<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Incar Laba Bersih Rp28 Triliun Tahun Ini</title><description>PT Pertamina (Persero) lebih optimistis menghadapi 2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini"/><item><title>Pertamina Incar Laba Bersih Rp28 Triliun Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 04 Februari 2021 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini-QdDIIw454z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target Pertamina 2021. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/04/320/2356524/pertamina-incar-laba-bersih-rp28-triliun-tahun-ini-QdDIIw454z.jpg</image><title>Target Pertamina 2021. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) lebih optimistis menghadapi 2021, karena ada potensi peningkatan demand dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memprediksi akan terjadi peningkatan demand sekitar 10%-12% di tahun ini. Walaupun secara total masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019, namun dibandingkan tahun 2020 permintaan BBM akan lebih baik.
&quot;Untuk 2021, penjualan ditargetkan naik 12% dari tahun 2020. Harga minyak pun trennya naik dibanding tahun 2020. Dengan demikian laba bersih ditargetkan USD2 miliar,&quot; ujarnya, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertamina Cetak Laba Rp14 Triliun pada 2020
Nicke melanjutkan, Pertamina akan tetap mendorong dari sisi hilir karena akan menurunkan biaya operasi sehingga harga akan lebih terjangkau.
&quot;Secara pondasi sebetulnya sudah lebih kuat karena kita lebih siap di tahun ini dan kita optimis akan lebih baik dari tahun 2020,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Pertamina di Luar Negeri Capai USD17,5 Miliar
Dia menuturkan, Pertamina tetap menggenjot sektor hulu migas sebab produksi di dalam negeri belum memenuhi kebutuhan nasional sehingga harus impor.
&quot;Di tahun lalu saat pandemi, produksi migas Pertamina ini hampir mencapai target. Tahun ini pun akan kita tingkatkan dengan kontribusi terhadap produksi nasional lebih dari 60%,&quot; tuturnya.Pertamina juga akan menggenjot produksi BBM di sektor kilang. Dari sisi investasi juga akan terus digenjot. Pertamina menargetkan investasi meningkat dua kali lipat menjadi USD10,7 miliar di tahun ini.
&quot;Sebagian besar adalah untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas, juga utk membangun pabrik Petrokimia, serta membangun infrastruktur midstream &amp;amp; downstream Gas. Selain itu juga ada investasi untuk pengembangan pabrik EV battery dan pengembangan Green Hydrogen dari wilayah kerja panas bumi yg dimiliki Pertamina,&quot; jelas Nicke.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) lebih optimistis menghadapi 2021, karena ada potensi peningkatan demand dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memprediksi akan terjadi peningkatan demand sekitar 10%-12% di tahun ini. Walaupun secara total masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019, namun dibandingkan tahun 2020 permintaan BBM akan lebih baik.
&quot;Untuk 2021, penjualan ditargetkan naik 12% dari tahun 2020. Harga minyak pun trennya naik dibanding tahun 2020. Dengan demikian laba bersih ditargetkan USD2 miliar,&quot; ujarnya, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertamina Cetak Laba Rp14 Triliun pada 2020
Nicke melanjutkan, Pertamina akan tetap mendorong dari sisi hilir karena akan menurunkan biaya operasi sehingga harga akan lebih terjangkau.
&quot;Secara pondasi sebetulnya sudah lebih kuat karena kita lebih siap di tahun ini dan kita optimis akan lebih baik dari tahun 2020,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Pertamina di Luar Negeri Capai USD17,5 Miliar
Dia menuturkan, Pertamina tetap menggenjot sektor hulu migas sebab produksi di dalam negeri belum memenuhi kebutuhan nasional sehingga harus impor.
&quot;Di tahun lalu saat pandemi, produksi migas Pertamina ini hampir mencapai target. Tahun ini pun akan kita tingkatkan dengan kontribusi terhadap produksi nasional lebih dari 60%,&quot; tuturnya.Pertamina juga akan menggenjot produksi BBM di sektor kilang. Dari sisi investasi juga akan terus digenjot. Pertamina menargetkan investasi meningkat dua kali lipat menjadi USD10,7 miliar di tahun ini.
&quot;Sebagian besar adalah untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas, juga utk membangun pabrik Petrokimia, serta membangun infrastruktur midstream &amp;amp; downstream Gas. Selain itu juga ada investasi untuk pengembangan pabrik EV battery dan pengembangan Green Hydrogen dari wilayah kerja panas bumi yg dimiliki Pertamina,&quot; jelas Nicke.
</content:encoded></item></channel></rss>
