<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPS: Ada 8 BPR Ditutup pada 2020</title><description>Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 8 bank perkreditan rakyat (BPR)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020"/><item><title>LPS: Ada 8 BPR Ditutup pada 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020-AfI5dZ9Rov.png" expression="full" type="image/jpeg">8 BPR Tutup Selama 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352856/lps-ada-8-bpr-ditutup-pada-2020-AfI5dZ9Rov.png</image><title>8 BPR Tutup Selama 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock) </title></images><description>BANDUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 8 bank perkreditan rakyat (BPR) sudah dilikuidasi pada 2020.
Direktur Ekskutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Suwandi mengatakan, 8 BPR yang sudah dilikuidasi ini terbanyak masih di daerah Jawa Barat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan Bunga Penjaminan LPS Tetap 4,5%
&quot;Total ditutup 110 dari 2005 sampe tahun 2020. Kalau untuk tahun 2020 itu  ada 8 BPR yang ditutup . Paling banyak Jawa Barat,&quot; kata Suwandi di Bandung, Jumat (29/1/2021).
Kata dia, Jawa Barat wilayah yang paling banyak  dilikuidasi dikarenakan tingkat populasi masyarakat yang banyak. Namun, dia memastikan, likuidasi ini bukan terkait pandemi Covid-19.
&quot;Karena populasinya banyak tapi likuidasinya ini bukan karena pandemi Covid-19,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;LPS Tahan Suku Bunga Penjamin Simpanan di Level 4,5%
Dia memastikan, pertumbuhan BPR masih aman. Hal ini terlihat dengan dana pihak ketiga (DPK) yang masih tinggi.
Serta  LPS akan menjamin uang nasabah yang dilikudiasi. Sehingga, masyarakat tidak perlu takut  untuk menabung di BPR.&quot;LPS memberikan kepercayaan nasabah industri perbankan termasuk BPR dan nasabah itu enggak takut lagi. Apalagi BPR masih kuat dan aset dana pihak ketiga masih tinggi,&quot; bebernya.
Menurutnya, tekanan pada perbankan selama masa pandemi ini masih dapat dikendalikan dengan baik sehingga tidak membahayakan sistem perbankan.
&quot;Karena pertumbuhan industri BPR masih sangat bagus dan diminati masyarakat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 8 bank perkreditan rakyat (BPR) sudah dilikuidasi pada 2020.
Direktur Ekskutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Suwandi mengatakan, 8 BPR yang sudah dilikuidasi ini terbanyak masih di daerah Jawa Barat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan Bunga Penjaminan LPS Tetap 4,5%
&quot;Total ditutup 110 dari 2005 sampe tahun 2020. Kalau untuk tahun 2020 itu  ada 8 BPR yang ditutup . Paling banyak Jawa Barat,&quot; kata Suwandi di Bandung, Jumat (29/1/2021).
Kata dia, Jawa Barat wilayah yang paling banyak  dilikuidasi dikarenakan tingkat populasi masyarakat yang banyak. Namun, dia memastikan, likuidasi ini bukan terkait pandemi Covid-19.
&quot;Karena populasinya banyak tapi likuidasinya ini bukan karena pandemi Covid-19,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;LPS Tahan Suku Bunga Penjamin Simpanan di Level 4,5%
Dia memastikan, pertumbuhan BPR masih aman. Hal ini terlihat dengan dana pihak ketiga (DPK) yang masih tinggi.
Serta  LPS akan menjamin uang nasabah yang dilikudiasi. Sehingga, masyarakat tidak perlu takut  untuk menabung di BPR.&quot;LPS memberikan kepercayaan nasabah industri perbankan termasuk BPR dan nasabah itu enggak takut lagi. Apalagi BPR masih kuat dan aset dana pihak ketiga masih tinggi,&quot; bebernya.
Menurutnya, tekanan pada perbankan selama masa pandemi ini masih dapat dikendalikan dengan baik sehingga tidak membahayakan sistem perbankan.
&quot;Karena pertumbuhan industri BPR masih sangat bagus dan diminati masyarakat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
