<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF: Perlu Tindakan Tegas untuk Percepat Vaksin Covid-19</title><description>Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan perlu tindakan tegas  pemerintah untuk memastikan peluncuran vaksin yang cepat dan ekstensif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19"/><item><title>IMF: Perlu Tindakan Tegas untuk Percepat Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19-0ZvvqjA1fG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IMF (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352877/imf-perlu-tindakan-tegas-untuk-percepat-vaksin-covid-19-0ZvvqjA1fG.jpg</image><title>IMF (Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan perlu tindakan tegas pemerintah untuk memastikan peluncuran vaksin Covid-19 yang cepat dan ekstensif. Terutama melindungi rumah tangga paling rentan dan perusahaan-perusahaan yang layak dipertahankan, serta mendorong pemulihan yang tangguh dan inklusif.

&quot;Pandemi COVID-19 semakin cepat di banyak negara dan ketidakpastian sangat tinggi,&quot; tulis Vitor Gaspar, Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, dan tiga koleganya dalam sebuah blog, setelah IMF merilis Fiscal Monitor terbaru pada pekan lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Kelompok yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19, Kamu Termasuk?
Dia mengatakan kerja sama global dalam memproduksi dan mendistribusikan pengobatan dan vaksin secara luas ke semua negara dengan biaya rendah sangat penting,

&quot;Semakn cepat pandemi global berakhir, semakin cepat ekonomi dapat kembali normal dan orang akan membutuhkan lebih sedikit dukungan pemerintah,.&quot; kata Gaspar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bersama Perusahaan Korsel, Kalbe Uji Klinis Vaksin Covid 
Menurut Fiscal Monitor terbaru, dukungan fiskal global mencapai hampir 14 triliun dolar AS pada akhir Desember 2020, naik sekitar 2,2 triliun dolar AS sejak Oktober 2020.

&quot;COVID-19 adalah gangguan yang sangat besar bagi semua negara di seluruh dunia. Pendapatan pajak telah menyusut cukup substansial,&quot; kata Gaspar kepada Xinhua dalam sebuah wawancara video, menyebut tindakan fiskal yang cepat dan kuat seperti itu &quot;mutlak diperlukan&quot; untuk membantu mengatasi pandemi dan untuk menghindari krisis keuangan.Bersama dengan kontraksi ekonomi yang mengakibatkan pendapatan yang  lebih rendah, dukungan tersebut telah menyebabkan peningkatan utang dan  defisit publik (pemerintah), menurut laporan IMF. Rata-rata utang publik  di seluruh dunia mendekati 98 persen dari produk domestik bruto (PDB)  pada akhir 2020, dibandingkan 84 persen yang diproyeksikan sebelum  pandemi untuk periode sama.

Ketika ditanya apakah pembuat kebijakan harus prihatin dengan utang  publik yang membengkak, Gaspar mengatakan kepada Xinhua bahwa orang  harus selalu khawatir tentang manajemen risiko keuangan publik yang  tepat, dan untuk mengingat keberlanjutan utang publik, tetapi pada saat  ini, &quot;yang pertama prioritasnya adalah mengalahkan pandemi.&quot;



&quot;Sebagian besar negara perlu berbuat semaksimal mungkin, mengingat kendala anggaran yang semakin ketat,&quot; kata Gaspar.

&quot;Ini berarti fokus pada mereka yang paling terpukul dan paling  rentan, termasuk kaum miskin, perempuan, dan pekerja informal, dan  perusahaan yang kemungkinan besar akan tetap bertahan setelah krisis  atau secara sistemik penting bagi perekonomian,&quot; tambahnya.

Gaspar mendesak para pembuat kebijakan untuk mencapai &quot;keseimbangan&quot;  antara memberikan lebih banyak dukungan jangka pendek untuk memastikan  pemulihan yang solid dan menjaga utang pada tingkat yang dapat dikelola  dalam jangka panjang.

Blog tersebut juga mencatat bahwa di negara-negara berpenghasilan  rendah, respons kebijakan fiskal menjadi lebih terbatas, karena kendala  pembiayaan dan program kesejahteraan yang kurang berkembang, menambahkan  bahwa pandemi berisiko meninggalkan &quot;dampak yang bertahan lama&quot; di  negara-negara ini.

Mereka akan membutuhkan bantuan tambahan, termasuk melalui hibah,  pembiayaan lunak, perpanjangan inisiatif penangguhan pembayaran utang  G20, atau, dalam beberapa kasus, restrukturisasi utang, menurut laporan  tersebut.

&quot;Pemerintah perlu memenangkan perlombaan vaksinasi, menanggapi secara  fleksibel kondisi ekonomi yang berubah, dan menyiapkan panggung untuk  pemulihan yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih tahan lama,&quot; kata  Gaspar.</description><content:encoded>WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan perlu tindakan tegas pemerintah untuk memastikan peluncuran vaksin Covid-19 yang cepat dan ekstensif. Terutama melindungi rumah tangga paling rentan dan perusahaan-perusahaan yang layak dipertahankan, serta mendorong pemulihan yang tangguh dan inklusif.

&quot;Pandemi COVID-19 semakin cepat di banyak negara dan ketidakpastian sangat tinggi,&quot; tulis Vitor Gaspar, Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, dan tiga koleganya dalam sebuah blog, setelah IMF merilis Fiscal Monitor terbaru pada pekan lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Kelompok yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19, Kamu Termasuk?
Dia mengatakan kerja sama global dalam memproduksi dan mendistribusikan pengobatan dan vaksin secara luas ke semua negara dengan biaya rendah sangat penting,

&quot;Semakn cepat pandemi global berakhir, semakin cepat ekonomi dapat kembali normal dan orang akan membutuhkan lebih sedikit dukungan pemerintah,.&quot; kata Gaspar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bersama Perusahaan Korsel, Kalbe Uji Klinis Vaksin Covid 
Menurut Fiscal Monitor terbaru, dukungan fiskal global mencapai hampir 14 triliun dolar AS pada akhir Desember 2020, naik sekitar 2,2 triliun dolar AS sejak Oktober 2020.

&quot;COVID-19 adalah gangguan yang sangat besar bagi semua negara di seluruh dunia. Pendapatan pajak telah menyusut cukup substansial,&quot; kata Gaspar kepada Xinhua dalam sebuah wawancara video, menyebut tindakan fiskal yang cepat dan kuat seperti itu &quot;mutlak diperlukan&quot; untuk membantu mengatasi pandemi dan untuk menghindari krisis keuangan.Bersama dengan kontraksi ekonomi yang mengakibatkan pendapatan yang  lebih rendah, dukungan tersebut telah menyebabkan peningkatan utang dan  defisit publik (pemerintah), menurut laporan IMF. Rata-rata utang publik  di seluruh dunia mendekati 98 persen dari produk domestik bruto (PDB)  pada akhir 2020, dibandingkan 84 persen yang diproyeksikan sebelum  pandemi untuk periode sama.

Ketika ditanya apakah pembuat kebijakan harus prihatin dengan utang  publik yang membengkak, Gaspar mengatakan kepada Xinhua bahwa orang  harus selalu khawatir tentang manajemen risiko keuangan publik yang  tepat, dan untuk mengingat keberlanjutan utang publik, tetapi pada saat  ini, &quot;yang pertama prioritasnya adalah mengalahkan pandemi.&quot;



&quot;Sebagian besar negara perlu berbuat semaksimal mungkin, mengingat kendala anggaran yang semakin ketat,&quot; kata Gaspar.

&quot;Ini berarti fokus pada mereka yang paling terpukul dan paling  rentan, termasuk kaum miskin, perempuan, dan pekerja informal, dan  perusahaan yang kemungkinan besar akan tetap bertahan setelah krisis  atau secara sistemik penting bagi perekonomian,&quot; tambahnya.

Gaspar mendesak para pembuat kebijakan untuk mencapai &quot;keseimbangan&quot;  antara memberikan lebih banyak dukungan jangka pendek untuk memastikan  pemulihan yang solid dan menjaga utang pada tingkat yang dapat dikelola  dalam jangka panjang.

Blog tersebut juga mencatat bahwa di negara-negara berpenghasilan  rendah, respons kebijakan fiskal menjadi lebih terbatas, karena kendala  pembiayaan dan program kesejahteraan yang kurang berkembang, menambahkan  bahwa pandemi berisiko meninggalkan &quot;dampak yang bertahan lama&quot; di  negara-negara ini.

Mereka akan membutuhkan bantuan tambahan, termasuk melalui hibah,  pembiayaan lunak, perpanjangan inisiatif penangguhan pembayaran utang  G20, atau, dalam beberapa kasus, restrukturisasi utang, menurut laporan  tersebut.

&quot;Pemerintah perlu memenangkan perlombaan vaksinasi, menanggapi secara  fleksibel kondisi ekonomi yang berubah, dan menyiapkan panggung untuk  pemulihan yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih tahan lama,&quot; kata  Gaspar.</content:encoded></item></channel></rss>
