<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Tengah Covid-19, Laba Bank Mandiri Syariah Naik 12,51%</title><description>PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang impresif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51"/><item><title>Di Tengah Covid-19, Laba Bank Mandiri Syariah Naik 12,51%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51-5FZEN4P0Bp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353804/di-tengah-covid-19-laba-bank-mandiri-syariah-naik-12-51-5FZEN4P0Bp.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang impresif, di tengah situasi menantang akibat pandemi Covid-19. Capaian positif Mandiri Syariah tercermin dari perolehan laba bersih perusahaan sebesar Rp1,43 triliun per Desember 2020, naik 12,51% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi mengatakan dengan  membukukan kenaikan laba bersih, Mandiri Syariah juga mencatat kinerja positif secara keseluruhan dengan pertumbuhan aset, pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Capaian ini menunjukkan kuatnya tata kelola perusahaan yang dilakukan secara terukur serta sesuai kaidah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mandiri Syariah Modali PLN Rp1,2 Triliun
&amp;ldquo;Alhamdullilah, kami bersyukur atas semua pencapaian positif sepanjang 2020. Dan tentunya kami berterima kasih kepada seluruh stakeholders, terutama nasabah, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan memberi kepercayaan kepada Mandiri Syariah,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi di Jakarta, Sabtu (30/1/2021).


Lebih lanjut Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menjelaskan secara keseluruhan, raihan laba bersih Mandiri Syariah pada 2020 ditopang pertumbuhan pembiayaan dan membaiknya rasio pendanaan murah yang dikelola perusahaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Merger Perbankan BUMN Syariah, Saham Bank Mandiri Akan Melejit?
Pembiayaan Mandiri Syariah tahun lalu tumbuh 10,43 persen secara tahunan dari Rp75,54 triliun menjadi Rp83,43 triliun.

Kemudian, DPK kelolaan Mandiri Syariah naik 12,80 persen yoy, dari Rp99,81 triliun menjadi Rp112,58 triliun.Pembiayaan Mandiri Syariah yang tumbuh positif didorong kontribusi  kenaikan pembiayaan segmen retail sebesar 18,41 persen yoy menjadi  Rp53,24 triliun. Kinerja positif pembiayaan segmen retail ini didukung  produk layanan berbasis emas (cicil emas dan gadai emas) yang naik 32,23  persen yoy menjadi Rp3,94 triliun dan pembiayaan consumer (pembiayaan  mitraguna, pembiayaan pensiunan, pembiayaan kepemilikan kendaraan dan  rumah) yang naik 29,13 persen menjadi Rp39 triliun selama tahun 2020.  Adapun untuk segmen corporate banking  naik 4,83 persen yoy menjadi  Rp23,43 triliun.

Terkait kualitas pembiayaan, Mandiri Syariah mampu mengimbangi  pertumbuhan pembiayaan yang solid sepanjang 2020 dengan rasio pembiayaan  bermasalah (NPF) yang terjaga, di mana NPF Netto tercatat 0,72 persen  dan NPF gross sebesar 2,51 persen.

Dalam hal pendanaan, kinerja positif terjadi karena ditopang  pertumbuhan dana tabungan hingga 18,73 persen menjadi Rp47,25 triliun,  angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbungan tabungan secara  nasional yang berkisar di angka 15,65% (oktober).

Pertumbuhan ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada  Mandiri Syariah sekaligus dampak dari adanya kemudahan layanan pembukaan  rekening secara online. Selama tahun 2020 tercatat sebanyak 241.278  nasabah yang membuka rekening dari gawai (handphone).

Konsistensi Mandiri Syariah dalam melakukan inovasi produk layanan  berbasis teknologi juga membuahkan hasil dengan adanya kenaikan  transaksi di layanan digital Mandiri Syariah, terutama Mandiri Syariah  Mobile (MSM) selama tahun 2020 yang naik sebesar 82,25% yoy dengan nilai  transaksi sebesar Rp50,26 triliun.

Kenaikan transaksi tersebut menyumbang pendapatan berbasis komisi  (Fee Based Income) dari MSM sebesar Rp66,9 miliar naik 72% yoy dari  total Fee Based Income sebesar Rp1,87 triliun menjadi Rp2,09 triliun,  atau naik 11,86% secara yoy.

Pencapaian tersebut menjadikan pendapatan margin dan bagi hasil  bersih perusahaan sepanjang 2020 tumbuh 11,02 persen secara tahunan  menjadi Rp5,87 triliun.

Selama tahun 2020 Mandiri Syariah mencatatkan penghimpunan zakat,  sedekah, wakaf dan infak sebesar Rp151,7 miliar dengan jumlah penyaluran  sebesar Rp147, 5 miliar melalui program Pemberdayaan Desa BSM (Bina  Sejahtera Mandiri), pembangunan masjid Mandiri Syariah Cipali, program  BSM Mengalirkan Berkah (BMB), Islamic Sociopreneur Development Program  (ISDP), ATM Beras, Bank Wakaf Mikro (BWM), dll.

&amp;ldquo;Insya Allah, capaian positif Mandiri Syariah sepanjang 2020 tidak  membuat kami terlena. Hal ini justru melecut semangat kami agar semakin  tumbuh dan memberi sumbangsih yang lebih besar lagi ke depannya bagi  nasabah, masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional. Catatan bagus  ini menjadi modal penting bagi Mandiri Syariah untuk bersama-sama dengan  dua bank syariah milik Himbara berkembang bersama di dalam satu entitas  baru yang akan dibentuk, yaitu PT Bank Syariah Indonesia,&amp;rdquo; tutup Hery.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang impresif, di tengah situasi menantang akibat pandemi Covid-19. Capaian positif Mandiri Syariah tercermin dari perolehan laba bersih perusahaan sebesar Rp1,43 triliun per Desember 2020, naik 12,51% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi mengatakan dengan  membukukan kenaikan laba bersih, Mandiri Syariah juga mencatat kinerja positif secara keseluruhan dengan pertumbuhan aset, pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Capaian ini menunjukkan kuatnya tata kelola perusahaan yang dilakukan secara terukur serta sesuai kaidah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mandiri Syariah Modali PLN Rp1,2 Triliun
&amp;ldquo;Alhamdullilah, kami bersyukur atas semua pencapaian positif sepanjang 2020. Dan tentunya kami berterima kasih kepada seluruh stakeholders, terutama nasabah, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan memberi kepercayaan kepada Mandiri Syariah,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi di Jakarta, Sabtu (30/1/2021).


Lebih lanjut Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menjelaskan secara keseluruhan, raihan laba bersih Mandiri Syariah pada 2020 ditopang pertumbuhan pembiayaan dan membaiknya rasio pendanaan murah yang dikelola perusahaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Merger Perbankan BUMN Syariah, Saham Bank Mandiri Akan Melejit?
Pembiayaan Mandiri Syariah tahun lalu tumbuh 10,43 persen secara tahunan dari Rp75,54 triliun menjadi Rp83,43 triliun.

Kemudian, DPK kelolaan Mandiri Syariah naik 12,80 persen yoy, dari Rp99,81 triliun menjadi Rp112,58 triliun.Pembiayaan Mandiri Syariah yang tumbuh positif didorong kontribusi  kenaikan pembiayaan segmen retail sebesar 18,41 persen yoy menjadi  Rp53,24 triliun. Kinerja positif pembiayaan segmen retail ini didukung  produk layanan berbasis emas (cicil emas dan gadai emas) yang naik 32,23  persen yoy menjadi Rp3,94 triliun dan pembiayaan consumer (pembiayaan  mitraguna, pembiayaan pensiunan, pembiayaan kepemilikan kendaraan dan  rumah) yang naik 29,13 persen menjadi Rp39 triliun selama tahun 2020.  Adapun untuk segmen corporate banking  naik 4,83 persen yoy menjadi  Rp23,43 triliun.

Terkait kualitas pembiayaan, Mandiri Syariah mampu mengimbangi  pertumbuhan pembiayaan yang solid sepanjang 2020 dengan rasio pembiayaan  bermasalah (NPF) yang terjaga, di mana NPF Netto tercatat 0,72 persen  dan NPF gross sebesar 2,51 persen.

Dalam hal pendanaan, kinerja positif terjadi karena ditopang  pertumbuhan dana tabungan hingga 18,73 persen menjadi Rp47,25 triliun,  angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbungan tabungan secara  nasional yang berkisar di angka 15,65% (oktober).

Pertumbuhan ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada  Mandiri Syariah sekaligus dampak dari adanya kemudahan layanan pembukaan  rekening secara online. Selama tahun 2020 tercatat sebanyak 241.278  nasabah yang membuka rekening dari gawai (handphone).

Konsistensi Mandiri Syariah dalam melakukan inovasi produk layanan  berbasis teknologi juga membuahkan hasil dengan adanya kenaikan  transaksi di layanan digital Mandiri Syariah, terutama Mandiri Syariah  Mobile (MSM) selama tahun 2020 yang naik sebesar 82,25% yoy dengan nilai  transaksi sebesar Rp50,26 triliun.

Kenaikan transaksi tersebut menyumbang pendapatan berbasis komisi  (Fee Based Income) dari MSM sebesar Rp66,9 miliar naik 72% yoy dari  total Fee Based Income sebesar Rp1,87 triliun menjadi Rp2,09 triliun,  atau naik 11,86% secara yoy.

Pencapaian tersebut menjadikan pendapatan margin dan bagi hasil  bersih perusahaan sepanjang 2020 tumbuh 11,02 persen secara tahunan  menjadi Rp5,87 triliun.

Selama tahun 2020 Mandiri Syariah mencatatkan penghimpunan zakat,  sedekah, wakaf dan infak sebesar Rp151,7 miliar dengan jumlah penyaluran  sebesar Rp147, 5 miliar melalui program Pemberdayaan Desa BSM (Bina  Sejahtera Mandiri), pembangunan masjid Mandiri Syariah Cipali, program  BSM Mengalirkan Berkah (BMB), Islamic Sociopreneur Development Program  (ISDP), ATM Beras, Bank Wakaf Mikro (BWM), dll.

&amp;ldquo;Insya Allah, capaian positif Mandiri Syariah sepanjang 2020 tidak  membuat kami terlena. Hal ini justru melecut semangat kami agar semakin  tumbuh dan memberi sumbangsih yang lebih besar lagi ke depannya bagi  nasabah, masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional. Catatan bagus  ini menjadi modal penting bagi Mandiri Syariah untuk bersama-sama dengan  dua bank syariah milik Himbara berkembang bersama di dalam satu entitas  baru yang akan dibentuk, yaitu PT Bank Syariah Indonesia,&amp;rdquo; tutup Hery.</content:encoded></item></channel></rss>
