<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Inflasi Januari 0,26% Dibayangi Covid-19 yang Belum Reda</title><description>BPS mengklaim angka inflasi pada periode ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan Januari 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda"/><item><title>BPS: Inflasi Januari 0,26% Dibayangi Covid-19 yang Belum Reda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda-IklmG8vzXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Januari 2021 0,26%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354379/bps-inflasi-januari-0-26-dibayangi-covid-19-yang-belum-reda-IklmG8vzXh.jpg</image><title>Inflasi Januari 2021 0,26%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS)  mengklaim angka  inflasi pada periode ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan Januari 2020 yang saat itu sebesar 0,39%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada Januari 2021 secara tahunan (year on year/yoy)  sebesar 1,55%  juga lebih rendah dari posisi inflasi pada Desember 2020 dan Januari 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menanti Pengumuman IHK Awal 2021, Inflasi Januari Diprediksi 0,35%
&amp;ldquo;Kalau kita lihat pergerakan ini, memasuki 2021 ini dampak Covid-19 belum reda, masih membayang-bayangi perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia,&amp;rdquo; kata Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Kata dia, inflasi Januari 2021 didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Tahu, tempe, hingga cabet rawit juga menjadi penyumbang inflasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Januari 2021 0,26% karena Harga Komoditas Naik
&quot;Ada beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi beberapa komoditas andil pertama cabai rawit sebesar 0,08% , kemudian ikan segar memberikan andil inflasi 0,08%, kemudian harga tempe 0,03%  dan satu lagi kenaikan harga tahu mentah 0,02 %,&quot; imbuhnya.
Lanjutnya, dari 11 kelompok pengeluaran seluruh kelompok mengalami inflasi, kecuali sektor transportasi yang mengalami deflasi sebesar 0,30% .
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kelompok makanan dan minuman pada bulan Januari 2021 mengalami inflasi 0,81% yang memberikan andil inflasi 0,21% .
&quot;Sebagian komoditas menyumbang deflasi seperti telur ayam ras deflasi -0,04% dan bawang merah -0,02% ,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS)  mengklaim angka  inflasi pada periode ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan Januari 2020 yang saat itu sebesar 0,39%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada Januari 2021 secara tahunan (year on year/yoy)  sebesar 1,55%  juga lebih rendah dari posisi inflasi pada Desember 2020 dan Januari 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menanti Pengumuman IHK Awal 2021, Inflasi Januari Diprediksi 0,35%
&amp;ldquo;Kalau kita lihat pergerakan ini, memasuki 2021 ini dampak Covid-19 belum reda, masih membayang-bayangi perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia,&amp;rdquo; kata Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Kata dia, inflasi Januari 2021 didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Tahu, tempe, hingga cabet rawit juga menjadi penyumbang inflasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Januari 2021 0,26% karena Harga Komoditas Naik
&quot;Ada beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi beberapa komoditas andil pertama cabai rawit sebesar 0,08% , kemudian ikan segar memberikan andil inflasi 0,08%, kemudian harga tempe 0,03%  dan satu lagi kenaikan harga tahu mentah 0,02 %,&quot; imbuhnya.
Lanjutnya, dari 11 kelompok pengeluaran seluruh kelompok mengalami inflasi, kecuali sektor transportasi yang mengalami deflasi sebesar 0,30% .
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kelompok makanan dan minuman pada bulan Januari 2021 mengalami inflasi 0,81% yang memberikan andil inflasi 0,21% .
&quot;Sebagian komoditas menyumbang deflasi seperti telur ayam ras deflasi -0,04% dan bawang merah -0,02% ,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
