<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuan, Penjualan Alat Tes Cepat Covid-19 di Pasar Pramuka Naik 10%</title><description>Permintaan konsumen terhadap produk tes cepat COVID-19 meningkat sekitar 5-10% dalam kurun sepekan terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10"/><item><title>Cuan, Penjualan Alat Tes Cepat Covid-19 di Pasar Pramuka Naik 10%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10</guid><pubDate>Kamis 04 Februari 2021 13:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10-UqcXeIPjLt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/04/455/2356384/cuan-penjualan-alat-tes-cepat-covid-19-di-pasar-pramuka-naik-10-UqcXeIPjLt.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mengungkap permintaan konsumen terhadap produk tes cepat COVID-19 meningkat sekitar 5-10% dalam kurun sepekan terakhir.
&quot;Sepekan ini ada peningkatan (pembelian alat tes cepat COVID-19), tapi tidak signifikan, sekitar 5-10% saja,&quot; kata Ketua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (4/2/2021).
Permintaan konsumen terhadap alat tes cepat di Pasar Pramuka meningkat seiring jumlah masyarakat yang tertular COVID-19 di Jakarta terus mengalami penambahan.
Baca Juga: Epidemiolog Nilai Usulan Lockdown Weekend Tak Maksimal, Virus Corona Tidak Ikutan Libur 
Kasus paparan pandemi COVID-19 di Jakarta pada Rabu bertambah 3.567 orang. Total kasus positif meningkat dari sebelumnya 276.694 kasus menjadi 280.261 kasus.
Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, Rabu (3/2), penambahan kasus sebanyak 3.567 kasus berdasarkan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (2/2) sebagai temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli).
Yoyon menawarkan sejumlah produk primer kesehatan untuk keperluan masyarakat yang terindikasi terpapar COVID-19.
Baca Juga: BPK Sebut Covid-19 Timbulkan Risiko Penyusunan Laporan Keuangan
 
&quot;Kalau di kami rata-rata produk primer untuk tes cepat antibodi maupun antigen. Harganya untuk tes cepat antibodi Rp30 ribu per alat, sedangkan antigen Rp60 ribu per alat,&quot; katanya.
Dikatakan Yoyon, penjualan alat tes cepat itu dikhususkan untuk masyarakat sebab permintaan dari rumah sakit atau tempat-tempat fasilitas kesehatan telah dipasok oleh distributor yang ditunjuk pemerintah.
&quot;Kalau untuk rumah sakit atau dokter ada distribusi sendiri. Kalau kami untuk warga yang mau tahu, ada indikasi atau tidak,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMi8xLzEyODMxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Yoyon, permintaan konsumen yang paling banyak adalah produk  tes cepat antibodi karena penggunaannya yang mudah dan simpel.
Pedagang alat kesehatan lainnya, Alferdi, mengatakan harga alat tes  cepat COVID-19, khususnya antigen masih bervariasi di tingkat pedagang  Pasar Pramuka.
&quot;Kalau saya untuk alat antigennya Rp80 ribu per alat. Kalau antibodi masih relatif sama di harga Rp30 ribu per alat,&quot; katanya.
Pedagang yang berjualan di lantai dasar Pasar Pramuka itu mengatakan mayoritas pembelian alat kesehatan dilakukan secara daring.
&quot;Tapi ada juga masyarakat yang datang langsung ke toko buat liat  sendiri barangnya. Biasanya dari klinik untuk beli tes cepat antibodi,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mengungkap permintaan konsumen terhadap produk tes cepat COVID-19 meningkat sekitar 5-10% dalam kurun sepekan terakhir.
&quot;Sepekan ini ada peningkatan (pembelian alat tes cepat COVID-19), tapi tidak signifikan, sekitar 5-10% saja,&quot; kata Ketua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (4/2/2021).
Permintaan konsumen terhadap alat tes cepat di Pasar Pramuka meningkat seiring jumlah masyarakat yang tertular COVID-19 di Jakarta terus mengalami penambahan.
Baca Juga: Epidemiolog Nilai Usulan Lockdown Weekend Tak Maksimal, Virus Corona Tidak Ikutan Libur 
Kasus paparan pandemi COVID-19 di Jakarta pada Rabu bertambah 3.567 orang. Total kasus positif meningkat dari sebelumnya 276.694 kasus menjadi 280.261 kasus.
Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, Rabu (3/2), penambahan kasus sebanyak 3.567 kasus berdasarkan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (2/2) sebagai temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli).
Yoyon menawarkan sejumlah produk primer kesehatan untuk keperluan masyarakat yang terindikasi terpapar COVID-19.
Baca Juga: BPK Sebut Covid-19 Timbulkan Risiko Penyusunan Laporan Keuangan
 
&quot;Kalau di kami rata-rata produk primer untuk tes cepat antibodi maupun antigen. Harganya untuk tes cepat antibodi Rp30 ribu per alat, sedangkan antigen Rp60 ribu per alat,&quot; katanya.
Dikatakan Yoyon, penjualan alat tes cepat itu dikhususkan untuk masyarakat sebab permintaan dari rumah sakit atau tempat-tempat fasilitas kesehatan telah dipasok oleh distributor yang ditunjuk pemerintah.
&quot;Kalau untuk rumah sakit atau dokter ada distribusi sendiri. Kalau kami untuk warga yang mau tahu, ada indikasi atau tidak,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMi8xLzEyODMxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Yoyon, permintaan konsumen yang paling banyak adalah produk  tes cepat antibodi karena penggunaannya yang mudah dan simpel.
Pedagang alat kesehatan lainnya, Alferdi, mengatakan harga alat tes  cepat COVID-19, khususnya antigen masih bervariasi di tingkat pedagang  Pasar Pramuka.
&quot;Kalau saya untuk alat antigennya Rp80 ribu per alat. Kalau antibodi masih relatif sama di harga Rp30 ribu per alat,&quot; katanya.
Pedagang yang berjualan di lantai dasar Pasar Pramuka itu mengatakan mayoritas pembelian alat kesehatan dilakukan secara daring.
&quot;Tapi ada juga masyarakat yang datang langsung ke toko buat liat  sendiri barangnya. Biasanya dari klinik untuk beli tes cepat antibodi,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
