<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jump Start Konsumsi, Mendag Tak Ingin Ekonomi RI Lemas</title><description>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan meningkatkan konsumsi menjadi salah satu prioritas Kemendag tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas"/><item><title>Jump Start Konsumsi, Mendag Tak Ingin Ekonomi RI Lemas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas-BseMT6z9S6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/320/2353092/jump-start-konsumsi-mendag-tak-ingin-ekonomi-ri-lemas-BseMT6z9S6.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</title></images><description>JAKARTA -  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan meningkatkan konsumsi menjadi salah satu prioritas Kemendag tahun ini. Pasalnya, konsumsi sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab konsumsi turun dikarenakan impor juga menurun. Pasalnya 72,9% impor Indonesia adalah bahan baku dan barang penolong.
Baca Juga: Sri Mulyani: Optimisme Hadapi Covid-19 di 2021 Lebih Tinggi
 
&quot;Artinya jika bahan baku dan bahan penolongnya turun industrialisasi di dalam negeri turun, kalau industri turun jangan - jangan karena konsumsi turun atau menyebabkan konsumsi turun dan ini sejajar dengan keadaan perbankan. Di mana terjadi kontraksi di penyaluran kredit ini artinya konsumsi kita tidak jalan,&quot;  katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan terus berupaya memperbaiki struktur produksi dan konsumsi dalam negeri. Hal ini penting dilakukan karena produksi dan konsumsi merupakan komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi.
&quot;Ini yang saya jump start, karena konsumsi ini di dalam rumus GDP kita ini menguasai 54% dari pada pertumbuhan ekonomi kita,&quot; jelasnya.Dia memprediksi bahwa ke depan ini akan terjadi pertumbuhan baik ekspor dan impor. Sehingga berdampak pada sektor keuangan.
&quot;Nah kalau ini terjadi maka GDP kita akan tumbuh. kalau konsumsi  lemah ekonomi kita seperti under hitting atau darah rendah. saya enggak  mau, karena darah rendah kebanyakan lemasnya. Untuk itu saya ingin men  jump start sektor konsumsi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan meningkatkan konsumsi menjadi salah satu prioritas Kemendag tahun ini. Pasalnya, konsumsi sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab konsumsi turun dikarenakan impor juga menurun. Pasalnya 72,9% impor Indonesia adalah bahan baku dan barang penolong.
Baca Juga: Sri Mulyani: Optimisme Hadapi Covid-19 di 2021 Lebih Tinggi
 
&quot;Artinya jika bahan baku dan bahan penolongnya turun industrialisasi di dalam negeri turun, kalau industri turun jangan - jangan karena konsumsi turun atau menyebabkan konsumsi turun dan ini sejajar dengan keadaan perbankan. Di mana terjadi kontraksi di penyaluran kredit ini artinya konsumsi kita tidak jalan,&quot;  katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan terus berupaya memperbaiki struktur produksi dan konsumsi dalam negeri. Hal ini penting dilakukan karena produksi dan konsumsi merupakan komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi.
&quot;Ini yang saya jump start, karena konsumsi ini di dalam rumus GDP kita ini menguasai 54% dari pada pertumbuhan ekonomi kita,&quot; jelasnya.Dia memprediksi bahwa ke depan ini akan terjadi pertumbuhan baik ekspor dan impor. Sehingga berdampak pada sektor keuangan.
&quot;Nah kalau ini terjadi maka GDP kita akan tumbuh. kalau konsumsi  lemah ekonomi kita seperti under hitting atau darah rendah. saya enggak  mau, karena darah rendah kebanyakan lemasnya. Untuk itu saya ingin men  jump start sektor konsumsi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
