<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Tes Air Liur</title><description>Bambang Brodjonegoro menyebut tes Covid-19 dengan metode swab test atau usap akan diganti dengan Saliva</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur"/><item><title>Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Tes Air Liur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur</guid><pubDate>Sabtu 30 Januari 2021 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur-lAp2fpaWJj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/320/2353579/swab-test-bakal-diganti-metode-saliva-tes-air-liur-lAp2fpaWJj.jpg</image><title>Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut tes Covid-19 dengan metode swab test atau usap akan diganti dengan Saliva. Menurutnya sejumlah lembaga saat ini tengah melakukan penelitian terhadap metode baru tersebut.
&quot;Jadi dalam rangka mempercepat dan memperluas tes PCR, kami sedang lakukan penelitian untuk mengganti swab dengan Saliva,&quot; ujar dia dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sabtu (30/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Geram soal Hoax Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Tak Ada Niat Pembohongan Publik
Dia menjelaskan, metode Saliva merupakan pengetesan spesimen Covid-19 yang dikembangkan menggunakan air liur. Dan metode ini berbeda dengan swab yang memerlukan cairan dari permukaan tonsil atau dinding posterior faring.
&quot;Metode Saliva tidak memerlukan ekstraksi atau pemurnian dari asam nukleat atau RNA virus. Maka itu, hasil tes menggunakan metode ini diklaim lebih cepat dan nyaman ketimbang tes swab,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Buka-bukaan soal Transparansi Data Covid-19 Era Terawan
Dia juga berharap metode Saliva bisa segera diimplementasikan di Indonesia agar tingkat testing meningkat dengan biaya lebih murah dan nyaman.
&quot;Kami pastikan sejumlah negara di dunia telah menggunakan teknik saliva,&quot; jelasnya.Kemudian, kata dia, selain mempercepat testing, sebagai langkah untuk menangani Covid-19, pemerintah juga tengah mengembangkan tes kit untuk mengukur antibodi guna mendukung program vaksinasi.
&quot;Tes ini nantinya sekaligus akan mengecek apakah seseorang memerlukan suntik vaksin, terutama bagi penyintas Covid-19 yang pernah memperoleh donor plasma,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut tes Covid-19 dengan metode swab test atau usap akan diganti dengan Saliva. Menurutnya sejumlah lembaga saat ini tengah melakukan penelitian terhadap metode baru tersebut.
&quot;Jadi dalam rangka mempercepat dan memperluas tes PCR, kami sedang lakukan penelitian untuk mengganti swab dengan Saliva,&quot; ujar dia dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sabtu (30/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Geram soal Hoax Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Tak Ada Niat Pembohongan Publik
Dia menjelaskan, metode Saliva merupakan pengetesan spesimen Covid-19 yang dikembangkan menggunakan air liur. Dan metode ini berbeda dengan swab yang memerlukan cairan dari permukaan tonsil atau dinding posterior faring.
&quot;Metode Saliva tidak memerlukan ekstraksi atau pemurnian dari asam nukleat atau RNA virus. Maka itu, hasil tes menggunakan metode ini diklaim lebih cepat dan nyaman ketimbang tes swab,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Buka-bukaan soal Transparansi Data Covid-19 Era Terawan
Dia juga berharap metode Saliva bisa segera diimplementasikan di Indonesia agar tingkat testing meningkat dengan biaya lebih murah dan nyaman.
&quot;Kami pastikan sejumlah negara di dunia telah menggunakan teknik saliva,&quot; jelasnya.Kemudian, kata dia, selain mempercepat testing, sebagai langkah untuk menangani Covid-19, pemerintah juga tengah mengembangkan tes kit untuk mengukur antibodi guna mendukung program vaksinasi.
&quot;Tes ini nantinya sekaligus akan mengecek apakah seseorang memerlukan suntik vaksin, terutama bagi penyintas Covid-19 yang pernah memperoleh donor plasma,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
