<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>400 Ribu Orang Sudah Divaksin, Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?</title><description>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyediakan tidak kurang dari Rp73 triliun untuk program vaksinasi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia"/><item><title>400 Ribu Orang Sudah Divaksin, Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 30 Januari 2021 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia-gQbdH9PrNr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/320/2353603/400-ribu-orang-sudah-divaksin-dampaknya-bagi-ekonomi-indonesia-gQbdH9PrNr.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menyediakan tidak kurang dari Rp73 triliun untuk program vaksinasi Covid-19.
Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, program vaksin Covid-19 ini adalah salah satu game changer dalam pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Buka-bukaan soal Transparansi Data Covid-19 Era Terawan
&quot;Saat ini vaksin Covid-19, sudah disuntikkan ke sekitar 400 ribu orang di Indonesia, tadi pagi saya lihat data itu dari world in numbers. Dan ada yang sudah dapat dua kali,&quot; ujar dia dalam webinar Iluni UI, Sabtu (30/1/2021).
Dia juga menjelaskan, pemerintah menargetkan untuk bisa memvaksinasi 181,6 juta penduduk. Di mana vaksinasi itu akan diberikan secara gratis dengan biaya dari APBN untuk membeli, mendistribusikan, dan menyuntikkan vaksin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Tes Air Liur
&quot;Jadi kami akan teruskan ini dan sediakan vaksinasi gratis. Hal ini untuk memastikan intervensi kesehatan adalah yang paling utama,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Akan tetapi, kata Suahasil, dari 400 ribu orang yang sudah disuntik itu, belum semuanya menerima suntikan kedua karena menyesuaikan periode dari suntikan pertama.
Hal ini seperti Presiden Joko Widodo yang mendapat suntikan pertama pada 13 Januari 2021, disuntik kembali pada 27 Januari 2021 lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menyediakan tidak kurang dari Rp73 triliun untuk program vaksinasi Covid-19.
Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, program vaksin Covid-19 ini adalah salah satu game changer dalam pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Buka-bukaan soal Transparansi Data Covid-19 Era Terawan
&quot;Saat ini vaksin Covid-19, sudah disuntikkan ke sekitar 400 ribu orang di Indonesia, tadi pagi saya lihat data itu dari world in numbers. Dan ada yang sudah dapat dua kali,&quot; ujar dia dalam webinar Iluni UI, Sabtu (30/1/2021).
Dia juga menjelaskan, pemerintah menargetkan untuk bisa memvaksinasi 181,6 juta penduduk. Di mana vaksinasi itu akan diberikan secara gratis dengan biaya dari APBN untuk membeli, mendistribusikan, dan menyuntikkan vaksin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Tes Air Liur
&quot;Jadi kami akan teruskan ini dan sediakan vaksinasi gratis. Hal ini untuk memastikan intervensi kesehatan adalah yang paling utama,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Akan tetapi, kata Suahasil, dari 400 ribu orang yang sudah disuntik itu, belum semuanya menerima suntikan kedua karena menyesuaikan periode dari suntikan pertama.
Hal ini seperti Presiden Joko Widodo yang mendapat suntikan pertama pada 13 Januari 2021, disuntik kembali pada 27 Januari 2021 lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
