<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Wapres Ungkap Penerima Subsidi Listrik Naik Jadi 44%, Tapi Tak Tepat Sasaran</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengungkap penyaluran subsidi listrik belum tepat sasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran"/><item><title> Wapres Ungkap Penerima Subsidi Listrik Naik Jadi 44%, Tapi Tak Tepat Sasaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran-yYytWbt28I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354353/wapres-ungkap-penerima-subsidi-listrik-naik-jadi-44-tapi-tak-tepat-sasaran-yYytWbt28I.jpg</image><title>Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengungkap penyaluran subsidi listrik belum tepat sasaran. Dia mengatakan pemerintah memang telah memberlakukan subsidi listrik sejak tahun 2017.
Namun ternyata subsidi masih belum tepat sasaran karena masih dinikmati oleh kelompok dengan kesejahteraan tinggi.
Baca Juga: Begini Cara Dapat Diskon Listrik dari Handphone, Jadi Mudah!
 
&amp;ldquo;Jumlah masyarakat miskin yang menikmati subsidi listrik meningkat dari hanya 26% sebelum 2017 menjadi 44% pada tahun 2018. Akan tetapi penerima subsidi listrik saat ini masih didominasi oleh kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi,&amp;rdquo; kata dia dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Sebagai Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Maruf meminta agar kebijakan energi lebih berpihak kepada masyarakat miskin dan rentan.
Baca Juga: Jangan Lupa, Token Listrik Gratis Bisa Dinikmati Mulai Besok
 
&amp;ldquo;Saya telah meminta agar kebijakan energi juga harus berpihak kepada masyarakat miskin dan rentan untuk mendorong keadilan terhadap akses energi dan pada akhirnya mendorong ketahanan energi nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.Maruf juga menyoroti belum meratanya elektrifikasi di Indonesia. Dia  mengatakan saat ini tingkat elektrifikasi sudah mencapai 99% tapi masih  banyak yang belum mendapatkan aksesnya.
&amp;ldquo;Tetap saja masih banyak wilayah yang belum mendapatkan akses  listrik. Sementara banyak rumah tangga miskin yang meskipun tersedia  infrastruktur listrik di wilayahnya tetap tidak mendapatkan akses karena  terdapat entry barrier untuk membayar biaya pemasangan listrik dan  membeli perlengkapan terkait,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengungkap penyaluran subsidi listrik belum tepat sasaran. Dia mengatakan pemerintah memang telah memberlakukan subsidi listrik sejak tahun 2017.
Namun ternyata subsidi masih belum tepat sasaran karena masih dinikmati oleh kelompok dengan kesejahteraan tinggi.
Baca Juga: Begini Cara Dapat Diskon Listrik dari Handphone, Jadi Mudah!
 
&amp;ldquo;Jumlah masyarakat miskin yang menikmati subsidi listrik meningkat dari hanya 26% sebelum 2017 menjadi 44% pada tahun 2018. Akan tetapi penerima subsidi listrik saat ini masih didominasi oleh kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi,&amp;rdquo; kata dia dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Sebagai Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Maruf meminta agar kebijakan energi lebih berpihak kepada masyarakat miskin dan rentan.
Baca Juga: Jangan Lupa, Token Listrik Gratis Bisa Dinikmati Mulai Besok
 
&amp;ldquo;Saya telah meminta agar kebijakan energi juga harus berpihak kepada masyarakat miskin dan rentan untuk mendorong keadilan terhadap akses energi dan pada akhirnya mendorong ketahanan energi nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.Maruf juga menyoroti belum meratanya elektrifikasi di Indonesia. Dia  mengatakan saat ini tingkat elektrifikasi sudah mencapai 99% tapi masih  banyak yang belum mendapatkan aksesnya.
&amp;ldquo;Tetap saja masih banyak wilayah yang belum mendapatkan akses  listrik. Sementara banyak rumah tangga miskin yang meskipun tersedia  infrastruktur listrik di wilayahnya tetap tidak mendapatkan akses karena  terdapat entry barrier untuk membayar biaya pemasangan listrik dan  membeli perlengkapan terkait,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
