<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi RI Jadi Negara Penghasil Perikanan Budidaya Terbesar Dunia Usaha</title><description>Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengajak Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) untuk berjuang bersama dalam memajukan akuakultur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha"/><item><title>Potensi RI Jadi Negara Penghasil Perikanan Budidaya Terbesar Dunia Usaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2021 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha-KDhcH2SO6E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Trenggono (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/28/320/2352476/potensi-ri-jadi-negara-penghasil-perikanan-budidaya-terbesar-dunia-usaha-KDhcH2SO6E.jpg</image><title>Menteri KKP Trenggono (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengajak Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) untuk berjuang bersama dalam memajukan akuakultur. Dirinya yakin MAI dapat berkontribusi pada negara dan menjawab tantangan dalam mewujudkan budidaya yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan 62 personil pengurus MAI Masa Bakti 2020-2024 di Gedung Mina Bahari IV hari ini. Terdiri dari Dewan Pengarah, Dewan Pengurus, 7 Komisi dan 4 Kelembagaan/Organisasi dalam lingkungan MAI.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dicecar soal Ekspor Benur dan Cantrang, Ini Jawaban Menteri Trenggono 
&quot;MAI selalu bermitra dan bersinergi dengan KKP dalam membangun perikanan Indonesia, khususnya perikanan budidaya (akuakultur). Mari kita bangun akuakultur Indonesia, sumbangsih MAI sangat dibutuhkan negeri ini,&quot; ujar Trenggono di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Dia juga berpendapat bahwa MAI adalah mitra yang tepat untuk bergerak bersama mengoptimalkan budidaya perikanan dimana anggotanya terdiri dari banyak pakar berpengalaman dalam bidang akuakultur, khususnya budidaya. Berbagai ilmu dan pengalaman yang dimiliki diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan budidaya berkelanjutan di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran KKP Dipangkas Jadi Rp6,49 Triliun, Komisi IV: Sangat Kecil
&quot;MAI adalah rumah besar masyarakat akuakultur Indonesia. Dengan didukung oleh para akademisi akuakultur terbaik negeri ini, didukung oleh para praktisi senior negeri ini, dan dilengkapi dengan unsur dari tokoh senior peneliti dan mantan birokrat dari KKP, merupakan energi besar, sebagai inspirasi, ide, konsep serta strategi pengembangan perikanan budidaya tanah air,&quot; ungkap dia.Dalam acara tersebut Menteri Trenggono juga menegaskan bahwa KKP akan  all-out dalam mengembangkan akuakultur, karena Indonesia sebenarnya  memiliki kekayaan komoditas perikanan yang dapat dikembangkan, seperti  udang vaname, kepiting, hingga rumput laut.

Dia juga berharap dengan potensi besar tersebut, ke depan Indonesia dapat menjadi negara penghasil perikanan budidaya di dunia.

&quot;Kami (pemerintah), sebagaimana kepercayaan yang diberikan Bapak  Presiden, akan all-out mengembangkan akuakultur. Banyak sekali komoditas  perikanan yang akan kita kembangkan, vanname, lobster, kepiting,  rajungan, kerapu, rumput laut dan sebagainya. Indonesia dengan  potensinya yang besar, sudah seyogyanya menjadi negara penghasil  perikanan budidaya terbesar dunia,&quot; jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa siap menerima berbagai saran dan kritik membangun dari MAI dalam memajukan perikanan Indonesia.

&quot;Kami tentu sangat terbuka, dengan saran, masukan serta kritik yang  membangun dari MAI. Karena pengembangan perikanan adalah tugas kita  bersama,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengajak Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) untuk berjuang bersama dalam memajukan akuakultur. Dirinya yakin MAI dapat berkontribusi pada negara dan menjawab tantangan dalam mewujudkan budidaya yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan 62 personil pengurus MAI Masa Bakti 2020-2024 di Gedung Mina Bahari IV hari ini. Terdiri dari Dewan Pengarah, Dewan Pengurus, 7 Komisi dan 4 Kelembagaan/Organisasi dalam lingkungan MAI.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dicecar soal Ekspor Benur dan Cantrang, Ini Jawaban Menteri Trenggono 
&quot;MAI selalu bermitra dan bersinergi dengan KKP dalam membangun perikanan Indonesia, khususnya perikanan budidaya (akuakultur). Mari kita bangun akuakultur Indonesia, sumbangsih MAI sangat dibutuhkan negeri ini,&quot; ujar Trenggono di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Dia juga berpendapat bahwa MAI adalah mitra yang tepat untuk bergerak bersama mengoptimalkan budidaya perikanan dimana anggotanya terdiri dari banyak pakar berpengalaman dalam bidang akuakultur, khususnya budidaya. Berbagai ilmu dan pengalaman yang dimiliki diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan budidaya berkelanjutan di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran KKP Dipangkas Jadi Rp6,49 Triliun, Komisi IV: Sangat Kecil
&quot;MAI adalah rumah besar masyarakat akuakultur Indonesia. Dengan didukung oleh para akademisi akuakultur terbaik negeri ini, didukung oleh para praktisi senior negeri ini, dan dilengkapi dengan unsur dari tokoh senior peneliti dan mantan birokrat dari KKP, merupakan energi besar, sebagai inspirasi, ide, konsep serta strategi pengembangan perikanan budidaya tanah air,&quot; ungkap dia.Dalam acara tersebut Menteri Trenggono juga menegaskan bahwa KKP akan  all-out dalam mengembangkan akuakultur, karena Indonesia sebenarnya  memiliki kekayaan komoditas perikanan yang dapat dikembangkan, seperti  udang vaname, kepiting, hingga rumput laut.

Dia juga berharap dengan potensi besar tersebut, ke depan Indonesia dapat menjadi negara penghasil perikanan budidaya di dunia.

&quot;Kami (pemerintah), sebagaimana kepercayaan yang diberikan Bapak  Presiden, akan all-out mengembangkan akuakultur. Banyak sekali komoditas  perikanan yang akan kita kembangkan, vanname, lobster, kepiting,  rajungan, kerapu, rumput laut dan sebagainya. Indonesia dengan  potensinya yang besar, sudah seyogyanya menjadi negara penghasil  perikanan budidaya terbesar dunia,&quot; jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa siap menerima berbagai saran dan kritik membangun dari MAI dalam memajukan perikanan Indonesia.

&quot;Kami tentu sangat terbuka, dengan saran, masukan serta kritik yang  membangun dari MAI. Karena pengembangan perikanan adalah tugas kita  bersama,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
