<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Subsidi Gaji Disetop, Buruh Bakal Surati Presiden Jokowi</title><description>Pemerintah menyetop penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) subsidi upah  alias BSU kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi"/><item><title>BLT Subsidi Gaji Disetop, Buruh Bakal Surati Presiden Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi-k9a7bCV52X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUruh (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2354866/blt-subsidi-gaji-disetop-buruh-bakal-surati-presiden-jokowi-k9a7bCV52X.jpg</image><title>BUruh (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyetop penyaluran bantuan langsung tunai alias BLT subsidi gaji atau disebut bantuan subsidi upah (BSU) kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada tahun ini. Di mana 2020 lalu para buruh itu mendapatkan kucuran dana dari pemerintah sebesar Rp2,4 juta.

Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pelaksanaan program tersebut kembali dilanjutkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mohon Maaf, BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Tak Dilanjutkan
&quot;Segera akan mengirim surat ke presiden,&quot; ujarnya kepada Okezone, Selasa (2/2/2021).

Menurut dia, keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyetop BLT subsidi gaji adalah hal yang keliru. Sebab, mestinya itu tetap dilaksanakan dan penerimanya juga ditambah dari sebelumnya yang hanya 12,4 juta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BLT untuk Pekerja Akan Cair Lagi, Ini Syaratnya
&quot;Dan upayakan diperluas kepesertaan penerima BLT subsidi upah tersebut, misal menjadi 30 juta buruh penerima BLT,&quot; ujarnya.

Dia menilai ledakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai masih akan terus berlanjut. Oleh sebab itu, diperlukan adanya keterlibatan pemerintah agar mereka tetap bisa bertahan hidup.

&quot;Ke depan ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen, denga adanya BLT subsidi upah akan menjadi penyangga buruh dan keluarganya bertahan hidup,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMi8xLzEyNzc2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui bahwa dana  bantuan subsidi upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi  Gaji tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

&quot;Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat  bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, &quot; ujarnya di Medan, beberapa waktu  lalu.

Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan usai dia menyaksikan  penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja  (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK  Medan.

Untuk membantu pekerja di luar pemberian BSU seperti yang dilakukan  di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai  program.

Kemnaker sebagai salah satu Kementerian yang memiliki peran sentral  dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya selalu berusaha untuk menjalin  siinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) .

Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

&quot;Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah  seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan  BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan  Restoran Indonesia), &quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyetop penyaluran bantuan langsung tunai alias BLT subsidi gaji atau disebut bantuan subsidi upah (BSU) kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada tahun ini. Di mana 2020 lalu para buruh itu mendapatkan kucuran dana dari pemerintah sebesar Rp2,4 juta.

Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pelaksanaan program tersebut kembali dilanjutkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mohon Maaf, BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Tak Dilanjutkan
&quot;Segera akan mengirim surat ke presiden,&quot; ujarnya kepada Okezone, Selasa (2/2/2021).

Menurut dia, keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyetop BLT subsidi gaji adalah hal yang keliru. Sebab, mestinya itu tetap dilaksanakan dan penerimanya juga ditambah dari sebelumnya yang hanya 12,4 juta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BLT untuk Pekerja Akan Cair Lagi, Ini Syaratnya
&quot;Dan upayakan diperluas kepesertaan penerima BLT subsidi upah tersebut, misal menjadi 30 juta buruh penerima BLT,&quot; ujarnya.

Dia menilai ledakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai masih akan terus berlanjut. Oleh sebab itu, diperlukan adanya keterlibatan pemerintah agar mereka tetap bisa bertahan hidup.

&quot;Ke depan ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen, denga adanya BLT subsidi upah akan menjadi penyangga buruh dan keluarganya bertahan hidup,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMi8xLzEyNzc2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui bahwa dana  bantuan subsidi upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi  Gaji tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

&quot;Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat  bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, &quot; ujarnya di Medan, beberapa waktu  lalu.

Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan usai dia menyaksikan  penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja  (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK  Medan.

Untuk membantu pekerja di luar pemberian BSU seperti yang dilakukan  di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai  program.

Kemnaker sebagai salah satu Kementerian yang memiliki peran sentral  dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya selalu berusaha untuk menjalin  siinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) .

Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

&quot;Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah  seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan  BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan  Restoran Indonesia), &quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
