<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duet Maut Erick Thohir-Sandiaga Bentuk Holding BUMN Pariwisata</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah memfinalisasi pembentukan Holding BUMN Pariwisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata"/><item><title>Duet Maut Erick Thohir-Sandiaga Bentuk Holding BUMN Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata-Eb5TQJgljL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/320/2351907/duet-maut-erick-thohir-sandiaga-bentuk-holding-bumn-pariwisata-Eb5TQJgljL.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah memfinalisasi pembentukan Holding BUMN Pariwisata. Keberadaan holding tersebut dinilai mampu mengakselerasikan kenaikan jumlah turis di Indonesia.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, akselerasi turis sebagai instrumen lain dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi pasca pemulihan dampak pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sah, Jokowi Beri Restu Pembentukan Holding Aviasi dan Pariwisata
&quot;Dengan adanya program holdingisasi BUMN, kita tingkatkan secara cepat dan akselerasi tourism sebagai backbone pertumbuhan ekonomi setelah pasca recovery nanti,&quot; ujat Tiko, sapaan Akrab Kartika Wirjoatmodjo, Rabu (27/1/2021).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian BUMN juga menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Saat ini kedua pihak sudah melakukan koordinasi ihwal kesiapan Holding BUMN Pariwisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Garuda dan AP Tak Jadi Induk
Dalam holding baru itu, Menteri BUMN Erick Thohir menggabungkan sejumlah perseroan plat merah yang bergerak di sektor pariwisata dan transportasi. Di dalamnya ada enam perusahaan pelat merah dan anak-anak usahanya.

Keenamnya adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas ditunjuk sebagai induk holding.Holding BUMN ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap industri  pariwisata di dalam negeri, khususnya dalam rangka pemulihan dampak  pandemi Covid-19. Tiko mencatat, holding dibentuk untuk mendukung  pengembangan ekosistem pariwisata, khususnya di lima destinasi super  prioritas yang meliputi Borobudur, Likupang, Mandalika, Labuan Bajo, dan  Danau Toba.

&quot;Kami berharap ekosistem pariwisata yang ada di bawah BUMN, yang  memiliki airport, airlines, dan berbagai fasilitas pendukung seperti  kawasan pariwisata IDTC, perhotelan untuk bisa menjadi katalis untuk  pariwisata di Indonesia pasca Covid. Kita bekerja sama dengan Kemenpar,&quot;  kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah memfinalisasi pembentukan Holding BUMN Pariwisata. Keberadaan holding tersebut dinilai mampu mengakselerasikan kenaikan jumlah turis di Indonesia.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, akselerasi turis sebagai instrumen lain dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi pasca pemulihan dampak pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sah, Jokowi Beri Restu Pembentukan Holding Aviasi dan Pariwisata
&quot;Dengan adanya program holdingisasi BUMN, kita tingkatkan secara cepat dan akselerasi tourism sebagai backbone pertumbuhan ekonomi setelah pasca recovery nanti,&quot; ujat Tiko, sapaan Akrab Kartika Wirjoatmodjo, Rabu (27/1/2021).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian BUMN juga menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Saat ini kedua pihak sudah melakukan koordinasi ihwal kesiapan Holding BUMN Pariwisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Garuda dan AP Tak Jadi Induk
Dalam holding baru itu, Menteri BUMN Erick Thohir menggabungkan sejumlah perseroan plat merah yang bergerak di sektor pariwisata dan transportasi. Di dalamnya ada enam perusahaan pelat merah dan anak-anak usahanya.

Keenamnya adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas ditunjuk sebagai induk holding.Holding BUMN ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap industri  pariwisata di dalam negeri, khususnya dalam rangka pemulihan dampak  pandemi Covid-19. Tiko mencatat, holding dibentuk untuk mendukung  pengembangan ekosistem pariwisata, khususnya di lima destinasi super  prioritas yang meliputi Borobudur, Likupang, Mandalika, Labuan Bajo, dan  Danau Toba.

&quot;Kami berharap ekosistem pariwisata yang ada di bawah BUMN, yang  memiliki airport, airlines, dan berbagai fasilitas pendukung seperti  kawasan pariwisata IDTC, perhotelan untuk bisa menjadi katalis untuk  pariwisata di Indonesia pasca Covid. Kita bekerja sama dengan Kemenpar,&quot;  kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
