<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Kedai Kopi Tercekik Pandemi Covid-19</title><description>Tren bisnis kedai kopi berubah akibat pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19"/><item><title>Bisnis Kedai Kopi Tercekik Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19-g90UnPTAtR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kopi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/455/2352949/bisnis-kedai-kopi-tercekik-pandemi-covid-19-g90UnPTAtR.jpg</image><title>Kopi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tren bisnis kedai kopi berubah akibat pandemi covid-19. Adanya pembatasan sosial selama pandemi membuat kafe tidak lagi dikunjungi sebagai tempat pertemuan atau lokasi bekerja.
Konsultan Food and Beverage (F&amp;amp;B) Renaldy Wicaksono mengatakan, bisnis kedai kopi sebelum pandemi Covid-19 sangat menjanjikan karena sudah menjadi bagian gaya hidup konsumen. Namun kini konsumen beralih untuk mengopi di rumah karena adanya pembatasan sosial.
Baca Juga: Bisnis Coffee Shop, Lakukan Promosi dan Konsep Unik
 
&quot;Pandemi ini memang agak berat. Kebanyakan orang minum kopi datang ke tempat dan ramainya di atas jam 7 malam. Dampaknya sangat terasa, bukan hanya bagi kedai kopi, tapi seluruh pengusaha F&amp;amp;B juga merasakan,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Jumat (29/1/2021).
Dia melanjutkan, persaingan bisnis kedai kopi masih menarik. Pemilik usaha kedai kopi akan bersaing memperebutkan pelanggan dengan sajian minuman kopi berkualitas, harga, hingga konsep gerai. Hal ini yang menjadi daya tarik kedai kopi bagi konsumen.
Baca Juga: Wisatawan Asing Dilarang Menikmati Ganja di Amsterdam
 
Menurut dia, rasa dan suasana kedai kopi menjadi pilihan bagi penikmat kopi. &quot;Pemilik usaha harus punya identitas yang kuat. Mereka harus menciptakan tempat nongkrong bagi konsumen. Apakah itu tempat nongkrong anak sepeda, anak mobil, itu yang bisa menarik tamu-tamu lain untuk datang secara tidak langsung,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMy8xLzEyNzgwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini kedai kopi lokal semakin menjamur dengan konsep ruang  terbuka. Hal ini pun perlahan menggeser konsumen kopi dari kafe kelas  atas ke tempat lebih sederhana. Menurut Renaldy, persaingan memang  semakin ketat karena banyaknya kedai kopi lokal yang menjamur. Namun  semua bergantung pada pemilik usaha dalam menggaet pelanggan.
&quot;Persaingan sangat ketat, istilahnya tiap tikungan banyak kedai kopi.  Tinggal pilih mau yang mana. Memang semuanya mesti bersaing secara  benar-benar dan paradigma orang ngopi itu butuh tempat duduk yang nyaman  untuk ngobrol, ketemu orang,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tren bisnis kedai kopi berubah akibat pandemi covid-19. Adanya pembatasan sosial selama pandemi membuat kafe tidak lagi dikunjungi sebagai tempat pertemuan atau lokasi bekerja.
Konsultan Food and Beverage (F&amp;amp;B) Renaldy Wicaksono mengatakan, bisnis kedai kopi sebelum pandemi Covid-19 sangat menjanjikan karena sudah menjadi bagian gaya hidup konsumen. Namun kini konsumen beralih untuk mengopi di rumah karena adanya pembatasan sosial.
Baca Juga: Bisnis Coffee Shop, Lakukan Promosi dan Konsep Unik
 
&quot;Pandemi ini memang agak berat. Kebanyakan orang minum kopi datang ke tempat dan ramainya di atas jam 7 malam. Dampaknya sangat terasa, bukan hanya bagi kedai kopi, tapi seluruh pengusaha F&amp;amp;B juga merasakan,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Jumat (29/1/2021).
Dia melanjutkan, persaingan bisnis kedai kopi masih menarik. Pemilik usaha kedai kopi akan bersaing memperebutkan pelanggan dengan sajian minuman kopi berkualitas, harga, hingga konsep gerai. Hal ini yang menjadi daya tarik kedai kopi bagi konsumen.
Baca Juga: Wisatawan Asing Dilarang Menikmati Ganja di Amsterdam
 
Menurut dia, rasa dan suasana kedai kopi menjadi pilihan bagi penikmat kopi. &quot;Pemilik usaha harus punya identitas yang kuat. Mereka harus menciptakan tempat nongkrong bagi konsumen. Apakah itu tempat nongkrong anak sepeda, anak mobil, itu yang bisa menarik tamu-tamu lain untuk datang secara tidak langsung,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMy8xLzEyNzgwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini kedai kopi lokal semakin menjamur dengan konsep ruang  terbuka. Hal ini pun perlahan menggeser konsumen kopi dari kafe kelas  atas ke tempat lebih sederhana. Menurut Renaldy, persaingan memang  semakin ketat karena banyaknya kedai kopi lokal yang menjamur. Namun  semua bergantung pada pemilik usaha dalam menggaet pelanggan.
&quot;Persaingan sangat ketat, istilahnya tiap tikungan banyak kedai kopi.  Tinggal pilih mau yang mana. Memang semuanya mesti bersaing secara  benar-benar dan paradigma orang ngopi itu butuh tempat duduk yang nyaman  untuk ngobrol, ketemu orang,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
