<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Koperasi ke Digital</title><description>RAT merupakan forum tertinggi sebuah koperasi serta sebagai wujud komitmen tanggung jawab pengurus dan pengawas kepada anggota.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital"/><item><title>Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Koperasi ke Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2021 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital-LL8S7nHMPO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Koperasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352397/pandemi-covid-19-jadi-momentum-transformasi-koperasi-ke-digital-LL8S7nHMPO.jpg</image><title>Koperasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi sebuah koperasi serta sebagai wujud komitmen tanggung jawab pengurus dan pengawas kepada anggota. Pelaksanaan RAT juga sebagai bukti kepada anggota bahwa Koperasi tetap eksis dan mampu beradaptasi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri Tahun Buku 2020, secara daring, Kamis (28/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Contoh Koperasi Jasa, Cek di Sini
Meskipun demikian, Teten memahami bahwa kondisi ekonomi global termasuk perekonomian Indonesia, terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil survei KemenKopUKM pada Juli 2020, turbulensi ekonomi tersebut juga memberikan dampak bagi koperasi.

Tiga kelompok usaha koperasi paling terdampak pandemi masing-masing Koperasi Simpan Pinjam (41%), Koperasi Konsumen (40%), dan Koperasi Produsen (10%).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Izin Usaha Koperasi BPR Tawang Alun Dicabut
Permasalahan utama yang dihadapi koperasi di masa pandemi Covid-19 adalah permodalan (47%), penjualan menurun (35%), dan produksi terhambat (8%).

&quot;Namun, pandemi Covid-19 menjadi momentum dan menghadirkan keniscayaan terhadap transformasi Koperasi dan UMKM ke arah ekonomi digital. Hal ini didukung fakta bahwa mereka yang terhubung ke dalam ekosistem digital lebih memiliki daya tahan di tengah pandemi,&quot; jelasnya.

Teten menambahkan, dalam mengembangkan koperasi di Indonesia, digitalisasi koperasi menjadi salah satu fokus pemerintah, untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi tanpa harus mengubah nilai-nilai dasar dan prinsip koperasi.Salah satu prinsip koperasi adalah pendidikan anggota. Dalam  perspektif ini, koperasi harus berperan mencerdaskan anggota, sehingga  dapat meningkatkan kapasitas orang-orang di dalamnya, sekaligus  menumbuhkembangkan koperasi.

&quot;Karakteristik itulah yang memposisikan koperasi menjadi wadah  tumbuhnya jiwa kewirausahaan karena koperasi memberikan ruang bagi  anggota untuk berkreasi dan menemukan cara-cara terbaik dalam  menyejahterakan secara bersama-sama,&quot; ujar Tetenk.

Oleh karena itu, Teten menggarisbawahi bahwa ujung tombak pengawasan  koperasi ada pada anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna koperasi,  yang mendelegasikan tugas pengawasan koperasi kepada jajaran Pengawas  Koperasi.

Karena itu, lanjut Teten, pengawas internal koperasi hendaknya  menjalankan amanat anggota dengan sungguh-sungguh, melaksanakan dengan  efektif untuk mengawal usaha koperasi agar berjalan sesuai rencana kerja  dan tetap berada dalam koridor yang tepat.

&quot;Selanjutnya melaporkan hasil pengawasan di dalam RAT, sehingga  anggota dapat mengetahui apabila ada penyimpangan atau kesalahan yang  terjadi di dalam tubuh koperasi,&quot; tukasnya.


Teten juga menekankan bahwa pada 2030 mendatang, Indonesia negara  akan memperoleh Bonus Demografi. Jumlah usia produktif yakni penduduk  berusia 15 hingga 64 tahun adalah yang dominan.

Teten mengingatkan, peluang tersebut tidak akan memberikan dampak  yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi jika potensi generasi muda saat  ini tidak menempa diri untuk terus belajar, berkreasi, berinovasi, dan  berkolaborasi.

&quot;Untuk itu, koperasi juga dapat berperan sebagai inkubator wirausaha muda,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi sebuah koperasi serta sebagai wujud komitmen tanggung jawab pengurus dan pengawas kepada anggota. Pelaksanaan RAT juga sebagai bukti kepada anggota bahwa Koperasi tetap eksis dan mampu beradaptasi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri Tahun Buku 2020, secara daring, Kamis (28/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Contoh Koperasi Jasa, Cek di Sini
Meskipun demikian, Teten memahami bahwa kondisi ekonomi global termasuk perekonomian Indonesia, terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil survei KemenKopUKM pada Juli 2020, turbulensi ekonomi tersebut juga memberikan dampak bagi koperasi.

Tiga kelompok usaha koperasi paling terdampak pandemi masing-masing Koperasi Simpan Pinjam (41%), Koperasi Konsumen (40%), dan Koperasi Produsen (10%).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Izin Usaha Koperasi BPR Tawang Alun Dicabut
Permasalahan utama yang dihadapi koperasi di masa pandemi Covid-19 adalah permodalan (47%), penjualan menurun (35%), dan produksi terhambat (8%).

&quot;Namun, pandemi Covid-19 menjadi momentum dan menghadirkan keniscayaan terhadap transformasi Koperasi dan UMKM ke arah ekonomi digital. Hal ini didukung fakta bahwa mereka yang terhubung ke dalam ekosistem digital lebih memiliki daya tahan di tengah pandemi,&quot; jelasnya.

Teten menambahkan, dalam mengembangkan koperasi di Indonesia, digitalisasi koperasi menjadi salah satu fokus pemerintah, untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi tanpa harus mengubah nilai-nilai dasar dan prinsip koperasi.Salah satu prinsip koperasi adalah pendidikan anggota. Dalam  perspektif ini, koperasi harus berperan mencerdaskan anggota, sehingga  dapat meningkatkan kapasitas orang-orang di dalamnya, sekaligus  menumbuhkembangkan koperasi.

&quot;Karakteristik itulah yang memposisikan koperasi menjadi wadah  tumbuhnya jiwa kewirausahaan karena koperasi memberikan ruang bagi  anggota untuk berkreasi dan menemukan cara-cara terbaik dalam  menyejahterakan secara bersama-sama,&quot; ujar Tetenk.

Oleh karena itu, Teten menggarisbawahi bahwa ujung tombak pengawasan  koperasi ada pada anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna koperasi,  yang mendelegasikan tugas pengawasan koperasi kepada jajaran Pengawas  Koperasi.

Karena itu, lanjut Teten, pengawas internal koperasi hendaknya  menjalankan amanat anggota dengan sungguh-sungguh, melaksanakan dengan  efektif untuk mengawal usaha koperasi agar berjalan sesuai rencana kerja  dan tetap berada dalam koridor yang tepat.

&quot;Selanjutnya melaporkan hasil pengawasan di dalam RAT, sehingga  anggota dapat mengetahui apabila ada penyimpangan atau kesalahan yang  terjadi di dalam tubuh koperasi,&quot; tukasnya.


Teten juga menekankan bahwa pada 2030 mendatang, Indonesia negara  akan memperoleh Bonus Demografi. Jumlah usia produktif yakni penduduk  berusia 15 hingga 64 tahun adalah yang dominan.

Teten mengingatkan, peluang tersebut tidak akan memberikan dampak  yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi jika potensi generasi muda saat  ini tidak menempa diri untuk terus belajar, berkreasi, berinovasi, dan  berkolaborasi.

&quot;Untuk itu, koperasi juga dapat berperan sebagai inkubator wirausaha muda,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
