<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belum Penuhi Kewajiban, Saham FASW Disuspensi BEI</title><description>Perdagangan saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dihentikan sementara atau disuspensi oleh BEI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei"/><item><title>Belum Penuhi Kewajiban, Saham FASW Disuspensi BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 15:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei-t8svjMZEJH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/278/2355173/belum-penuhi-kewajiban-saham-fasw-disuspensi-bei-t8svjMZEJH.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lantaran belum memenuhi kewajiban peraturan yang telah  ditentukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya perdagangan saham PT  Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dihentikan sementara atau disuspensi oleh  BEI pada perdagangan sesi pertama, 1 Februari kemarin. Informasi  tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta.

Mengutip Neraca, BEI menjelaskan bahwa kebijakan itu diambil karena emiten kertas itu  belum memenuhi ketentuan minimal saham beredar sebesar 7,5%. Oleh karena  itu, sehubungan dengan kewajiban pemenuhan ketentuan V.1. Peraturan  Bursa I-A, Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan denda atas  belum terpenuhinya ketentuan tersebut dan memberikan batas waktu kepada  perseroan untuk memenuhi ketentuan dimaksud sampai dengan tanggal 31  Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fajar Surya Bukukan Kenaikan Laba 136% pada 2018
Untuk diketahui, FASW dikuasai oleh PT Intercipta Sempana sebesar  44,48%, Solustion sebesar 55,23%. Sehingga porsi saham publik hanya  0,29%. Perseroan dalam memacu pertumbuhan bisnisnya akan terus menggali  potensi pasar dalam negeri dan salah satunya dengan dukungan pabrik PT  Dayasa Aria Prima yang berlokasi di Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan FASW, Marco Hardy pernah bilang, fokus pangsa  pasar Fajar Surya Wisesa adalah ke pasar domestik. Salah satu faktor  yang dilihat oleh FASW adalah tingkat konsumsi kertas per-kapita di  Indonesia yang punya peluang cukup besar ke depannya. FASW melansir data  dari berbagai sumber, melihat bahwa konsumsi kertas di Indonesia baru  19 kilogram kertas per kapita, masih jauh jika dibandingkan  negara  tetangga seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand. &quot;Saat ini perusahaan  sebagai grup, fokus pengembangan ekspansi pabrik anak usaha, PT Dayasa  Aria Prima di Surabaya yang diharapkan proses refurbishment bisa selesai  di pertengahan tahun 2021,&quot;  jelasnya.
 
Baca juga: Naik Tak Karuan, BEI Setop Sementara Saham GLOB
Emiten produsen kertas ini menyebutkan, agenda pengembangan bisnis di  dalam negeri juga merupakan bagian dari rencana Dayasa karena Fajar  Surya Wisesa akan memperdalam pangsa pasarnya di Jawa Timur.  Marco  mengatakan saat ini Fajar Surya sudah melakukan penjualan sekitar 20% ke  arah Jawa Timur, jadi dengan adanya Dayasa di sana, diharapkan FASW  bisa lebih dekat dengan pelanggan yang sudah ada maupun yang belum  menjadi costumer perusahaan.Marco bilang tidak menutup kemungkinan FASW juga akan melakukan  pengembangan usaha ke daerah Indonesia bagian Timur yang bisa  diakomodiasikan dari pabrik Dayasa di Jawa Timur. Di kuartal tiga 2020,  perseroan membukukan penjualan bersih Rp 5,76 triliun atau turun 9,58%   jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang  tercatat Rp 6,37 triliun.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan penjualan di beberapa wilayah.  Misalnya, penjualan di Asia selain Indonesia yang terkerek 91,9% year  on year (yoy) menjadi Rp 1,88 triliun dari sebelumnya Rp 979,73 miliar.  Penjualan di wilayah Timur tengah juga terkerek menjadi Rp 13,8 miliar  dari sebelumnya Rp 329,41 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lantaran belum memenuhi kewajiban peraturan yang telah  ditentukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya perdagangan saham PT  Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dihentikan sementara atau disuspensi oleh  BEI pada perdagangan sesi pertama, 1 Februari kemarin. Informasi  tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta.

Mengutip Neraca, BEI menjelaskan bahwa kebijakan itu diambil karena emiten kertas itu  belum memenuhi ketentuan minimal saham beredar sebesar 7,5%. Oleh karena  itu, sehubungan dengan kewajiban pemenuhan ketentuan V.1. Peraturan  Bursa I-A, Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan denda atas  belum terpenuhinya ketentuan tersebut dan memberikan batas waktu kepada  perseroan untuk memenuhi ketentuan dimaksud sampai dengan tanggal 31  Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fajar Surya Bukukan Kenaikan Laba 136% pada 2018
Untuk diketahui, FASW dikuasai oleh PT Intercipta Sempana sebesar  44,48%, Solustion sebesar 55,23%. Sehingga porsi saham publik hanya  0,29%. Perseroan dalam memacu pertumbuhan bisnisnya akan terus menggali  potensi pasar dalam negeri dan salah satunya dengan dukungan pabrik PT  Dayasa Aria Prima yang berlokasi di Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan FASW, Marco Hardy pernah bilang, fokus pangsa  pasar Fajar Surya Wisesa adalah ke pasar domestik. Salah satu faktor  yang dilihat oleh FASW adalah tingkat konsumsi kertas per-kapita di  Indonesia yang punya peluang cukup besar ke depannya. FASW melansir data  dari berbagai sumber, melihat bahwa konsumsi kertas di Indonesia baru  19 kilogram kertas per kapita, masih jauh jika dibandingkan  negara  tetangga seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand. &quot;Saat ini perusahaan  sebagai grup, fokus pengembangan ekspansi pabrik anak usaha, PT Dayasa  Aria Prima di Surabaya yang diharapkan proses refurbishment bisa selesai  di pertengahan tahun 2021,&quot;  jelasnya.
 
Baca juga: Naik Tak Karuan, BEI Setop Sementara Saham GLOB
Emiten produsen kertas ini menyebutkan, agenda pengembangan bisnis di  dalam negeri juga merupakan bagian dari rencana Dayasa karena Fajar  Surya Wisesa akan memperdalam pangsa pasarnya di Jawa Timur.  Marco  mengatakan saat ini Fajar Surya sudah melakukan penjualan sekitar 20% ke  arah Jawa Timur, jadi dengan adanya Dayasa di sana, diharapkan FASW  bisa lebih dekat dengan pelanggan yang sudah ada maupun yang belum  menjadi costumer perusahaan.Marco bilang tidak menutup kemungkinan FASW juga akan melakukan  pengembangan usaha ke daerah Indonesia bagian Timur yang bisa  diakomodiasikan dari pabrik Dayasa di Jawa Timur. Di kuartal tiga 2020,  perseroan membukukan penjualan bersih Rp 5,76 triliun atau turun 9,58%   jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang  tercatat Rp 6,37 triliun.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan penjualan di beberapa wilayah.  Misalnya, penjualan di Asia selain Indonesia yang terkerek 91,9% year  on year (yoy) menjadi Rp 1,88 triliun dari sebelumnya Rp 979,73 miliar.  Penjualan di wilayah Timur tengah juga terkerek menjadi Rp 13,8 miliar  dari sebelumnya Rp 329,41 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
