<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Kita Terlambat Buat Lembaga Pengelola Investasi</title><description>Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah  Indonesia terlambat memiliki Lembaga Pengelola Investasi (LPI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi"/><item><title>Menko Luhut: Kita Terlambat Buat Lembaga Pengelola Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 21:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi-0hBd5luEuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/320/2356077/menko-luhut-kita-terlambat-buat-lembaga-pengelola-investasi-0hBd5luEuw.jpg</image><title>Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah  Indonesia terlambat memiliki Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Menurutnya negara-negara lain di dunia telah membuat lembaga ini sejak puluhan tahun lalu. Sedangkan Indonesia baru membentuknya tahun lalu dan baru akan berjalan efektif tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal CEO LPI, Menko Luhut: Saya Tak Elok Buka Sekarang
&quot;Jadi kita terlambat membuat institusi ini, negara lain sudah ada puluhan tahun lalu. Kita baru bikin tahun lalu dan baru aktif bulan Februari atau Maret ini,&quot; ujar dia dalam Dialog Special: Tantangan dan Optimisme Investasi 2021 IDX Channel, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Dia menjelaskan peran LPI nantinya akan signifikan. Apalagi lembaga Sovereign Wealth Fund di Indonesia ini terbilang unik. &quot;SWF kita ini agak unik, ada master fund dan a pick fund-nya,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: LPI Bisa Tarik Dana Investor Rp280 Triliun
Kemudian, kata dia, LPI ini akan diisi dengan aset-aset dari BUMN. Sehingga akan lebih efisien dan memiliki valuasi yang tinggi seperti backdoor listing.&quot;Seperti perusahaan Pertamina, kita chip in, blouse USD70 miliar bisa ke USD100 miliar karena kita butuhkan itu,&quot; jelasnya.

Maka itu, pemerintah saat ini tengah menyusun strategi agar  valuasinya bisa lebih tinggi. Misalnya GDP mencapai Rp1 triliun, angka  ini bisa lebih tinggi lagi jika dilakukan lebih efisien dan transparan.

&quot;Strategi ini pun telah dimulai dengan dasar hukum UU Cipta Kerja.  Tapi masih banyak hal yang perlu disempurnakan. Dan capaian ini harus  diapresiasi bukan dengan optimisme saja,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah  Indonesia terlambat memiliki Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Menurutnya negara-negara lain di dunia telah membuat lembaga ini sejak puluhan tahun lalu. Sedangkan Indonesia baru membentuknya tahun lalu dan baru akan berjalan efektif tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal CEO LPI, Menko Luhut: Saya Tak Elok Buka Sekarang
&quot;Jadi kita terlambat membuat institusi ini, negara lain sudah ada puluhan tahun lalu. Kita baru bikin tahun lalu dan baru aktif bulan Februari atau Maret ini,&quot; ujar dia dalam Dialog Special: Tantangan dan Optimisme Investasi 2021 IDX Channel, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Dia menjelaskan peran LPI nantinya akan signifikan. Apalagi lembaga Sovereign Wealth Fund di Indonesia ini terbilang unik. &quot;SWF kita ini agak unik, ada master fund dan a pick fund-nya,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: LPI Bisa Tarik Dana Investor Rp280 Triliun
Kemudian, kata dia, LPI ini akan diisi dengan aset-aset dari BUMN. Sehingga akan lebih efisien dan memiliki valuasi yang tinggi seperti backdoor listing.&quot;Seperti perusahaan Pertamina, kita chip in, blouse USD70 miliar bisa ke USD100 miliar karena kita butuhkan itu,&quot; jelasnya.

Maka itu, pemerintah saat ini tengah menyusun strategi agar  valuasinya bisa lebih tinggi. Misalnya GDP mencapai Rp1 triliun, angka  ini bisa lebih tinggi lagi jika dilakukan lebih efisien dan transparan.

&quot;Strategi ini pun telah dimulai dengan dasar hukum UU Cipta Kerja.  Tapi masih banyak hal yang perlu disempurnakan. Dan capaian ini harus  diapresiasi bukan dengan optimisme saja,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
