<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKP Bakal Gandeng Swasta demi Dorong Sektor Kelautan dan Perikanan</title><description>Kolaborasi antara publik dan swasta merupakan modal kuat bagi  pembangunan sektor kelautan-perikanan yang adaptif terhadap kondisi  global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan"/><item><title>KKP Bakal Gandeng Swasta demi Dorong Sektor Kelautan dan Perikanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan-W7I1FCfpzM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengadilan Negeri Kota Cirebon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354302/kkp-bakal-gandeng-swasta-demi-dorong-sektor-kelautan-dan-perikanan-W7I1FCfpzM.jpg</image><title>Pengadilan Negeri Kota Cirebon (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kolaborasi antara publik dengan swasta merupakan modal kuat bagi pembangunan sektor kelautan-perikanan yang adaptif terhadap kondisi global. Sebagai langkah konkrit, Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) menawarkan berbagai kerjasama dengan sektor swasta melalui skema kemitraan publik-swasta, salah satunya pembangunan infrastruktur dengan model Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Merujuk laporan Asian Development Bank (ADB) tentang pembangunan ASEAN, disebutkan bahwa pola kemitraan publik-swasta di ASEAN memberikan kontribusi kurang dari 1% terhadap PDB. Sementara keuangan publik pada masing-masing negara sangat bervariasi, sekitar 2% hingga 10% terhadap PDB.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Ekspor Benih Lobster Masih Dihentikan
&quot;Hal ini membuka peluang untuk meningkatkan investasi melalui skema Public Private Partnership (PPP),&quot; ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, Artati Widiarti, Senin (1/2/2021).
Artati juga memastikan pemerintah Indonesia menyadari pentingnya kemitraan strategis antar negara, utamanya di kawasan ASEAN, dengan saling berbagi kepentingan, tantangan, dan manfaat dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Produk Ikan Tuna dan Cakalang Indonesia Segera Masuk Pasar Amerika dan Eropa
Bahkan, kata dia, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan swasta dalam mempromosikan implementasi industri kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Kawasan ASEAN.
Tak hanya itu, di era new normal, KKP terus berupaya mengajak calon investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan.
&quot;Untuk itu, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui upaya mediasi, fasilitasi, insentif, dan promosi peluang investasi,&quot; ungkap dia.Dia juga berharap, upaya-upaya tersebut mampu mendorong peningkatan  pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan pengangguran, peningkatan  konsumsi, dan peningkatan ekspor nasional. Sebagai gambaran, pada tahun  2020, nilai ekspor Indonesia mencapai USD5,2 miliar, meningkat 5,4%  dibandingkan tahun 2019.
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa sektor perikanan terus tumbuh, meski di tengah dampak pandemi Covid-19,&quot; jelas Artati.
Guna mendukung hal tersebut, KKP memfokuskan pembangunan sektor  kelautan dan perikanan pada optimalisasi dan penguatan perikanan  budidaya, penguatan pelaku usaha perikanan skala kecil. Kemudian  membangkitkan industri kelautan dan perikanan melalui pemenuhan bahan  baku industri, peningkatan mutu dan nilai tambah untuk peningkatan  investasi dan ekspor serta pengelolaan laut, pesisir dan pulau-pulau  kecil, sekaligus enguatan sumber daya manusia dan inovasi penelitian.
Tak hanya itu, sebagai upaya terobosan, salah satu langkah pertama  yang dilakan KKP di bawah komando Menteri Trenggono adalah mempelajari  bagaimana negara akan menerima manfaat dari Pendapatan Negara Bukan  Pajak (PNBP) perikanan tangkap. Kemudian langkah kedua  menggerakkan  perikanan budidaya yang didukung oleh badan riset KP untuk peningkatan  ekonomi masyarakat, dan pemulihan ekonomi masyarakat dengan membangun  kampung-kampung perikanan budidaya berdasarkan komoditas.
&quot;Program terobosan ini  dilaksanakan dengan tetap menjaga kelestarian  sumber daya laut dan perikanan secara berkelanjutan,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kolaborasi antara publik dengan swasta merupakan modal kuat bagi pembangunan sektor kelautan-perikanan yang adaptif terhadap kondisi global. Sebagai langkah konkrit, Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) menawarkan berbagai kerjasama dengan sektor swasta melalui skema kemitraan publik-swasta, salah satunya pembangunan infrastruktur dengan model Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Merujuk laporan Asian Development Bank (ADB) tentang pembangunan ASEAN, disebutkan bahwa pola kemitraan publik-swasta di ASEAN memberikan kontribusi kurang dari 1% terhadap PDB. Sementara keuangan publik pada masing-masing negara sangat bervariasi, sekitar 2% hingga 10% terhadap PDB.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Ekspor Benih Lobster Masih Dihentikan
&quot;Hal ini membuka peluang untuk meningkatkan investasi melalui skema Public Private Partnership (PPP),&quot; ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, Artati Widiarti, Senin (1/2/2021).
Artati juga memastikan pemerintah Indonesia menyadari pentingnya kemitraan strategis antar negara, utamanya di kawasan ASEAN, dengan saling berbagi kepentingan, tantangan, dan manfaat dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Produk Ikan Tuna dan Cakalang Indonesia Segera Masuk Pasar Amerika dan Eropa
Bahkan, kata dia, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan swasta dalam mempromosikan implementasi industri kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Kawasan ASEAN.
Tak hanya itu, di era new normal, KKP terus berupaya mengajak calon investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan.
&quot;Untuk itu, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui upaya mediasi, fasilitasi, insentif, dan promosi peluang investasi,&quot; ungkap dia.Dia juga berharap, upaya-upaya tersebut mampu mendorong peningkatan  pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan pengangguran, peningkatan  konsumsi, dan peningkatan ekspor nasional. Sebagai gambaran, pada tahun  2020, nilai ekspor Indonesia mencapai USD5,2 miliar, meningkat 5,4%  dibandingkan tahun 2019.
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa sektor perikanan terus tumbuh, meski di tengah dampak pandemi Covid-19,&quot; jelas Artati.
Guna mendukung hal tersebut, KKP memfokuskan pembangunan sektor  kelautan dan perikanan pada optimalisasi dan penguatan perikanan  budidaya, penguatan pelaku usaha perikanan skala kecil. Kemudian  membangkitkan industri kelautan dan perikanan melalui pemenuhan bahan  baku industri, peningkatan mutu dan nilai tambah untuk peningkatan  investasi dan ekspor serta pengelolaan laut, pesisir dan pulau-pulau  kecil, sekaligus enguatan sumber daya manusia dan inovasi penelitian.
Tak hanya itu, sebagai upaya terobosan, salah satu langkah pertama  yang dilakan KKP di bawah komando Menteri Trenggono adalah mempelajari  bagaimana negara akan menerima manfaat dari Pendapatan Negara Bukan  Pajak (PNBP) perikanan tangkap. Kemudian langkah kedua  menggerakkan  perikanan budidaya yang didukung oleh badan riset KP untuk peningkatan  ekonomi masyarakat, dan pemulihan ekonomi masyarakat dengan membangun  kampung-kampung perikanan budidaya berdasarkan komoditas.
&quot;Program terobosan ini  dilaksanakan dengan tetap menjaga kelestarian  sumber daya laut dan perikanan secara berkelanjutan,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
