<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Runway Bandara Jenderal Besar Soedirman Selesai, Kemenhub Lakukan Uji Terbang</title><description>Pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga telah tuntas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang"/><item><title>Runway Bandara Jenderal Besar Soedirman Selesai, Kemenhub Lakukan Uji Terbang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang-C6x7syPjLx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2353961/runway-bandara-jenderal-besar-soedirman-selesai-kemenhub-lakukan-uji-terbang-C6x7syPjLx.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) telah tuntas melakukan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan fasilitas utama sisi udara dengan pembangunannya sudah mencapai 100% adalah runway, taxiway dan apron.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Angkasa Pura II: Jumlah Penumpang hingga H-2 Natal Capai 735.186 Orang
Dengan selesainya pembangunan itu maka Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah dilengkapi runway berdimensi 1.600 x 30 meter, apron seluas 69 x 103 meter dan taxiway dengan lebar 15 meter.

Kapasitas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar 2 tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 435.197 Penumpang Terbang dari Bandara Soekarno Hatta
Sekitar 2 tahun lalu PT Angkasa Pura II mulai membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman ini dari nol, istilahnya dari lahan masih berupa tanah greenfield. Sekarang, Purbalingga sudah memiliki bandara dengan seluruh pembangunan sisi udara dilakukan anak bangsa. Semoga apa yang kita semua lakukan dapat membawa manfaat terhadap pengembangan konektivitas udara di Tanah Air.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100%, proses selanjutnya adalah verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil yakni Kementerian Perhubungan,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Adapun pada hari ini Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto bersama jajaran Ditjen Perhubungan Udara melakukan uji terbang (proofing flight) di Bandara Jenderal Besar Soedirman.Pesawat King Air nomor registrasi PK &amp;ndash; CAN yang digunakan untuk  proofing flight tersebut mendarat mulus di runway runway baru Bandara  Jenderal Besar Soedirman menjelang pukul 09.00 WIB dnegan membawa 6  penumpang dan 3 kru pesawat.

Saat meninjau Bandara Jenderal Besar Soedirman, Dirjen Perhubungan  Udara Kemenhub Novie Riyanto didampingi oleh Director of Engineering PT  Angkasa Pura II Agus Wialdi.

&amp;ldquo;Pada proofing flight hari ini, pendaratan berjalan lancar dan mulus.  Kami akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk melakukan  verifikasi,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perhubungan Udara.

Pada tahap awal, setelah proses verifikasi usai dan mendapat  persetujuan dari regulator, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan dibuka  dalam rangka pengoperasian minimal, bekerja sama dengan TNI AU Lanud  Jenderal Besar Soedirman untuk menggunakan fasilitas TNI AU sebagai  fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, bangunan PK-PPK dan  sebagainya.

Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi menuturkan  nantinya PT Angkasa Pura II juga akan melakukan pembangunan terminal  penumpang dengan kapasitas hingga 300.000 penumpang/tahun.

&quot;Pada tahap awal, pergerakan penumpang diproyeksikan sekitar 98.000 penumpang/tahun dengan 4.500 pergerakan pesawat,&quot; bebernya

Keberadaan Bandara Jenderal Soedirman ini dapat mendukung  perekonomian dan aktivitas masyarakat khususnya terkait dengan kebutuhan  transportasi udara di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga,  Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Kabupaten  Tegal dan Kota Tegal, serta Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) telah tuntas melakukan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan fasilitas utama sisi udara dengan pembangunannya sudah mencapai 100% adalah runway, taxiway dan apron.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Angkasa Pura II: Jumlah Penumpang hingga H-2 Natal Capai 735.186 Orang
Dengan selesainya pembangunan itu maka Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah dilengkapi runway berdimensi 1.600 x 30 meter, apron seluas 69 x 103 meter dan taxiway dengan lebar 15 meter.

Kapasitas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar 2 tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 435.197 Penumpang Terbang dari Bandara Soekarno Hatta
Sekitar 2 tahun lalu PT Angkasa Pura II mulai membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman ini dari nol, istilahnya dari lahan masih berupa tanah greenfield. Sekarang, Purbalingga sudah memiliki bandara dengan seluruh pembangunan sisi udara dilakukan anak bangsa. Semoga apa yang kita semua lakukan dapat membawa manfaat terhadap pengembangan konektivitas udara di Tanah Air.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100%, proses selanjutnya adalah verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil yakni Kementerian Perhubungan,&amp;rdquo; ujar Muhammad Awaluddin di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Adapun pada hari ini Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto bersama jajaran Ditjen Perhubungan Udara melakukan uji terbang (proofing flight) di Bandara Jenderal Besar Soedirman.Pesawat King Air nomor registrasi PK &amp;ndash; CAN yang digunakan untuk  proofing flight tersebut mendarat mulus di runway runway baru Bandara  Jenderal Besar Soedirman menjelang pukul 09.00 WIB dnegan membawa 6  penumpang dan 3 kru pesawat.

Saat meninjau Bandara Jenderal Besar Soedirman, Dirjen Perhubungan  Udara Kemenhub Novie Riyanto didampingi oleh Director of Engineering PT  Angkasa Pura II Agus Wialdi.

&amp;ldquo;Pada proofing flight hari ini, pendaratan berjalan lancar dan mulus.  Kami akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk melakukan  verifikasi,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perhubungan Udara.

Pada tahap awal, setelah proses verifikasi usai dan mendapat  persetujuan dari regulator, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan dibuka  dalam rangka pengoperasian minimal, bekerja sama dengan TNI AU Lanud  Jenderal Besar Soedirman untuk menggunakan fasilitas TNI AU sebagai  fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, bangunan PK-PPK dan  sebagainya.

Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi menuturkan  nantinya PT Angkasa Pura II juga akan melakukan pembangunan terminal  penumpang dengan kapasitas hingga 300.000 penumpang/tahun.

&quot;Pada tahap awal, pergerakan penumpang diproyeksikan sekitar 98.000 penumpang/tahun dengan 4.500 pergerakan pesawat,&quot; bebernya

Keberadaan Bandara Jenderal Soedirman ini dapat mendukung  perekonomian dan aktivitas masyarakat khususnya terkait dengan kebutuhan  transportasi udara di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga,  Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Kabupaten  Tegal dan Kota Tegal, serta Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.</content:encoded></item></channel></rss>
