<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Besar, Begini Cara Ekonomi Syariah Bisa Maju</title><description>Tantangan  masih berlanjut di tahun 2021 untuk ekonomi syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju"/><item><title>Potensi Besar, Begini Cara Ekonomi Syariah Bisa Maju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju-uplgLGwOXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syariah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353817/potensi-besar-begini-cara-ekonomi-syariah-bisa-maju-uplgLGwOXU.jpg</image><title>Syariah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tantangan  masih berlanjut di tahun 2021 untuk ekonomi syariah. Industri jasa keuangan syariah disebut-sebut sebagai salah satu industri yang memiliki ketangguhan di masa pandemi Covid-19. Industri ini pula dikatakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah menjadi lebih besar. Indonesia memiliki penduduk muslim besar. Lebih dari 87% penduduk Indonesia beragama Islam. Menurut Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2020, posisi ekonomi syariah di Indonesia di bawah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Konsep Bank Syariah Indonesia, Erick Thohir: Syariah Saja Tak Cukup tapi...
Founder &amp;amp; CEO Iconomics Bram S. Putro  mengatakan posisi-posisi tersebut tetap harus didorong lebih membaik lagi karena mengingat pendalaman pasar syariah di Indonesia masih belum optimal. Inklusi ekonomi syariah dan keuangan syariah juga masih belum dalam. Yang baik dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Iconomics sebagai bagian entitas yang ingin turut andil mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menggelar Iconomics Syariah Award 2021.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Misi Erick Thohir Optimalkan Ekonomi Syariah RI
&amp;ldquo;Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan syariah terbaik, yang secara fundamental memiliki bisnis dan kinerja bisnis yang bagus dan potensial di masa depan,&amp;rdquo; kata Founder &amp;amp; CEO Iconomics Bram S. Putro di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Tujuan lainnya memberikan inspirasi bagi pelaku bisnis lainnya untuk memasuki industri syariah dengan berbagai inovasinya.Dalam menentukan penerima Iconomics Syariah Award 2021 melakukan  riset sesuai dengan kategorisasi masing-masing, yakni perbankan syariah,  asuransi syariah, multifinance syariah dan saham syariah.

Penilaian yang dilakukan pada bank syariah terbaik melalui proses  identifikasi bank syariah di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan  penghitungan kinerja keuangan masing-masing bank syariah berdasarkan  kelompok asetnya. Dalam menentukan peringkat bank syariah berdasarkan  nilai akhir yang dihitung berdasarkan kinerja keuangan terbaru terakhir.  Peringkat disusun berdasarkan urutan total nilai terbesar dan predikat  perusahaan

Penilaian asuransi syariah terbaik melalui proses pendataan dan  pengelompokkan jenis perusahaan asuransi syariah berdasarkan jenis  asuransi jiwa dan asuransi umum. Lau dilanjutkan pengumpulan data dan  pengelompokan perusahaan. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja  keuangan perusahaan dua tahun terakhir. Penentuan peringkat berdasarkan  nilai total dan predikat perusahaan.

Penilaian multifinance terbaik melalui proses identifikasi perusahan  multifinance syariah Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja  perusahaan multifinance berdasarkan rasio keuangan dan pertumbuhan  perusahaan. Total nilai perusahaan diurutkan berdasarkan nilai dan  predikat perusahaan.

Penilaian saham syariah terbaik melalui proses identifikasi kelompok  saham syariah Indonesia (Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang  Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah menghasilkan 424  perusahaan). Dilanjutkan dengan perhitungan berdasar model Greenblatt  Magic Formula untuk mendapatkan emiten terbaik yang mampu mengalahkan  pasar. Hasil akhir berupa daftar perusahaan terbaik yang dikelompokkan  berdasarkan sektor industri.</description><content:encoded>JAKARTA - Tantangan  masih berlanjut di tahun 2021 untuk ekonomi syariah. Industri jasa keuangan syariah disebut-sebut sebagai salah satu industri yang memiliki ketangguhan di masa pandemi Covid-19. Industri ini pula dikatakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah menjadi lebih besar. Indonesia memiliki penduduk muslim besar. Lebih dari 87% penduduk Indonesia beragama Islam. Menurut Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2020, posisi ekonomi syariah di Indonesia di bawah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Konsep Bank Syariah Indonesia, Erick Thohir: Syariah Saja Tak Cukup tapi...
Founder &amp;amp; CEO Iconomics Bram S. Putro  mengatakan posisi-posisi tersebut tetap harus didorong lebih membaik lagi karena mengingat pendalaman pasar syariah di Indonesia masih belum optimal. Inklusi ekonomi syariah dan keuangan syariah juga masih belum dalam. Yang baik dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Iconomics sebagai bagian entitas yang ingin turut andil mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menggelar Iconomics Syariah Award 2021.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Misi Erick Thohir Optimalkan Ekonomi Syariah RI
&amp;ldquo;Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan syariah terbaik, yang secara fundamental memiliki bisnis dan kinerja bisnis yang bagus dan potensial di masa depan,&amp;rdquo; kata Founder &amp;amp; CEO Iconomics Bram S. Putro di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Tujuan lainnya memberikan inspirasi bagi pelaku bisnis lainnya untuk memasuki industri syariah dengan berbagai inovasinya.Dalam menentukan penerima Iconomics Syariah Award 2021 melakukan  riset sesuai dengan kategorisasi masing-masing, yakni perbankan syariah,  asuransi syariah, multifinance syariah dan saham syariah.

Penilaian yang dilakukan pada bank syariah terbaik melalui proses  identifikasi bank syariah di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan  penghitungan kinerja keuangan masing-masing bank syariah berdasarkan  kelompok asetnya. Dalam menentukan peringkat bank syariah berdasarkan  nilai akhir yang dihitung berdasarkan kinerja keuangan terbaru terakhir.  Peringkat disusun berdasarkan urutan total nilai terbesar dan predikat  perusahaan

Penilaian asuransi syariah terbaik melalui proses pendataan dan  pengelompokkan jenis perusahaan asuransi syariah berdasarkan jenis  asuransi jiwa dan asuransi umum. Lau dilanjutkan pengumpulan data dan  pengelompokan perusahaan. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja  keuangan perusahaan dua tahun terakhir. Penentuan peringkat berdasarkan  nilai total dan predikat perusahaan.

Penilaian multifinance terbaik melalui proses identifikasi perusahan  multifinance syariah Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja  perusahaan multifinance berdasarkan rasio keuangan dan pertumbuhan  perusahaan. Total nilai perusahaan diurutkan berdasarkan nilai dan  predikat perusahaan.

Penilaian saham syariah terbaik melalui proses identifikasi kelompok  saham syariah Indonesia (Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang  Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah menghasilkan 424  perusahaan). Dilanjutkan dengan perhitungan berdasar model Greenblatt  Magic Formula untuk mendapatkan emiten terbaik yang mampu mengalahkan  pasar. Hasil akhir berupa daftar perusahaan terbaik yang dikelompokkan  berdasarkan sektor industri.</content:encoded></item></channel></rss>
