<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Inspiratif! Pasutri Kelola BLT PKH Bikin Usaha Ayam Potong</title><description>Kemensos mengupayakan percepatan penanggulangan  kemiskinan. Tindakan itu direalisasikan dalam bentuk Program Keluarga  Harapan (PKH).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong"/><item><title>Kisah Inspiratif! Pasutri Kelola BLT PKH Bikin Usaha Ayam Potong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong-jj0i4XTPHL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ayam (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/455/2354943/kisah-inspiratif-pasutri-kelola-blt-pkh-bikin-usaha-ayam-potong-jj0i4XTPHL.jpg</image><title>Ayam (Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Sosial (Kemensos) mengupayakan percepatan penanggulangan kemiskinan. Tindakan itu direalisasikan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat dijadikan inspirasi usaha.

Melalui program tersebut, keluarga penerima berhasil memanfaatkan dana bantuan untuk lebih mandiri secara ekonomi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Ide Bisnis Rumahan Berbasis Online, Cocok Dilakukan saat Pandemi 
&amp;ldquo;Melalui PKH, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terbukti telah berhasil memanfaatkan dana bantuan untuk lebih mandiri secara ekonomi. Seperti Ibu Sumiati dan suaminya Sunarman,&amp;rdquo; tulis instagram Kemensos yang dikutip Okezone, Selasa (2/2/2021).

Salah satu penerima PKH adalah pasangan suami istri yang mengelola usaha ayam potong.  Keluarga Penerima Manfaat PKH yang telah tergraduasi ini, mengelola usaha ayam potong sejak tahun 2018.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 7 Kesalahan dalam Membuat Rencana Bisnis yang Paling Sering Dilakukan
Selain dipesan untuk acara perayaan dan bisnis kuliner, ayam potong pasangan suami istri ini, juga dipasok sebagai salah satu produk Program Sembako di Desa Koleang, Kabupaten Bogor.

Sumiati (41) dan Ncoh (56) adalah dua dari sekian ratus ribu KPM di Kabupaten Bogor yang telah merasakan manfaat PKH. Sama-sama mengikuti program tersebut selama empat tahun, dua KPM asal Desa Koleang, Jasinga tersebut merintis usaha kecil dan menengah hingga akhirnya memutuskan untuk graduasi mandiri.

Bersama dengan suaminya, Sunarman (45), Sumiati mengelola usaha ayam potong merah dan putih yang berada persis di samping rumahnya sejak tahun 2018. Menurunnya penjualan di awal usaha tak lantas membuat Sumiati patah arang. Ia bergegas menceritakan permasalahan usahanya kepada pendamping PKH agar bisa mengembangkan usahanya.

&amp;ldquo;Akhirnya usaha saya dipromosikan dari mulut ke mulut sehingga dikenal tidak hanya oleh warga Koleang tetapi juga se-Jasinga. Biasanya mereka order ayam potong untuk hajatan dan rumah makan Padang,&amp;rdquo; terang Sumiati.

Selain dipesan untuk acara perayaan dan bisnis kuliner, ayam potong Sumiati juga dipasok sebagai produk dalam Program Sembako berkat koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Kepala Desa Koleang.

&amp;ldquo;Alhamdulillah sejak ada program PKH dari pemerintah, usaha kami bisa berjalan dengan lancar berkat dukungan dari pendamping, pengurus desa dan para tetangga,&amp;rdquo; ujar Sunarman.Hal serupa juga dialami oleh Ncoh. Ibu delapan orang anak ini  memutuskan untuk graduasi mandiri dari PKH dan membuka usaha telur puyuh  setelah salah satu anaknya, Clarita berhasil menyelesaikan  perkuliahannya di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor yang  dibiayai oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

&amp;ldquo;Kata orang, kalau anak sudah jadi sarjana berarti sudah jadi orang mampu,&amp;rdquo; kata Ncoh.

Peluang untuk membuka usaha telur puyuh muncul setelah telur puyuh  dari Sukabumi yang dijual Clarita laku keras di Jasinga. &amp;ldquo;Saya melihat  kesempatan untuk membuka usaha telur puyuh sendiri karena pemasarannya  bagus. 20.000 butir telur puyuh bisa laku dalam 2 minggu.&amp;rdquo;

Usaha telur puyuh yang dikelola oleh ibu dan anak ini lantas dimulai  pada 2019 lalu dengan modal usaha sebesar kurang lebih Rp20 juta yang  telah dikumpulkan Clarita sejak masih berkuliah beserta hasil pinjaman  dari bank. Mengaplikasikan ilmu peternakan yang ia miliki, Clarita  bolak-balik Jasinga-Sukabumi setiap minggu untuk memasok telur puyuh dan  burung puyuh betina karena stok telur puyuh milik sendiri yang  terbatas.

&amp;ldquo;Yang bisa kami produksi hanya 5 kg telur puyuh per hari sementara  kebutuhan pasokan mencapai 20 kg telur puyuh per hari. Telur puyuh  dipasok ke tukang bubur, bilung, papeda maupun usaha kuliner lain  berbahan telur puyuh,&amp;rdquo; jelas Clarita.

Nantinya, Ncoh dan Clarita berharap agar bisa menambah burung puyuh  sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasokan telur puyuh di Jasinga.

&amp;ldquo;Kapasitas kandang sebanyak 3.000 ekor burung puyuh namun sekarang  baru terisi seperenamnya karena keterbatasan modal. Semoga tahun ini  target 3.000 butir per hari bisa tercapai,&amp;rdquo; harap Ncoh.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Sosial (Kemensos) mengupayakan percepatan penanggulangan kemiskinan. Tindakan itu direalisasikan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat dijadikan inspirasi usaha.

Melalui program tersebut, keluarga penerima berhasil memanfaatkan dana bantuan untuk lebih mandiri secara ekonomi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Ide Bisnis Rumahan Berbasis Online, Cocok Dilakukan saat Pandemi 
&amp;ldquo;Melalui PKH, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terbukti telah berhasil memanfaatkan dana bantuan untuk lebih mandiri secara ekonomi. Seperti Ibu Sumiati dan suaminya Sunarman,&amp;rdquo; tulis instagram Kemensos yang dikutip Okezone, Selasa (2/2/2021).

Salah satu penerima PKH adalah pasangan suami istri yang mengelola usaha ayam potong.  Keluarga Penerima Manfaat PKH yang telah tergraduasi ini, mengelola usaha ayam potong sejak tahun 2018.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 7 Kesalahan dalam Membuat Rencana Bisnis yang Paling Sering Dilakukan
Selain dipesan untuk acara perayaan dan bisnis kuliner, ayam potong pasangan suami istri ini, juga dipasok sebagai salah satu produk Program Sembako di Desa Koleang, Kabupaten Bogor.

Sumiati (41) dan Ncoh (56) adalah dua dari sekian ratus ribu KPM di Kabupaten Bogor yang telah merasakan manfaat PKH. Sama-sama mengikuti program tersebut selama empat tahun, dua KPM asal Desa Koleang, Jasinga tersebut merintis usaha kecil dan menengah hingga akhirnya memutuskan untuk graduasi mandiri.

Bersama dengan suaminya, Sunarman (45), Sumiati mengelola usaha ayam potong merah dan putih yang berada persis di samping rumahnya sejak tahun 2018. Menurunnya penjualan di awal usaha tak lantas membuat Sumiati patah arang. Ia bergegas menceritakan permasalahan usahanya kepada pendamping PKH agar bisa mengembangkan usahanya.

&amp;ldquo;Akhirnya usaha saya dipromosikan dari mulut ke mulut sehingga dikenal tidak hanya oleh warga Koleang tetapi juga se-Jasinga. Biasanya mereka order ayam potong untuk hajatan dan rumah makan Padang,&amp;rdquo; terang Sumiati.

Selain dipesan untuk acara perayaan dan bisnis kuliner, ayam potong Sumiati juga dipasok sebagai produk dalam Program Sembako berkat koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Kepala Desa Koleang.

&amp;ldquo;Alhamdulillah sejak ada program PKH dari pemerintah, usaha kami bisa berjalan dengan lancar berkat dukungan dari pendamping, pengurus desa dan para tetangga,&amp;rdquo; ujar Sunarman.Hal serupa juga dialami oleh Ncoh. Ibu delapan orang anak ini  memutuskan untuk graduasi mandiri dari PKH dan membuka usaha telur puyuh  setelah salah satu anaknya, Clarita berhasil menyelesaikan  perkuliahannya di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor yang  dibiayai oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

&amp;ldquo;Kata orang, kalau anak sudah jadi sarjana berarti sudah jadi orang mampu,&amp;rdquo; kata Ncoh.

Peluang untuk membuka usaha telur puyuh muncul setelah telur puyuh  dari Sukabumi yang dijual Clarita laku keras di Jasinga. &amp;ldquo;Saya melihat  kesempatan untuk membuka usaha telur puyuh sendiri karena pemasarannya  bagus. 20.000 butir telur puyuh bisa laku dalam 2 minggu.&amp;rdquo;

Usaha telur puyuh yang dikelola oleh ibu dan anak ini lantas dimulai  pada 2019 lalu dengan modal usaha sebesar kurang lebih Rp20 juta yang  telah dikumpulkan Clarita sejak masih berkuliah beserta hasil pinjaman  dari bank. Mengaplikasikan ilmu peternakan yang ia miliki, Clarita  bolak-balik Jasinga-Sukabumi setiap minggu untuk memasok telur puyuh dan  burung puyuh betina karena stok telur puyuh milik sendiri yang  terbatas.

&amp;ldquo;Yang bisa kami produksi hanya 5 kg telur puyuh per hari sementara  kebutuhan pasokan mencapai 20 kg telur puyuh per hari. Telur puyuh  dipasok ke tukang bubur, bilung, papeda maupun usaha kuliner lain  berbahan telur puyuh,&amp;rdquo; jelas Clarita.

Nantinya, Ncoh dan Clarita berharap agar bisa menambah burung puyuh  sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasokan telur puyuh di Jasinga.

&amp;ldquo;Kapasitas kandang sebanyak 3.000 ekor burung puyuh namun sekarang  baru terisi seperenamnya karena keterbatasan modal. Semoga tahun ini  target 3.000 butir per hari bisa tercapai,&amp;rdquo; harap Ncoh.</content:encoded></item></channel></rss>
