<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsep Bank Syariah Indonesia, Erick Thohir: Syariah Saja Tak Cukup tapi...</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan potensi keuangan syariah di Indonesia sangat besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi"/><item><title>Konsep Bank Syariah Indonesia, Erick Thohir: Syariah Saja Tak Cukup tapi...</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2021 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi-UigYqIr2QE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352240/konsep-bank-syariah-indonesia-erick-thohir-syariah-saja-tak-cukup-tapi-UigYqIr2QE.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan potensi keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Dia memproyeksikan pada 2025 Indonesia akan memiliki 184 juta penduduk muslim dewasa. Jumlah muslim segmen middle upper akan tumbuh paling cepat.
Hal tersebut menjadi potensi pasar bagi institusi penyedia layanan syariah di Tanah Air. Secara khusus, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tengah digodok Kementerian BUMN saat ini.
Baca Juga: Beroperasi 1 Februari 2021, Ini Logo Bank Syariah Indonesia
 
Erick meminta, agar ekosistem BSI tidak cukup dengan mengedepankan konsep syariah saja dalam memanfaatkan potensi pasar. Namun, harus dibarengi dengan penguatan digitalisasi dan manajerial yang baik. Dengan begitu, kehadiran BSI diharapkan mampu meningkatkan kapitalisasi dan kapabilitas perbankan syariah di Indonesia.
&amp;ldquo;Konsep syariah saja tidak cukup, perlu dikemas secara digital dengan kualitas pelayanan tinggi, serta adanya institusi yang kuat. Kehadiran BSI kita harapkan dapat meningkatkan kapitalisasi dan kapabilitas perbankan syariah di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya Kamis (28/1/2021).
Baca Juga: OJK Restui Bank Syariah Indonesia, Kementerian BUMN Launching Legal Merger Bulan Depan
 
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, penetrasi pasar bank syariah di Indonesia masih sangat rendah, hanya tercatat 4,1% jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 29%.
Mantan Bos Inter Milan merespons hal itu dengan merealisasikan merger bank syariah BUMN dengan harapan mampu memperkuat fundamentalnya. Langkah itu dibarengi dengan proyeksi bahwa BSI mampu menempati posisi terbaik sebagai bank syariah di tingkat global. Proyeksi itu pun seiring dengan potensi pengembangan modal bank syariah BUMN yang mencapai Rp225 triliun.Di Indonesia, BSI digadang-gadang menempati peringkat ke-8 perbankan  terbesar di Indonesia. Erick meyakini, pergeseran minat penduduk  Indonesia terhadap syariah yang mulai terjadi sejak 2016 lalu semakin  memperkuat posisi BSI di dunia. Hal itu juga diperkuat dengan Indonesia  memiliki populasi muslim terbesar dengan preferensi terhadap kesesuaian  syariah yang kuat.
&quot;Kementerian BUMN menunjukkan komitmen keberpihakan kepada ekonomi  umat melalui peleburan ketiga bank syariah Himbara. Dengan aset sebesar  kurang lebih Rp 200 triliun per Desember 2020, BSI akan membangun sebuah  brand yang kuat dengan produk dan layanan syariah yang inovatif untuk  nasabah yang universal,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan potensi keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Dia memproyeksikan pada 2025 Indonesia akan memiliki 184 juta penduduk muslim dewasa. Jumlah muslim segmen middle upper akan tumbuh paling cepat.
Hal tersebut menjadi potensi pasar bagi institusi penyedia layanan syariah di Tanah Air. Secara khusus, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tengah digodok Kementerian BUMN saat ini.
Baca Juga: Beroperasi 1 Februari 2021, Ini Logo Bank Syariah Indonesia
 
Erick meminta, agar ekosistem BSI tidak cukup dengan mengedepankan konsep syariah saja dalam memanfaatkan potensi pasar. Namun, harus dibarengi dengan penguatan digitalisasi dan manajerial yang baik. Dengan begitu, kehadiran BSI diharapkan mampu meningkatkan kapitalisasi dan kapabilitas perbankan syariah di Indonesia.
&amp;ldquo;Konsep syariah saja tidak cukup, perlu dikemas secara digital dengan kualitas pelayanan tinggi, serta adanya institusi yang kuat. Kehadiran BSI kita harapkan dapat meningkatkan kapitalisasi dan kapabilitas perbankan syariah di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya Kamis (28/1/2021).
Baca Juga: OJK Restui Bank Syariah Indonesia, Kementerian BUMN Launching Legal Merger Bulan Depan
 
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, penetrasi pasar bank syariah di Indonesia masih sangat rendah, hanya tercatat 4,1% jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 29%.
Mantan Bos Inter Milan merespons hal itu dengan merealisasikan merger bank syariah BUMN dengan harapan mampu memperkuat fundamentalnya. Langkah itu dibarengi dengan proyeksi bahwa BSI mampu menempati posisi terbaik sebagai bank syariah di tingkat global. Proyeksi itu pun seiring dengan potensi pengembangan modal bank syariah BUMN yang mencapai Rp225 triliun.Di Indonesia, BSI digadang-gadang menempati peringkat ke-8 perbankan  terbesar di Indonesia. Erick meyakini, pergeseran minat penduduk  Indonesia terhadap syariah yang mulai terjadi sejak 2016 lalu semakin  memperkuat posisi BSI di dunia. Hal itu juga diperkuat dengan Indonesia  memiliki populasi muslim terbesar dengan preferensi terhadap kesesuaian  syariah yang kuat.
&quot;Kementerian BUMN menunjukkan komitmen keberpihakan kepada ekonomi  umat melalui peleburan ketiga bank syariah Himbara. Dengan aset sebesar  kurang lebih Rp 200 triliun per Desember 2020, BSI akan membangun sebuah  brand yang kuat dengan produk dan layanan syariah yang inovatif untuk  nasabah yang universal,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
