<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: RI Tak Bisa Hanya Bergantung dari APBN</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia bercita-cita menjadi 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia pada 2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn"/><item><title>Sri Mulyani: RI Tak Bisa Hanya Bergantung dari APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn-9MG1cXFH80.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354306/sri-mulyani-ri-tak-bisa-hanya-bergantung-dari-apbn-9MG1cXFH80.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia bercita-cita menjadi 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia pada 2045. Untuk mewujudkan, pembangunan harus dilakukan dan mengoptimalkan investasi karena tidak bisa bergantung dari APBN.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkannya, Indonesia harus terus membangun dan tidak bisa bergantung hanya dari APBN,&amp;rdquo; tulis caption Instagram Sri Mulyani yang dikutip Okezone, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Begini Jurus Sri Mulyani Berantas Kasus Pencucian Uang
Kemudian, pada video unggahan Sri menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional memang menjadi kebutuhan. Namun, pendanaan Indonesia terbatas. Investasi pun perlu dioptimalkan dengan baik.
&amp;ldquo;Rasio utang APBN harus tetap dikendalikan aman, sementara kapasitas pembiayaan BUMN juga tidak besar. Karenanya, investasi harus dioptimalkan,&amp;rdquo; tulisan dalam postingan video Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi8xLzEyMzYwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dia pun mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bisa menjadi solusi dari masalah keterbatasan pendanaan tersebut. LPI mengelola investasi pemerintah dengan menjadi mitra yang andal dan terpercaya bagi investor internasional dan domestik. Dengan modal awal dari pemerintah dalam bentuk PMN, LPI dikelola dengan hati-hati dan profesional.&amp;ldquo;Pengelolaannya diawasi oleh Dewan Pengawas. Menkeu sebagai Ketua,  Menteri BUMN sebagai anggota bersama tiga anggota dari unsur  profesional. Haryanto Sahari, Darwin Cyril Noerhadi, dan Yozua Makes,&amp;rdquo;  kata dia.
Sri Mulyani juga mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan infrastruktur  dan investasi pun juga bisa menyerap tenaga kerja baru. Oleh sebab itu,  LPI adalah solusi mempercepat pembangunan infrastruktur dan pendukung  pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;LPI diharapkan dapat meningkatkan dan mengoptimalkan nilai Investasi  Pemerintah yang dikelola secara jangka panjang guna mendukung  pembangunan secara berkelanjutan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia bercita-cita menjadi 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia pada 2045. Untuk mewujudkan, pembangunan harus dilakukan dan mengoptimalkan investasi karena tidak bisa bergantung dari APBN.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkannya, Indonesia harus terus membangun dan tidak bisa bergantung hanya dari APBN,&amp;rdquo; tulis caption Instagram Sri Mulyani yang dikutip Okezone, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Begini Jurus Sri Mulyani Berantas Kasus Pencucian Uang
Kemudian, pada video unggahan Sri menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional memang menjadi kebutuhan. Namun, pendanaan Indonesia terbatas. Investasi pun perlu dioptimalkan dengan baik.
&amp;ldquo;Rasio utang APBN harus tetap dikendalikan aman, sementara kapasitas pembiayaan BUMN juga tidak besar. Karenanya, investasi harus dioptimalkan,&amp;rdquo; tulisan dalam postingan video Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi8xLzEyMzYwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dia pun mengatakan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bisa menjadi solusi dari masalah keterbatasan pendanaan tersebut. LPI mengelola investasi pemerintah dengan menjadi mitra yang andal dan terpercaya bagi investor internasional dan domestik. Dengan modal awal dari pemerintah dalam bentuk PMN, LPI dikelola dengan hati-hati dan profesional.&amp;ldquo;Pengelolaannya diawasi oleh Dewan Pengawas. Menkeu sebagai Ketua,  Menteri BUMN sebagai anggota bersama tiga anggota dari unsur  profesional. Haryanto Sahari, Darwin Cyril Noerhadi, dan Yozua Makes,&amp;rdquo;  kata dia.
Sri Mulyani juga mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan infrastruktur  dan investasi pun juga bisa menyerap tenaga kerja baru. Oleh sebab itu,  LPI adalah solusi mempercepat pembangunan infrastruktur dan pendukung  pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;LPI diharapkan dapat meningkatkan dan mengoptimalkan nilai Investasi  Pemerintah yang dikelola secara jangka panjang guna mendukung  pembangunan secara berkelanjutan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
