<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi LPG Capai Rp54 Triliun, 12,51 Juta Rumah Tangga Masih Masak dengan Kayu   </title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp54 triliun untuk subsidi LPG.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu"/><item><title>Subsidi LPG Capai Rp54 Triliun, 12,51 Juta Rumah Tangga Masih Masak dengan Kayu   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu-aupI9oAQqn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Subsidi Gas Elpiji Capai Rp54 Triliun. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354359/subsidi-lpg-capai-rp54-triliun-12-51-juta-rumah-tangga-masih-masak-dengan-kayu-aupI9oAQqn.jpg</image><title>Subsidi Gas Elpiji Capai Rp54 Triliun. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA- Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp54 triliun untuk subsidi LPG. Selain itu, menyediakan LPG sampai 7,5 juta metrik ton untuk masyarakat.
Namun Maruf menyebutkan bahwa masih ada kelompok masyarakat yang masak menggunakan kayu bakar.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Fakta Formula Terbaru Gas Elpiji 3 Kg, Harganya Jadi Segini
&amp;ldquo;Masih terdapat lebih dari 12,51 juta rumah tangga miskin dan rentan di Indonesia yang memasak menggunakan kayu bakar,&amp;rdquo; katanya dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Ironisnya, di saat yang sama subsidi yang diberikan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh seluruh masyarakat miskin dan rentan. Pasalnya subsidi masih banyak dinikmati oleh masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;ESDM Belum Putuskan soal Perubahan Penyaluran Elpiji Subsidi
&amp;ldquo;Ketimpangan juga terjadi untuk subsidi LPG yang hanya dinikmati oleh 35% kelompok masyarakat miskin dan rentan dan sisanya dinikmati kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Tentu ini ironis, karena alokasi subsidi elpiji jumlahnya sangat besar dan cenderung meningkat,&amp;rdquo; ujarnya.Dia mengatakan, kebijakan subsidi energi di Indonesia harus diperbaiki jika ingin tercipta keadilan akses energi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
&amp;ldquo;Dalam mendorong perbaikan kebijakan subsidi energi saya telah menugaskan kementerian/lembaga terkait untuk terus mengkaji kebijakan subsidi energi yang lebih berpihak pada kelompok masyarakat miskin. Tetapi pada saat yang sama juga mampu mendorong penghematan anggaran pemerintah serta memperkuat ketahanan energi nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp54 triliun untuk subsidi LPG. Selain itu, menyediakan LPG sampai 7,5 juta metrik ton untuk masyarakat.
Namun Maruf menyebutkan bahwa masih ada kelompok masyarakat yang masak menggunakan kayu bakar.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Fakta Formula Terbaru Gas Elpiji 3 Kg, Harganya Jadi Segini
&amp;ldquo;Masih terdapat lebih dari 12,51 juta rumah tangga miskin dan rentan di Indonesia yang memasak menggunakan kayu bakar,&amp;rdquo; katanya dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Ironisnya, di saat yang sama subsidi yang diberikan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh seluruh masyarakat miskin dan rentan. Pasalnya subsidi masih banyak dinikmati oleh masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;ESDM Belum Putuskan soal Perubahan Penyaluran Elpiji Subsidi
&amp;ldquo;Ketimpangan juga terjadi untuk subsidi LPG yang hanya dinikmati oleh 35% kelompok masyarakat miskin dan rentan dan sisanya dinikmati kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Tentu ini ironis, karena alokasi subsidi elpiji jumlahnya sangat besar dan cenderung meningkat,&amp;rdquo; ujarnya.Dia mengatakan, kebijakan subsidi energi di Indonesia harus diperbaiki jika ingin tercipta keadilan akses energi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
&amp;ldquo;Dalam mendorong perbaikan kebijakan subsidi energi saya telah menugaskan kementerian/lembaga terkait untuk terus mengkaji kebijakan subsidi energi yang lebih berpihak pada kelompok masyarakat miskin. Tetapi pada saat yang sama juga mampu mendorong penghematan anggaran pemerintah serta memperkuat ketahanan energi nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
