<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   LPI Beda dengan SWF Negara Lain, Wamenkeu: Uang Masuk Bukan Utang!</title><description>Lembaga Pengelola Investasi (LPI) berbeda dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) negara-negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang"/><item><title>   LPI Beda dengan SWF Negara Lain, Wamenkeu: Uang Masuk Bukan Utang!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2021 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang-GehmqeschU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352364/lpi-beda-dengan-swf-negara-lain-wamenkeu-uang-masuk-bukan-utang-GehmqeschU.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berbeda dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) negara-negara lain.

&amp;ldquo;Logika utama SWF Indonesia (LPI) berbeda dengan SWF negara lain. Logika SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment (FDI) atau foreign fund kalau saya sebutnya,&amp;rdquo; katanya dalam Webinar BRI Group Outlook 2021 di Jakarta, Kamis (28/1/2021).
Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Dewan Pengawas LPI, dari Sri Mulyani hingga Bos Plataran
Suahasil menyebutkan nantinya dana luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui LPI bukan sebagai utang melainkan sebagai ekuitas sehingga Indonesia akan menyediakan semacam pancingan.

&amp;ldquo;Dana luar negeri masuk ke Indonesia bukan sebagai utang namun sebagai equity. Nah supaya dia bisa masuk sebagai equity maka Indonesia menyediakan semacam pancingan,&amp;rdquo; katanya.

Oleh sebab itu, Suahasil menjelaskan LPI telah dilengkapi pemerintah dengan modal awal Rp15 triliun pada tahun lalu dan akan diperbesar hingga Rp75 triliun pada tahun ini.

Dia mengatakan modal awal Rp15 triliun dialokasikan pemerintah  melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2020 dalam bentuk uang tunai  dari APBN 2020.

Kemudian tambahan modal LPI dilakukan dalam bentuk aset BUMN dan LPI  akan bekerja sama dengan mitra investor strategis luar negeri yang  membuat dana dari luar negeri masuk sebagai ekuitas bukan sebagai utang.

&amp;ldquo;Ini menjadi sangat penting untuk development financing Indonesia ke  depan karena kita harus mengkomponenkan portofolio masuk sebagai utang  dan portofolio yang masuk sebagai ekuitas,&amp;rdquo; katanya.

Suahasil berharap nantinya portofolio yang masuk sebagai ekuitas  bukan hanya sekadar jangka pendek namun dapat bersifat jangka panjang.

&amp;ldquo;Ini yang dipikirkan bagaimana nanti SWF (LPI) akan mendesain project  mana yang dikerjasamakan dan project mana yang bisa betul-betul menjadi  game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang,&amp;rdquo; jelasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berbeda dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) negara-negara lain.

&amp;ldquo;Logika utama SWF Indonesia (LPI) berbeda dengan SWF negara lain. Logika SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment (FDI) atau foreign fund kalau saya sebutnya,&amp;rdquo; katanya dalam Webinar BRI Group Outlook 2021 di Jakarta, Kamis (28/1/2021).
Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Dewan Pengawas LPI, dari Sri Mulyani hingga Bos Plataran
Suahasil menyebutkan nantinya dana luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui LPI bukan sebagai utang melainkan sebagai ekuitas sehingga Indonesia akan menyediakan semacam pancingan.

&amp;ldquo;Dana luar negeri masuk ke Indonesia bukan sebagai utang namun sebagai equity. Nah supaya dia bisa masuk sebagai equity maka Indonesia menyediakan semacam pancingan,&amp;rdquo; katanya.

Oleh sebab itu, Suahasil menjelaskan LPI telah dilengkapi pemerintah dengan modal awal Rp15 triliun pada tahun lalu dan akan diperbesar hingga Rp75 triliun pada tahun ini.

Dia mengatakan modal awal Rp15 triliun dialokasikan pemerintah  melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2020 dalam bentuk uang tunai  dari APBN 2020.

Kemudian tambahan modal LPI dilakukan dalam bentuk aset BUMN dan LPI  akan bekerja sama dengan mitra investor strategis luar negeri yang  membuat dana dari luar negeri masuk sebagai ekuitas bukan sebagai utang.

&amp;ldquo;Ini menjadi sangat penting untuk development financing Indonesia ke  depan karena kita harus mengkomponenkan portofolio masuk sebagai utang  dan portofolio yang masuk sebagai ekuitas,&amp;rdquo; katanya.

Suahasil berharap nantinya portofolio yang masuk sebagai ekuitas  bukan hanya sekadar jangka pendek namun dapat bersifat jangka panjang.

&amp;ldquo;Ini yang dipikirkan bagaimana nanti SWF (LPI) akan mendesain project  mana yang dikerjasamakan dan project mana yang bisa betul-betul menjadi  game changer dari pendanaan pembangunan jangka panjang,&amp;rdquo; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
