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Domestik Pulih Bertahap
&quot;Jadi tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan karena akan membahayakan perekonomian,&quot; bebernya.Di tengah upaya bersama mendukung pemulihan ekonomi nasional saat  ini, Erwin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kepercayaan,  optimisme, saling sinergi dan tidak mudah menerima serta menyebarkan  informasi-informasi yang tidak tepat, bernada menghasut, dan memancing  keresahan.
&quot; Kita bersama-sama menjaga kepercayaan, optimisme, saling sinergi  dan tidak mudah menerima serta menyebarkan informasi-informasi yang  tidak tepat, bernada menghasut, dan memancing keresahan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
