<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Ingatkan Maskapai dan Operator Kapal Mitigasi Cuaca Ekstrem</title><description>Kementerian Perhubungan mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem"/><item><title>Menhub Ingatkan Maskapai dan Operator Kapal Mitigasi Cuaca Ekstrem</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem-APLQ1DRkbf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/320/2355284/menhub-ingatkan-maskapai-dan-operator-kapal-mitigasi-cuaca-ekstrem-APLQ1DRkbf.jpeg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat, cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia ini akan mempengaruhi operasional dari sektor transportasi.
Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor transportasi udara dan juga laut. Karena cuaca ekstrem ini juga akan berpengaruh pada gelombang di lautan dan juga kecepatan angin dan pembentukan awan di udara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garap Proyek Pakai SBSN Rp145,8 Triliun, Sri Mulyani ke Menteri Basuki: Jangan Lelah&amp;nbsp;
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, operator di transportasi udara dan juga laut perlu melakukan mitigasi untuk merespons laporan cuaca yang dikeluarkan BMKG tersebut. Sehingga bisa menjadi landasan bagi operator transportasi udara untuk merekomendasikan jadwal penerbangan dan perjalanan kapal.
&quot;Memang sengaja saya pilih udara dan laut karena mereka harus melakukan mitigasi terhadap bagaimana ramalan cuaca dan bagaimana mereka merekomendasikan penerbangan atau untuk perjalanan kapan,&quot; ujarnya dalam acara Webinar 'Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi', Selasa (2/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi
Menhub pun memberikan apresiasi kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memiliki SOP (Standard Operating Procedure) dalam memanfaatkan ramalan cuaca dari BMKG untuk penerbangan. Misalnya dengan memanfaatkan data BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca di sepanjang rute perjalanan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMy8xLzEyNzc3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan saya lihat bahwa Garuda sudah melakukan suatu SOP yang baik dan  pilot menerima data itu sehingga mereka tahu persis apa yang akan  terjadi sepanjang perjalanan,&quot; jelasnya.
Menhub menjelaskan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh bagi operasional  transportasi. Oleh karena itu, dirinya berharap ada dukungan dari  berbagai stakeholder agar bisa tetap memberikan pelayanan yang aman dan  nyaman bagi masyarakat.
&quot;Dalam rangka antisipasi ini kita memang melihat cuaca ekstrem sangat  mempengaruhi operasional. Kementerian Perhubungan membutuhkan dukungan  dari semuanya tentu dari BMKG, MTI, dan penting sekali bahwa bagaimana  operator,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat, cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia ini akan mempengaruhi operasional dari sektor transportasi.
Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor transportasi udara dan juga laut. Karena cuaca ekstrem ini juga akan berpengaruh pada gelombang di lautan dan juga kecepatan angin dan pembentukan awan di udara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garap Proyek Pakai SBSN Rp145,8 Triliun, Sri Mulyani ke Menteri Basuki: Jangan Lelah&amp;nbsp;
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, operator di transportasi udara dan juga laut perlu melakukan mitigasi untuk merespons laporan cuaca yang dikeluarkan BMKG tersebut. Sehingga bisa menjadi landasan bagi operator transportasi udara untuk merekomendasikan jadwal penerbangan dan perjalanan kapal.
&quot;Memang sengaja saya pilih udara dan laut karena mereka harus melakukan mitigasi terhadap bagaimana ramalan cuaca dan bagaimana mereka merekomendasikan penerbangan atau untuk perjalanan kapan,&quot; ujarnya dalam acara Webinar 'Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi', Selasa (2/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi
Menhub pun memberikan apresiasi kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memiliki SOP (Standard Operating Procedure) dalam memanfaatkan ramalan cuaca dari BMKG untuk penerbangan. Misalnya dengan memanfaatkan data BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca di sepanjang rute perjalanan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMy8xLzEyNzc3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan saya lihat bahwa Garuda sudah melakukan suatu SOP yang baik dan  pilot menerima data itu sehingga mereka tahu persis apa yang akan  terjadi sepanjang perjalanan,&quot; jelasnya.
Menhub menjelaskan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh bagi operasional  transportasi. Oleh karena itu, dirinya berharap ada dukungan dari  berbagai stakeholder agar bisa tetap memberikan pelayanan yang aman dan  nyaman bagi masyarakat.
&quot;Dalam rangka antisipasi ini kita memang melihat cuaca ekstrem sangat  mempengaruhi operasional. Kementerian Perhubungan membutuhkan dukungan  dari semuanya tentu dari BMKG, MTI, dan penting sekali bahwa bagaimana  operator,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
