<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Terus Naik, Pergerakan Ekonomi Bakal Melambat</title><description>Kasus Covid-19 dinilai akan terus bertambah seiring penanganan yang tidak tegas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat"/><item><title>Kasus Covid-19 Terus Naik, Pergerakan Ekonomi Bakal Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat-NKKf3FBHis.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353879/kasus-covid-19-terus-naik-pergerakan-ekonomi-bakal-melambat-NKKf3FBHis.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kasus Covid-19 dinilai akan terus bertambah seiring penanganan yang tidak tegas. Jika kasus Covid-19 bertambah banyak, maka ekonomi akan sulit bergerak.

&quot;Bisa jadi hanya butuh waktu sebentar untuk tembus 1,5 juta kasus positif. Hal ini dikarenakan sistem penanganan pandemi yang sangat buruk. Akibatnya masalah kesehatan belum membaik dan memperlambat pergerakan ekonomi kita,&quot; kata Ekonom Indef Nailul Huda saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Minggu (31/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 400 Ribu Orang Sudah Divaksin, Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
Kata dia penambahan kasus yang terus meningkat ini akan memperlambat aktivitas ekonomi. Untuk itu harus ada langkah tegas dalam membuat ekonomi kembali bergerak.

&quot;  Jadi tambah susah untuk beraktivitas kan. Aktivitas ekonomi melambat maka perekonomian juga akan melambat,&quot; imbuhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jump Start Konsumsi, Mendag Tak Ingin Ekonomi RI Lemas
Senada yang sama Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan melonjaknya kasus covid-19 tidak  hanya terjadi di Indonesia tapi juga   banyk negara lain.  Lonjakan ini bukan berarti pandemi dipastikan tidak  tertanggulangi.&quot;Pelaksanaan vaksin dan  peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan  Aakan  melandaikan kembali kurva kasus dan kemudian pandemi akan mereda  bahkan berakhir,&quot; tandasnya.


Sebagai informasi, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah  14.518 orang, sehingga total kasus mencapai 1.066.313 orang, pada Sabtu  (30/1).

Dari jumlah tersebut, terdapat 862.502 orang yang telah sembuh  (bertambah 10.242) dan 29.728 orang meninggal dunia (bertambah 210).</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus Covid-19 dinilai akan terus bertambah seiring penanganan yang tidak tegas. Jika kasus Covid-19 bertambah banyak, maka ekonomi akan sulit bergerak.

&quot;Bisa jadi hanya butuh waktu sebentar untuk tembus 1,5 juta kasus positif. Hal ini dikarenakan sistem penanganan pandemi yang sangat buruk. Akibatnya masalah kesehatan belum membaik dan memperlambat pergerakan ekonomi kita,&quot; kata Ekonom Indef Nailul Huda saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Minggu (31/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 400 Ribu Orang Sudah Divaksin, Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
Kata dia penambahan kasus yang terus meningkat ini akan memperlambat aktivitas ekonomi. Untuk itu harus ada langkah tegas dalam membuat ekonomi kembali bergerak.

&quot;  Jadi tambah susah untuk beraktivitas kan. Aktivitas ekonomi melambat maka perekonomian juga akan melambat,&quot; imbuhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jump Start Konsumsi, Mendag Tak Ingin Ekonomi RI Lemas
Senada yang sama Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan melonjaknya kasus covid-19 tidak  hanya terjadi di Indonesia tapi juga   banyk negara lain.  Lonjakan ini bukan berarti pandemi dipastikan tidak  tertanggulangi.&quot;Pelaksanaan vaksin dan  peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan  Aakan  melandaikan kembali kurva kasus dan kemudian pandemi akan mereda  bahkan berakhir,&quot; tandasnya.


Sebagai informasi, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah  14.518 orang, sehingga total kasus mencapai 1.066.313 orang, pada Sabtu  (30/1).

Dari jumlah tersebut, terdapat 862.502 orang yang telah sembuh  (bertambah 10.242) dan 29.728 orang meninggal dunia (bertambah 210).</content:encoded></item></channel></rss>
