<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catatan OJK, Bunga Kredit Bank Sudah Turun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan suku bunga kredit perbankan sudah mengalami tren penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun"/><item><title>Catatan OJK, Bunga Kredit Bank Sudah Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun-c0Ivuo05Jf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/320/2354653/catatan-ojk-bunga-kredit-bank-sudah-turun-c0Ivuo05Jf.jpg</image><title>OJK. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan suku bunga kredit perbankan sudah mengalami tren penurunan. Ini terjadi untuk semua jenis penggunaan kredit.
&quot;Hal ini menunjukkan perbankan masih memiliki upaya untuk meningkatkan volume penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih murah,&quot; ujar Ketua DK OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan resminya hari ini di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Harus Amanah Sejahterakan Bangsa dan Umat
 
Wimboh menjelaskan rincian penurunan Suku Bunga Kredit (SBK) sejak posisi Desember tahun lalu. Dari sisi SBK Modal Kerja turun 88 bps menjadi 8,88%, lalu SBK Investasi turun 102 bps menjadi 9,21%, dan SBK Konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara untuk SDBK di semua segmen kredit juga telah berada pada single digit yaitu Ritel 8,88% (&amp;darr;84,2 bps), Korporasi 8,75% (&amp;darr;79,9 bps), KPR 8,36% (&amp;darr;73,1 bps), Non KPR 8,69% (&amp;darr;56,3 bps), dan Mikro 7,33% (&amp;darr;49 bps). &quot;Ini didorong oleh penurunan harga pokok dana seiring dengan penurunan suku bunga acuan dan juga penurunan biaya overhead,&quot; katanya.Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan akan  melakukan pemeriksaan suku bunga di setiap bank dalam bentuk assessment  Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Tujuannya agar ada transparansi suku  bunga perbankan. Karena saat ini kondisi likuiditas sangat tinggi namun  bank tidak juga menurunkan suku bunganya.
&quot;Kami akan melihat SBDK  bank-bank itu seperti apa? untuk setiap jenis SBDK baik untuk konsumsi,  modal kerja, dan lainnya. Trennya naik atau menurun,&quot; ujar Perry  beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan suku bunga kredit perbankan sudah mengalami tren penurunan. Ini terjadi untuk semua jenis penggunaan kredit.
&quot;Hal ini menunjukkan perbankan masih memiliki upaya untuk meningkatkan volume penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih murah,&quot; ujar Ketua DK OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan resminya hari ini di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Harus Amanah Sejahterakan Bangsa dan Umat
 
Wimboh menjelaskan rincian penurunan Suku Bunga Kredit (SBK) sejak posisi Desember tahun lalu. Dari sisi SBK Modal Kerja turun 88 bps menjadi 8,88%, lalu SBK Investasi turun 102 bps menjadi 9,21%, dan SBK Konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara untuk SDBK di semua segmen kredit juga telah berada pada single digit yaitu Ritel 8,88% (&amp;darr;84,2 bps), Korporasi 8,75% (&amp;darr;79,9 bps), KPR 8,36% (&amp;darr;73,1 bps), Non KPR 8,69% (&amp;darr;56,3 bps), dan Mikro 7,33% (&amp;darr;49 bps). &quot;Ini didorong oleh penurunan harga pokok dana seiring dengan penurunan suku bunga acuan dan juga penurunan biaya overhead,&quot; katanya.Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan akan  melakukan pemeriksaan suku bunga di setiap bank dalam bentuk assessment  Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Tujuannya agar ada transparansi suku  bunga perbankan. Karena saat ini kondisi likuiditas sangat tinggi namun  bank tidak juga menurunkan suku bunganya.
&quot;Kami akan melihat SBDK  bank-bank itu seperti apa? untuk setiap jenis SBDK baik untuk konsumsi,  modal kerja, dan lainnya. Trennya naik atau menurun,&quot; ujar Perry  beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
