<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lindungi Industri Lokal, Impor Baja Dipangkas 50%</title><description>Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy  Karim mengatakan pada 2020 terjadi penurunan impor sebesar 20%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50"/><item><title>Lindungi Industri Lokal, Impor Baja Dipangkas 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50-sxud8CPNDA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2352933/lindungi-industri-lokal-impor-baja-dipangkas-50-sxud8CPNDA.jpeg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengatakan pada 2020 terjadi penurunan impor sebesar 20%. Sementara pada 2021,  pemerintah akan mengurangi impor sebanyak 50%.
Pelaku industri baja menilai kebijakan pemerintah dalam melindungi industri dari serangan impor sudah meningkat. Hal itu terlihat dari penurunan impor yang terjadi pada 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jurus Kemenperin Lindungi Baja Nasional dari Serbuan Impor
&quot;Pada 2020 ada penurunan impor baja sebesar 30% ini sebuah prestasi. saya juga mendapatkan informasi ada target pemerintah menurunkan impor baja sampai 50%,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (29/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Diterpa Covid-19, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6%
Dia menyampaikan, bahwa impor baja sudah banyak menggerus neraca perdagangan dan tentunya berdampak negatif bagi perekonomian.
&quot;Saat ini, progres pelindungan sudah lebih baik, tapi butuh penyempurnaan. penurunan impor 50% ini ukuran yang akan kita lihat implementasinya di akhir tahun,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMi80LzEyMzMxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia berharap, pemerintah melalui  kementerian terkait seperti  Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian  Keuangan dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan kebijakan impor  tersebut.
&quot;Semoga ini bisa dilaksanakan oleh 3 kementerian tersebut. karena  kalau keterkaitan peran di lembaga pemerintah ini optimal maka kita bisa  menghindari kecurangan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengatakan pada 2020 terjadi penurunan impor sebesar 20%. Sementara pada 2021,  pemerintah akan mengurangi impor sebanyak 50%.
Pelaku industri baja menilai kebijakan pemerintah dalam melindungi industri dari serangan impor sudah meningkat. Hal itu terlihat dari penurunan impor yang terjadi pada 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jurus Kemenperin Lindungi Baja Nasional dari Serbuan Impor
&quot;Pada 2020 ada penurunan impor baja sebesar 30% ini sebuah prestasi. saya juga mendapatkan informasi ada target pemerintah menurunkan impor baja sampai 50%,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (29/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Diterpa Covid-19, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6%
Dia menyampaikan, bahwa impor baja sudah banyak menggerus neraca perdagangan dan tentunya berdampak negatif bagi perekonomian.
&quot;Saat ini, progres pelindungan sudah lebih baik, tapi butuh penyempurnaan. penurunan impor 50% ini ukuran yang akan kita lihat implementasinya di akhir tahun,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMi80LzEyMzMxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia berharap, pemerintah melalui  kementerian terkait seperti  Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian  Keuangan dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan kebijakan impor  tersebut.
&quot;Semoga ini bisa dilaksanakan oleh 3 kementerian tersebut. karena  kalau keterkaitan peran di lembaga pemerintah ini optimal maka kita bisa  menghindari kecurangan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
