<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Produktivitas Pekerja Indonesia Tertinggal Jauh Dibandingkan Singapura dan Malaysia</title><description>Tingkat produktivitas tenaga kerja di Indonesia bukanlah yang terbaik di ASEAN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia"/><item><title>Wapres: Produktivitas Pekerja Indonesia Tertinggal Jauh Dibandingkan Singapura dan Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia-GFcpDGieub.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354365/wapres-produktivitas-pekerja-indonesia-tertinggal-jauh-dibandingkan-singapura-dan-malaysia-GFcpDGieub.jpg</image><title>Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan salah satu kriteria Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul adalah tingginya tingkat produktivitas. Namun dia mengatakan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja di Indonesia bukanlah yang terbaik di ASEAN. Bahkan tertinggal dari negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
&amp;ldquo;Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) yang diterbitkan dalam APO Productivity Data Book 2020, posisi produktivitas per pekerja Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Kita bahkan berada di bawah rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja 6 negara ASEAN terbesar,&amp;rdquo; katanya dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Sambut 153 TKA China di Tengah Pelarangan WNA, Apa Kata Menlu?
Dia menyebut bahwa produktivitas setiap pekerja Indonesia hanya seperlima dari Singapura. Di mana produktivitas Singapura berada di peringkat pertama di antara negara ASEAN.
&amp;ldquo;Produktivitas per pekerja Indonesia berkisar USD23.900. Ini hanya seperlima dari Singapura yang berada di peringkat pertama dengan produktivitas per pekerja sebesar USD149.100. Kita juga masih terpaut jauh dari Malaysia dengan produktivitas per pekerja sebesar USD55.400 atau lebih dari dua kali lipat Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dicari 500 Ribu Pekerja Terampil untuk Kerja di 5 Destinasi Wisata Prioritas
Maruf pun meminta agar upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM agar dapat berkompetisi secara global masih harus terus dipacu.
&amp;ldquo;Pengembangan SDM unggul juga harus dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk kampus Universitas Pertamina ini. Dalam mengembangkan SDM unggul, Universitas Pertamina sebagai perguruan tinggi dituntut untuk berperan aktif bukan hanya sebagai agen pendidikan, tetapi juga agen penelitian dan pengembangan, serta agen transfer budaya dan teknologi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan salah satu kriteria Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul adalah tingginya tingkat produktivitas. Namun dia mengatakan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja di Indonesia bukanlah yang terbaik di ASEAN. Bahkan tertinggal dari negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
&amp;ldquo;Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) yang diterbitkan dalam APO Productivity Data Book 2020, posisi produktivitas per pekerja Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Kita bahkan berada di bawah rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja 6 negara ASEAN terbesar,&amp;rdquo; katanya dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Sambut 153 TKA China di Tengah Pelarangan WNA, Apa Kata Menlu?
Dia menyebut bahwa produktivitas setiap pekerja Indonesia hanya seperlima dari Singapura. Di mana produktivitas Singapura berada di peringkat pertama di antara negara ASEAN.
&amp;ldquo;Produktivitas per pekerja Indonesia berkisar USD23.900. Ini hanya seperlima dari Singapura yang berada di peringkat pertama dengan produktivitas per pekerja sebesar USD149.100. Kita juga masih terpaut jauh dari Malaysia dengan produktivitas per pekerja sebesar USD55.400 atau lebih dari dua kali lipat Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dicari 500 Ribu Pekerja Terampil untuk Kerja di 5 Destinasi Wisata Prioritas
Maruf pun meminta agar upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM agar dapat berkompetisi secara global masih harus terus dipacu.
&amp;ldquo;Pengembangan SDM unggul juga harus dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk kampus Universitas Pertamina ini. Dalam mengembangkan SDM unggul, Universitas Pertamina sebagai perguruan tinggi dituntut untuk berperan aktif bukan hanya sebagai agen pendidikan, tetapi juga agen penelitian dan pengembangan, serta agen transfer budaya dan teknologi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
