<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Januari 0,26%, Ini Catatan dari BI</title><description>Bank Indonesia (BI) memandang Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi"/><item><title>Inflasi Januari 0,26%, Ini Catatan dari BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi-z8bioRyKmg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2354982/inflasi-januari-0-26-ini-catatan-dari-bi-z8bioRyKmg.jpg</image><title>Bank Indonesia (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm). Lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,45% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkembangan  ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok volatile food dan deflasi kelompok administered prices, sementara inflasi inti masih mencatat kenaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Inflasi Januari 0,26%, Sri Mulyani Soroti Pasokan Gula hingga Daging Sapi
&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat 1,55% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,68% (yoy),&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%&amp;plusmn;1%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,26%, Stok Pangan Perlu Disoroti 
&quot;Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%&amp;plusmn;1%,&quot; bebernya.

Inflasi inti Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dari inflasi bulan Desember 2020 sebesar 0,05% (mtm). Peningkatan inflasi inti secara bulanan ini disumbang terutama oleh komoditas nasi dengan lauk seiring dampak lanjutan inflasi kelompok volatile food.

Secara tahunan, inflasi inti sebesar 1,56% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi Desember 2020 sebesar 1,60% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan harga komoditas nonpangan dunia yang relatif stabil.Kelompok volatile food inflasi 1,15% (mtm) pada Januari 2021, lebih  rendah dari capaian pada Desember 2020 sebesar 2,17% (mtm). Tekanan  inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga  komoditas cabai rawit, ikan segar, tempe, dan tahu mentah, seiring  tertahannya pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan global.  Peningkatan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan  oleh deflasi komoditas telur ayam ras dan bawang merah. Secara tahunan,  inflasi kelompok volatile food sebesar 2,82% (yoy), menurun dari bulan  sebelumnya sebesar 3,62% (yoy).

Kelompok administered prices Januari 2021 deflasi sebesar 0,19%  (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar  0,35% (mtm). Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh  normalisasi penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara,  pascalibur akhir tahun. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi  komoditas rokok kretek filter seiring berlanjutnya transmisi kenaikan  cukai tembakau dan inflasi tarif jalan tol seiring penyesuaian tarif di  beberapa ruas tol.

&quot;Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,34%  (yoy), meningkat dari 0,25% (yoy) pada bulan sebelumnya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm). Lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,45% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkembangan  ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok volatile food dan deflasi kelompok administered prices, sementara inflasi inti masih mencatat kenaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Inflasi Januari 0,26%, Sri Mulyani Soroti Pasokan Gula hingga Daging Sapi
&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat 1,55% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,68% (yoy),&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%&amp;plusmn;1%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,26%, Stok Pangan Perlu Disoroti 
&quot;Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%&amp;plusmn;1%,&quot; bebernya.

Inflasi inti Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dari inflasi bulan Desember 2020 sebesar 0,05% (mtm). Peningkatan inflasi inti secara bulanan ini disumbang terutama oleh komoditas nasi dengan lauk seiring dampak lanjutan inflasi kelompok volatile food.

Secara tahunan, inflasi inti sebesar 1,56% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi Desember 2020 sebesar 1,60% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan harga komoditas nonpangan dunia yang relatif stabil.Kelompok volatile food inflasi 1,15% (mtm) pada Januari 2021, lebih  rendah dari capaian pada Desember 2020 sebesar 2,17% (mtm). Tekanan  inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga  komoditas cabai rawit, ikan segar, tempe, dan tahu mentah, seiring  tertahannya pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan global.  Peningkatan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan  oleh deflasi komoditas telur ayam ras dan bawang merah. Secara tahunan,  inflasi kelompok volatile food sebesar 2,82% (yoy), menurun dari bulan  sebelumnya sebesar 3,62% (yoy).

Kelompok administered prices Januari 2021 deflasi sebesar 0,19%  (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar  0,35% (mtm). Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh  normalisasi penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara,  pascalibur akhir tahun. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi  komoditas rokok kretek filter seiring berlanjutnya transmisi kenaikan  cukai tembakau dan inflasi tarif jalan tol seiring penyesuaian tarif di  beberapa ruas tol.

&quot;Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,34%  (yoy), meningkat dari 0,25% (yoy) pada bulan sebelumnya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
