<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Naik, Kemenperin Serap Anggaran Rp1,98 Triliun di 2020</title><description>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merealisasikan anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,98 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020"/><item><title>Realisasi Naik, Kemenperin Serap Anggaran Rp1,98 Triliun di 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020-yhRNd7FtHV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/320/2355853/realisasi-naik-kemenperin-serap-anggaran-rp1-98-triliun-di-2020-yhRNd7FtHV.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merealisasikan anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,98 triliun atau 93,73 persen dari alokasi pagu anggaran Rp2,11 triliun. Penyerapan ini meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai 93,10 persen.

&amp;ldquo;Kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan dan staf di lingkungan Kemenperin yang telah menjadi motor penggerak dalam upaya melaksanakan program pengembangan industri nasional,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo pada acara Kick Off Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 di Jakarta, Rabu (3/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Ubah Pola Konsumsi, Industri Makanan Jangan Gagap Teknologi
Sekjen Kemenperin menegaskan, guna mengakselerasi pertumbuhan industri di tanah air, pihaknya senantiasa membangun sinergi dengan para pelaku usaha dan instansi terkait lainnya. Hal ini sebagai bagian dari langkah memacu perekonomian nasional serta mendorong pemerataan pembangunan.

Dody menjelaskan, dalam situasi sulit seperti saat ini karena adanya pandemi Covid-19, belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional agar sektor swasta dan UMKM bisa pulih kembali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jurus Kemenperin Lindungi Baja Nasional dari Serbuan Impor
&amp;ldquo;Guna membangun akuntabilitas kinerja Kemenperin yang tertib sesuai peraturan dan ketentuan perundangan yang berlaku, masing-masing pengelola anggaran harus dapat bertindak profesional, melaksanakan tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat,&amp;rdquo; paparnya.Dody menyampaikan, pagu anggaran Kemenperin tahun 2021 sebesar Rp3,18  triliun dengan penghematan anggaran sebesar Rp301 miliar sehingga pagu  anggaran efektif setelahrefocusing dan realokasi menjadi Rp2,87 triliun.

Anggaran tersebut akan direalisasikan ke beberapa program strategis,  antara lain program dukungan manajemen Kemenperin, program nilai tambah  dan daya saing, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan  teknologi, serta program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berpesan kepada para  Kepala Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat  Pembuat Komitmen (PPK) di tahun 2021 untuk memberikan perhatian terhadap  pelaksanaan program dan kegiatan serta melakukan pemantauan secara  intens terhadap progres pencapaian realisasi anggaran yang menjadi  tanggung jawabnya.

&amp;ldquo;Para KPA dan PPK harus mengetahui dan memahami apa yang menjadi  tanggung jawabnya, wajib menjaga good governance, dan berhati-hati dalam  pelaksanaan pengelolaan anggaran. Tetapi jangan sampai dengan  kehati-hatian itu menjadikan kita lamban dalam mengeksekusi pelaksanaan  anggaran pada era pandemi Covid-19 saat ini,&amp;rdquo; ujar Menperin.

Menurut Menperin, mesin penggerak ekonomi harus diungkit dari APBN  yang terarah dan tepat sasaran. Masing-masing kementerian dan lembaga  telah diminta untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam melaksanakan  percepatan belanja negara yang dimulai dari awal tahun anggaran.

&amp;ldquo;Dalam rangka menapaki tahun 2021 yang penuh tantangan ini, kita  harus optimis dan realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi  terkini dan tidak melupakan agenda-agenda besar dan strategis bangsa,  seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan vaksinasi,&amp;rdquo;  tuturnya.

Lebih lanjut, langkah-langkah untuk meningkatkan investasi di  Indonesia sudah harus mulai dilakukan dan berfokus pada paket-paket  kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. &amp;ldquo;Oleh karenanya,  saya minta para pejabat Eselon I beserta jajarannya melihat kembali  seluruh kegiatan dan melakukan penyesuaian untuk mengakomodasi beberapa  fokus kegiatan dalam rangka percepatan program PEN sesuai dengan arahan  dan kebijakan Bapak Presiden pada tahun 2021 ini,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merealisasikan anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,98 triliun atau 93,73 persen dari alokasi pagu anggaran Rp2,11 triliun. Penyerapan ini meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai 93,10 persen.

&amp;ldquo;Kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan dan staf di lingkungan Kemenperin yang telah menjadi motor penggerak dalam upaya melaksanakan program pengembangan industri nasional,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo pada acara Kick Off Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 di Jakarta, Rabu (3/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Ubah Pola Konsumsi, Industri Makanan Jangan Gagap Teknologi
Sekjen Kemenperin menegaskan, guna mengakselerasi pertumbuhan industri di tanah air, pihaknya senantiasa membangun sinergi dengan para pelaku usaha dan instansi terkait lainnya. Hal ini sebagai bagian dari langkah memacu perekonomian nasional serta mendorong pemerataan pembangunan.

Dody menjelaskan, dalam situasi sulit seperti saat ini karena adanya pandemi Covid-19, belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional agar sektor swasta dan UMKM bisa pulih kembali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jurus Kemenperin Lindungi Baja Nasional dari Serbuan Impor
&amp;ldquo;Guna membangun akuntabilitas kinerja Kemenperin yang tertib sesuai peraturan dan ketentuan perundangan yang berlaku, masing-masing pengelola anggaran harus dapat bertindak profesional, melaksanakan tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat,&amp;rdquo; paparnya.Dody menyampaikan, pagu anggaran Kemenperin tahun 2021 sebesar Rp3,18  triliun dengan penghematan anggaran sebesar Rp301 miliar sehingga pagu  anggaran efektif setelahrefocusing dan realokasi menjadi Rp2,87 triliun.

Anggaran tersebut akan direalisasikan ke beberapa program strategis,  antara lain program dukungan manajemen Kemenperin, program nilai tambah  dan daya saing, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan  teknologi, serta program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berpesan kepada para  Kepala Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat  Pembuat Komitmen (PPK) di tahun 2021 untuk memberikan perhatian terhadap  pelaksanaan program dan kegiatan serta melakukan pemantauan secara  intens terhadap progres pencapaian realisasi anggaran yang menjadi  tanggung jawabnya.

&amp;ldquo;Para KPA dan PPK harus mengetahui dan memahami apa yang menjadi  tanggung jawabnya, wajib menjaga good governance, dan berhati-hati dalam  pelaksanaan pengelolaan anggaran. Tetapi jangan sampai dengan  kehati-hatian itu menjadikan kita lamban dalam mengeksekusi pelaksanaan  anggaran pada era pandemi Covid-19 saat ini,&amp;rdquo; ujar Menperin.

Menurut Menperin, mesin penggerak ekonomi harus diungkit dari APBN  yang terarah dan tepat sasaran. Masing-masing kementerian dan lembaga  telah diminta untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam melaksanakan  percepatan belanja negara yang dimulai dari awal tahun anggaran.

&amp;ldquo;Dalam rangka menapaki tahun 2021 yang penuh tantangan ini, kita  harus optimis dan realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi  terkini dan tidak melupakan agenda-agenda besar dan strategis bangsa,  seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan vaksinasi,&amp;rdquo;  tuturnya.

Lebih lanjut, langkah-langkah untuk meningkatkan investasi di  Indonesia sudah harus mulai dilakukan dan berfokus pada paket-paket  kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. &amp;ldquo;Oleh karenanya,  saya minta para pejabat Eselon I beserta jajarannya melihat kembali  seluruh kegiatan dan melakukan penyesuaian untuk mengakomodasi beberapa  fokus kegiatan dalam rangka percepatan program PEN sesuai dengan arahan  dan kebijakan Bapak Presiden pada tahun 2021 ini,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
