<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok Bikin Saham Investor Pemula Nyangkut, Ini Petuah OJK</title><description>Di balik tren IHSG anjlok hingga 2,12%, bisa dipastikan banyak investor ritel yang diuji kekuatan mentalnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk"/><item><title>IHSG Anjlok Bikin Saham Investor Pemula Nyangkut, Ini Petuah OJK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2021 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk-FqAbcHyVxo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/28/278/2352560/ihsg-anjlok-bikin-saham-investor-pemula-nyangkut-ini-petuah-ojk-FqAbcHyVxo.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Di balik tren IHSG anjlok hingga 2,12%, bisa dipastikan banyak investor ritel yang diuji kekuatan mentalnya. Pasalnya tidak sedikit saham-saham yang terkena ataupun nyaris kena auto reject bawah (ARB), yaitu batas penurunan maksimal sehari yang diizinkan bursa sebesar 7%.

Karena itu diharapkan investor ritel yang masih tahap belajar tidak menggunakan uang hasil pinjaman. Mereka diharapkan dapat lebih serius menggali ilmu berinvestasi di pasar modal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Isu Bubble Bikin IHSG Anjlok 2,12%
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen kembali mengimbau agar investor ritel dapat lebih paham apa saja yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi saham.

Menurutnya OJK masih terus mewaspadai fenomena peningkatan jumlah investor ritel. Apakah murni karena masyarakat sudah mulai &amp;ldquo;melek&amp;rdquo; informasi di Pasar Modal, atau hanya sekedar ikut-ikutan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Anjlok Ikuti Bursa Regional Asia 
&quot;Yang dikhawatirkan adalah jika sumber dana berinvestasi bukan berasal dari simpanan atau uang lebih, namun dari pinjaman tanpa disertai dengan pengetahuan berinvestasi yang cukup,&quot; ujar Hoesen, Jakarta, Kamis (28/1/2021).Periode tahun 2020 kemarin kondisi Pasar Modal Indonesia cukup  mengalami tekanan akibat pandemi Covid19. Namun fakta menariknya jumlah  investor Pasar Modal terus mengalami peningkatan.

Fenomena meningkatnya jumlah investor di Pasar Modal pada masa  pandemi ini telah menjadi perhatian di seluruh kalangan, tidak hanya  pelaku industri Pasar Modal, tetapi juga menjadi perhatian Presiden RI  Joko Widodo.

Hoesen menjanjikan OJK bersama SROs dan pelaku Pasar Modal akan terus  menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait  dengan perilaku berinvestasi secara benar dan bijak.</description><content:encoded>JAKARTA - Di balik tren IHSG anjlok hingga 2,12%, bisa dipastikan banyak investor ritel yang diuji kekuatan mentalnya. Pasalnya tidak sedikit saham-saham yang terkena ataupun nyaris kena auto reject bawah (ARB), yaitu batas penurunan maksimal sehari yang diizinkan bursa sebesar 7%.

Karena itu diharapkan investor ritel yang masih tahap belajar tidak menggunakan uang hasil pinjaman. Mereka diharapkan dapat lebih serius menggali ilmu berinvestasi di pasar modal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Isu Bubble Bikin IHSG Anjlok 2,12%
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen kembali mengimbau agar investor ritel dapat lebih paham apa saja yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi saham.

Menurutnya OJK masih terus mewaspadai fenomena peningkatan jumlah investor ritel. Apakah murni karena masyarakat sudah mulai &amp;ldquo;melek&amp;rdquo; informasi di Pasar Modal, atau hanya sekedar ikut-ikutan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Anjlok Ikuti Bursa Regional Asia 
&quot;Yang dikhawatirkan adalah jika sumber dana berinvestasi bukan berasal dari simpanan atau uang lebih, namun dari pinjaman tanpa disertai dengan pengetahuan berinvestasi yang cukup,&quot; ujar Hoesen, Jakarta, Kamis (28/1/2021).Periode tahun 2020 kemarin kondisi Pasar Modal Indonesia cukup  mengalami tekanan akibat pandemi Covid19. Namun fakta menariknya jumlah  investor Pasar Modal terus mengalami peningkatan.

Fenomena meningkatnya jumlah investor di Pasar Modal pada masa  pandemi ini telah menjadi perhatian di seluruh kalangan, tidak hanya  pelaku industri Pasar Modal, tetapi juga menjadi perhatian Presiden RI  Joko Widodo.

Hoesen menjanjikan OJK bersama SROs dan pelaku Pasar Modal akan terus  menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait  dengan perilaku berinvestasi secara benar dan bijak.</content:encoded></item></channel></rss>
