<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duet Erick Thohir-BPKP Awasi Penyimpangan di BUMN, Cek 4 Faktanya</title><description>BPKP melakukan pengawasan kepada 108 perseroan dan anak perusahaan BUMN sepanjang 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya"/><item><title>Duet Erick Thohir-BPKP Awasi Penyimpangan di BUMN, Cek 4 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 06:15 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya-MCE7SrRh5j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/320/2354007/duet-erick-thohir-bpkp-awasi-penyimpangan-di-bumn-cek-4-faktanya-MCE7SrRh5j.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pengawasan kepada 108 perseroan dan anak perusahaan BUMN sepanjang 2020. Proses audit itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyelewengan di internal BUMN.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah BPKP yang berhasil mengawal akuntabilitas dan transparansi keuangan baik di kementerian dan lembaga (K/L) serta badan usaha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir Tekankan Pentingnya BUMN Dipercaya Publik
Maka itu, berikut fakta-fakta terkait pertemuan Erick Thohir bersama BPKP untuk awasi penyimpangan yang telah dirangkum Okezone, Senin (1/2/2021):

 
1. Erick Thohir Minta BPKP Terus Awasi Keuangan BUMN

Erick Thohir meminta agar insan BUMN memandang BPKP sebagai mitra, di mana, BPKP perlu dipandang sebagai pendamping untuk meningkatkan kualitas tata kelola Kementerian BUMN, BUMN serta dengan anak perusahaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seputar Fakta Erick Thohir Lantik Pejabat Baru dan Wishnutama Jadi Komut Telkomsel?
Tak segan-segan dia meminta agar BPKP terus mengontrol keuangan BUMN untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

 
2. Pimpinan BUMN Bisa Kerja Sama dengan BPKP

Mantan Bos Inter Milan itu menyebut, BPKP dan Kementerian BUMN memiliki niat yang sama yakni mewujudkan Good Corporate Governance (GCG).

&amp;ldquo;Saya minta dukungan BPKP untuk sama-sama menjaga, dan saya harap pimpinan BUMN tidak segan bekerjasama dengan BPKP,&quot; ujarnya.3. Manajemen Perseroan Plat Merah Harus Fokus
 
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Erick kembali mengingatkan bahwa manajemen  perseroan plat merah harus fokus pada bidang masing-masing. Manajemen  juga perlu menggandeng sejumlah pihak misalnya perguruan tinggi yang  memiliki Riset and Development (R&amp;amp;D) yang baik.

BUMN juga lebih fokus pada bisnis, tidak hanya mengandalkan proyek  pemerintah, namun mampu merealisasikan manajemen talenta agar BUMN  diarahkan dengan AKHLAK yang baik.

&amp;ldquo;Pengalaman pribadi saya, ketika memimpin Asian Games sejak awal saya  libatkan BPKP, hasilnya program sukses dan administrasi baik. Hal ini  saya harapkan dapat dicontoh oleh pimpinan BUMN, menggunakan sistem yang  sama-sama kita sepakati, tentunya dengan didasari dengan niat yang  baik,&quot; katanya.

 
4. BPKP Komitmen Awal Akuntabilitas di  Kementerian BUMN

Senada, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyebut, BPKP berkomitmen  mengawal akuntabilitas di lingkungan Kementerian BUMN, BUMN, dan anak  perusahaannya. Ateh mencatat, BPKP telah melaksanakan 208 kegiatan  pengawasan terhadap 108 BUMN dan anak perusahaan, termasuk berkolaborasi  dengan SPI dalam mengawal bantuan sosial (bansos) tunai, dan  melaksanakan assessment Good Corporate Governence (GCG) pada 22 BUMN,  dan 28 anak perusahaan.

BPKP dan Kementerian BUMN telah melakukan Penandatanganan Nota  Kesepahaman (MoU) Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangka  meningkatkan akuntabilitas serta mencegah praktik korupsi di lingkungan  perseroan plat merah. Upaya itu menjadi bagian komitmen Kementerian BUMN  dan BPKP untuk meningkatkan kontribusi sektor korporasi bagi  pembangunan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pengawasan kepada 108 perseroan dan anak perusahaan BUMN sepanjang 2020. Proses audit itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyelewengan di internal BUMN.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah BPKP yang berhasil mengawal akuntabilitas dan transparansi keuangan baik di kementerian dan lembaga (K/L) serta badan usaha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir Tekankan Pentingnya BUMN Dipercaya Publik
Maka itu, berikut fakta-fakta terkait pertemuan Erick Thohir bersama BPKP untuk awasi penyimpangan yang telah dirangkum Okezone, Senin (1/2/2021):

 
1. Erick Thohir Minta BPKP Terus Awasi Keuangan BUMN

Erick Thohir meminta agar insan BUMN memandang BPKP sebagai mitra, di mana, BPKP perlu dipandang sebagai pendamping untuk meningkatkan kualitas tata kelola Kementerian BUMN, BUMN serta dengan anak perusahaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seputar Fakta Erick Thohir Lantik Pejabat Baru dan Wishnutama Jadi Komut Telkomsel?
Tak segan-segan dia meminta agar BPKP terus mengontrol keuangan BUMN untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

 
2. Pimpinan BUMN Bisa Kerja Sama dengan BPKP

Mantan Bos Inter Milan itu menyebut, BPKP dan Kementerian BUMN memiliki niat yang sama yakni mewujudkan Good Corporate Governance (GCG).

&amp;ldquo;Saya minta dukungan BPKP untuk sama-sama menjaga, dan saya harap pimpinan BUMN tidak segan bekerjasama dengan BPKP,&quot; ujarnya.3. Manajemen Perseroan Plat Merah Harus Fokus
 
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Erick kembali mengingatkan bahwa manajemen  perseroan plat merah harus fokus pada bidang masing-masing. Manajemen  juga perlu menggandeng sejumlah pihak misalnya perguruan tinggi yang  memiliki Riset and Development (R&amp;amp;D) yang baik.

BUMN juga lebih fokus pada bisnis, tidak hanya mengandalkan proyek  pemerintah, namun mampu merealisasikan manajemen talenta agar BUMN  diarahkan dengan AKHLAK yang baik.

&amp;ldquo;Pengalaman pribadi saya, ketika memimpin Asian Games sejak awal saya  libatkan BPKP, hasilnya program sukses dan administrasi baik. Hal ini  saya harapkan dapat dicontoh oleh pimpinan BUMN, menggunakan sistem yang  sama-sama kita sepakati, tentunya dengan didasari dengan niat yang  baik,&quot; katanya.

 
4. BPKP Komitmen Awal Akuntabilitas di  Kementerian BUMN

Senada, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyebut, BPKP berkomitmen  mengawal akuntabilitas di lingkungan Kementerian BUMN, BUMN, dan anak  perusahaannya. Ateh mencatat, BPKP telah melaksanakan 208 kegiatan  pengawasan terhadap 108 BUMN dan anak perusahaan, termasuk berkolaborasi  dengan SPI dalam mengawal bantuan sosial (bansos) tunai, dan  melaksanakan assessment Good Corporate Governence (GCG) pada 22 BUMN,  dan 28 anak perusahaan.

BPKP dan Kementerian BUMN telah melakukan Penandatanganan Nota  Kesepahaman (MoU) Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangka  meningkatkan akuntabilitas serta mencegah praktik korupsi di lingkungan  perseroan plat merah. Upaya itu menjadi bagian komitmen Kementerian BUMN  dan BPKP untuk meningkatkan kontribusi sektor korporasi bagi  pembangunan.</content:encoded></item></channel></rss>
